iklan iwb
“Punya Udin persis seperti ini tapi warna silver-hitam….”

Iwanbanaran.com -?King lansiran 1993 vs GL-Max 1992?.dan adu drag tersebut dilakukan didepan IWB hingga 3 kali. Hasilnya?.membuat udin misuh-misuh. Doi terlihat nggak terima. Lawong King Udin termasuk kondang karena larinya ngibrit. Dengan wajah “ingah-ingih” doi nyeletuk…“kudu ganti RGR ki. Pelecehan tenan ki kalah karo Max..”. Sebuah omelan yang akhirnya direalisasikan oleh doi. Sedang Tomie sangat gembira. Kenapa??….

Drag non official tersebut dimenangkan secara mutlak oleh Tomi. Dari tiga kali running…King udin sudah tertinggal sejak start sekitar 1 body. Masuk garis finish malah melebar hingga 2 body. Start kedua dan tiga Udin mampu memperbaiki posisi dan hanya tertinggal satu ban…..tapi judule tetap kalah. Makane pakdene uring-uringan. Memang bisa dikatakan Max 125 wis ora standart. Lawong nginep 3 hari buat dioperasi oleh bengkel Dido. Sementara King Udin standart ting-ting hanya lepas filter. Namun sontak pengalaman tersebut membuat Udinpun akhirnya merengek-rengek minta sama ortunya ganti RGR150. Serius??…

Iyo cak. IWB masih ingat betul….Udin sampai minggat dari rumah. Jiann anaknya wong sugih kelakuan malah ora karu-karuan. Nggak diturutin dikit….kaburrrr, minggat ngancem nggak pulang. Kalau IWB jadi bokapnya, pasti IWB biarin kalau perlu bathuke ditungkak karo sikil wae. Bodo amat…mau brangkang nang dalan yo bah-bahno. Sayang bokap Udin nggak demikian. “Lek nggak ngono ora ditukokne, mangkane kudu ngono (kalau nggak begitu nggak dibeliin. Mangkane harus begitu (minggat))“celoteh Udin terkekeh. Ora patut dicontoh wis…

iklan iwb
“Udin dibelakang IWB (RGR150)…kelihatan tengilnya kan. Btw jangan dibully yo cak fotonya. Jadoellll culun tenan soale hahahaha (1995)….”

Dilalah…triknya berhasil. Udin mendapatkan keinginannya. IWB sampai terperangah saat dirumahnya sudah bertengger Suzuki RGR150SS warna silver-hitam dengan jok masih terbungkus plastik. Byuh-byuh…edian njaran tenan. Bejo ki pakdene. RGR kala itu memang idola cak. Udin sendiri mendapatkan desain generasi terakhir dengan belakang stoplamp model Tornado. Sisi bagusnya…IWB akhirnya sering menggunakan motor tersebut bahkan berhasil test top speed. Dan asal sampeyan tahu…saat itu nama NSR150 ataupun Ninja 150 belum nongol. So…RGR masih menjadi raja jalanan….

Impressi pertama nongkrong diatas RGR150…motor Suzuki ini memiliki jok lumayan rendah. Kaki menapak sempurna dengan kecenderungan jok belakang rada ambles khususnya kalau dibuat boncengan. Kemudian Saat mesin dihidupkan…suaranya dalam dan besar….wihhh berwibawa tenan. Jadi tanpa melihat motornya-pun sampeyan akan tahu yang melintas adalah RGR150. Piye saat running??. Walau ban cungkring jika dibandingkan motor-motor sekarang, kestabilannya luar biasa. Hal ini karena bentuk sasis yang sudah maju yakni model mini twin spar kotak yang sangat ringan. RGR150 memiliki bobot 99,8 kg. Ngalahin motor bebek cak….

