iklan iwb

Iwanbanaran.com – Pakde….pasti banyak yang mencibir dengan judul diatas. Halaahhh….IWB ki ngawur, mosok Tiger yang memiliki kubikasi 200cc kalah top speed dari Max. Ngarang ki. Bener cak…IWB sama dengan pemikiran sampeyan. Asliiii dijamin garansi. Bodynya yang gagah memang membuat imajinasi kita terseret pada motor dengan power besar. Tapi kalau top speed….dari pengetesan?bisa sebaliknya. Lahhhhh….

Kemarin IWB menerima surel dari kang Ceprot (sebut saja demikian), yang berasal dari desa Banaran (wah….satu perguruan ki). Doi menceritakan pengalaman dan uneg-unegnya. Sebuah pengalaman masa muda yang memiliki korelasi antara Max vs Tiger 2000. Berikut isinya….

iklan iwb

Assalamualaikum lek Iwan,

Perkenalkan saya Ceprot lek (sebut saja begitu), dari Banaran juga tapi bukan di Tulungagung melainkan sebuah desa kecil di kecamatan Minggir Sleman hehe. Membaca artikel lek Iwan yang ngomongin pengalaman dengan GL Max jadi keinget masa lalu saya, kejadiannya kurang lebih 8 tahun silam….

Ceritanya bermula karena Bapak juga punya GL Pro neotech lansiran tahun 1997. Ini motor sudah seperti istri kedua lek, gak sembarangan orang bisa pakai, kehujanan saat berpergian malam pun langsung dicuci saat itu juga, wes ora ngerti wayah tenan haha. Saat itu aku beranikan sembunyi-sembunyi pakai motor bapak lek. Jaaan gas dibetot iso mlayu 135 km/jam….

Motor standart pabrik. Lawong motore wong tuo kok bisa lari sekencang ini, itu juga belum top speed karena mata gak kuat nrocose lek, maklum ora nganggo helm dadi ulur gas deh hehe. Nah karena pengalaman itu, saat SMA aku ngotot minta dibelikan Tiger lek, maklum seri GL terakhir yg masih produksi, Tiger pece (picek) tahun 2009….

Saat itu tapi kok saat tak betot speed cuma sampai 120 km/jam itu juga wes aboot ora gelem narik meneh lek, motor standart isih anyar padahal. Dari situ aku mikir lek, GL pro punya bapak cuma 160cc kok bisa jauh lebih ngacir dibanding Tiger yg 200cc. sampai saat ini belum terjawab, kalau sempet tolong kasih pencerahan ya lek biar gak penasaran sampai tuo hehe…

Tapi sayang lek karena kesulitan ekonomi GL kesayangan bapak dijual, selang 3 tahun Tigerku juga dijual lek, ganti vario saat itu. Nah 1 tahun yang lalu aku beli GL 100 lek, maklum lagi jamane motor tuo hehe, reunian karo generasi GL lek hehe. Mungkin istilah From Father To Son pancen bener lek, seko bapak nurun nang anake hehe….

Saat warung lek Iwan nyinggung soal petisi yang mengingkan Tiger di produksi ulang, hati merasa ada getaran cinta lagi lek, sampai-sampai saya urungkan niat buat indent CBR 250RR yang lagi anget-angete. Semoga saja ya lek Tiger bisa diproduksi ulang, syukur-syukur pakai kode GL lagi karena bisa dikatakan GL cinta pertamaku lek hehe…

Cukup disini saja lek aku curhatnya, maaf kalau belepotan ora jelas haha. Oh iya inget cerita dari omku kalau dulu waktu muda Bapakku juga pakai GL 100. Di waktu itu kata om belum banyak yang punya.. helah dalah bapak anak podo kesensem karo GL iki lek haha. Ya udah lek, terima kasih sudah mau baca curhatanku…

– Ceprot/Sleman-Jateng –

Waallaikumsalam Wr.Wb. Jiannn keren ki ceritane….sing jelas kang Ceprot termasuk pelaku sejarah juga. Sejarah saat bawa kabur diam-diam motor bokapnya buat digeber top speed (guyonnnn :mrgreen: ). Btw…IWB nggak akan bahas perkara lainnya. Namun IWB akan fokus pada pertanyaan..”GL pro punya bapak cuma 160cc kok bisa jauh lebih ngacir dibanding Tiger yg 200cc. sampai saat ini belum terjawab, kalau sempet tolong kasih pencerahan ya lek biar gak penasaran sampai tuo..”. Jadi jawabannya gini cak….

Honda Tiger hadir tahun 1993 dengan mesin GL 200cc yang mampu memuntahkan tenaga pada kisaran 17,1 [email protected] RPM dan torsi 15,[email protected] RPM. Sementara GL-Pro Neo Tech kalau nggak salah memiliki kubikasi murni 156,7cc SOHC 2 katup yang meletupkan tenaga hingga 14,[email protected] RPM dan torsi 12,7Nm. Diatas kertas….power GL Pro kalah. Tapi harus kita ingat, bobot Tiger lebih berat dibandingkan GL-Pro pakde….

Bobot Tiger dari data yang IWB miliki adalah 123 kg. Sementara GL Pro hanya 106 kg…..gapnya sekitar 17 kg.?So…jika dikalkulasi PWR Tiger adalah 0,063 dan GL Pro 0,062. Nahh…kaget to. Mung sak incritttt bedanya. Semua makin merugikan top speed karena pabrikan menyeting Tiger lebih kepada torsi. Bisa dilihat dari mapping gear ratio yang cukup rapat dan pendek. Intip wae gear belakangnya yang gedenya segaban…

Artinya gigi 6 Tiger sebenarnya sebagai kompensasi nafasnya yang pendek sehingga jika sampeyan geber pada top speed…..nyaris susah naik?karena sudah kehabisan nafas. Hal ini beda dengan GL Pro. Mapping gear ratio diseting lebih lebar untuk mengimbangi transmisi yang hanya 5 speed. Walau akselerasi awal kalah…tapi nafas sang kuda besi jauh lebih panjang. Dibantu dengan ban serta body yang lebih slim…jelas Tiger bakal sedikit kedodoran meladeni top speed Pro. Kenapa IWB begitu yakin??…

IWB pernah jajal sendiri cak. Dan memang awalnya sampai nggak percaya saat pelan namun pasti sang macan ketinggalan ketika adu top speed yang jaraknya diatas 3 km melawan Max. Iki Max lho bukan Pro.?Sopo maneh kalau bukan Max-nya Tomi. Tiger milik Bahctiar (teman sendiri) waktu itu sukses menginjak angka 130 km/jam tidak mau naik lagi. Sedang Max-nya Tomi tembus kisaran 135 km/jam. Tapi beda ketika kita harus braking sama-sama. Akselerasi awal Tiger langsung kabur dan kita empot-empotan untuk menyusul. Max butuh beberapa saat supaya bisa nempel sang macan kembali…..

Last…tiap motor diracik sedemikian disesuaikan kebutuhan. Ketika pabrikan melihat motor tersebut lebih berat secara bobot maka gear ratio akan dirapatkan supaya akselerasi lebih nampol.?Body yang besar memang nyaman untuk turing. Namun secara aerodinamika jelas kurang menguntungkan sebab hambatan yang diderita juga lebih besar. Termasuk ban gambot pastinya. Dan inipun berpengaruh pada top speed. Jadi kira-kira demikian. Semoga kang Ceprot mendapatkan gambaran dan nggak kebawa penasaran sampe tuwo.?Eh…btw sampeyan ada pengalaman seperti kang Ceprot nggak cak..? (iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!