‘Suzuki RGR150 1st gen (kisaran 1990)…..sangat disegani dieranya”

Perseneling dimasukkan….gas dibuka, running awal smooth nggak ngagetin. Karena penasaran…IWB akhirnya cari lokasi jalanan yang lebar dan sepi. Disitulah IWB sangat terkejut. Saat dibetot, lengkingan mesin diselingi besetan knalpotnya nggegirisi tenan. Tiap shifiting ban depan seperti ngangkat-ngangkat. IWB merasakan akselerasi nyaris dua kali lipatnya RX-King. Kuatnya gaya G memaksa IWB harus pegangan erat distang. Aduhhh makkkkkk….iki motor larinya kenthirrrrrr. Koklok cak dengkul. Lha koq iso kuenceng ki piye??…

Suzuki RGR150 dibekali mesin 147cc dengan bore dan stroke 59mm/54mm. Dari spek wae bisa ditebak nafas atasnya. Suzuki saat itu?memperkenalkan teknologi Super Scavenging System (SSS). Opo kuwi??. Sebuah desain pada dapur pacu dengan penerapan tiga multi lubang transfer dengan?tujuan meraih pembakaran maksimal. Dikawinkan dengan karbu Mikuni VM26SS, letupan power RGR mencapai 26HP. Halah…kecilll. Eitttt…jangan lihat power doang. Bobot RGR150 nyaris separuhnya Ninja 250 FI. 99,9 kg….enteng puol?kuwi. Tenaga segitu narik bobot bak bebek. Wisss…sampeyan hitung wae PWR-nya. Jadi IWB seperti nunggang motor spek drag race. Dan harus jujur IWB katakan soal power standart, performa sensasi RGR150 saat dibetot diatas Ninja 150. Sampeyan ?bayangin wae wis….

“RGR last gen dengan modifikasi pelk racing….”

Dilalah setelah muter-muter sebentar….lhoooo, koq bensine cepet banget turun? 🙄 . Garuk-garuk bathuk rek. Maklum pelajar ora gablek duit. Uang saku sak iprit, buat melihara RGR kayane ora sanggup…ngowoss pakde. Selidik punya selidik RGR150 memang super rakus dikelasnya. Untuk seliter Premium (saat itu harga sekitar Rp 725/liter) RGR150 hanya sanggup menjelajah hingga 5-6 km. Bongko kowe. Ketimbang bangkrut IWB langsung kabur bawa balik keempunya….

“Piye…mantap ora??” seru Udin. “Wedus ngeri aku Din. Ora rugi lek mu minggat..”seru IWB spontan. Udin terkekeh bungah tenan. Tampak wajah tengilnya memancarkan kepuasan tak terhingga. Sambil terus memandangi motor barunya, doi berujar. “Saiki sopo sing arep wani adu drag karo aku. Kene tak entekne. Max e Tomi ?. Tak pur 5 kilo kene…(sekarang siapa yang berani adu drag melawan aku. Sini aku habisin. Maxnya Tomi??. Aku pur 5 km)”serunya terbahak. Wah…jebule sik loro ati kalah sama GL-Max nya tomie to. Sobek njaran tenan…..(bersambung part 3/iwb)

Spesifikasi Suzuki RGR150

MODEL RG-V (SS)

DIMENSION AND DRY MASS L x H x W 680 x 1,970 x 1,120 m.m.
WEIGHT 99.8 kg.
PERFORMANCE
—MAXIMUM H.P. 26.5 PS. at 9,500 RPM.
—MAXIMUM TORQUE 2.1 kg.m. at 8,000 RPM.
ENGINE TYPE 2 stroke, forced air-cooled
FUEL SYSTEM SSS and SIPC
PISTON DISPLACEMENT 147 C.C.
BORE x STROKE 59.0 x 54.0 m.m.
INTAKE SYSTEM Piston and reed valve
STARTET SYSTEM Primary kick
LUBRICATION SYSTEM SUZUKI “CCIS”
TRANSMISSION CLUTCH SYSTEM Wet multi-plate type
TRANSMISSION 6 speed constant mesh
CHASSIS
—FRONT SUSPENSION Telescopic, coil Spring, oil dampened
—REAR SUSPENSION Swinging arm, oil dampened
FRONT TIRE SIZE 2.75 – 18 4PR
REAR TIRE SIZE 3.00 – 18 4PR
FUEL TANK INCLUDING RESERVE 11 liters
CCI ENGINE OIL TANK 1.2 liters

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!