iklan iwb

marc-rc213v-2017

Iwanbanaran.com – Bro dan sis sekalian….pada testing Valencia kemarin, Honda fokus pada RC213V terbaru. Walau tidak diungkapkan secara detil…banyak yang mengatakan bahwa mesin V4 anyar memiliki karakteristik suara “big bang” firing Pattern. Raungan mesin dianggap lebih lembut dibandingkan screamer dan ternyata indikasinya demikian sebab Marc membocorkan feeling yang dirasakan pada motor baru…..

“Diawal aku masih menggunakan motorku lawas. Setelah itu kita mulai bekerja pada motor baru. Dan sepertinya motor anyar lebih mudah dikendarai. Contohnya saat kamu membuka dan mengontrol gas jadi lebih gampang. Namun kami masih harus adjust elektronik pada mesin karena karena mapping torsi dan pengereman masih menggunakan mesin 2016. Jadi kadang-kadang output power masih terasa tidak terprediksi…”seru Marc. Terus apa kelebihan dan kekurangan mesin baru??…

iklan iwb

Aku rasa karakternya lumayan bagus. Namun yang pasti masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Yang terpenting kamu harus bisa kencang. Dan kemarin kami tidak terlalu kencang. Hari ini kami akan konsentrasi penuh pada motor baru. Mungkin dipenghujung waktu kami akan membandingkan untuk mengetahui semua bekerja baik…“tutup Marc. Marc Marquez sendiri finish keempat dengan lap time lebih lambat 0.172 detik dibandingkan Vinales….

Sebagai informasi, Honda selama ini cukup setia menggunakan mesin screamer dibandingkan dengan big bang. Mesin ini memiliki jeda waktu pengapian yang sama antar silinder. Ilustrasinya cak jika ada 4 silinder, maka dibutuhkan 720 derajat perputaran crankshaft, karena proses pengapian setiap silinder dilakukan setiap crankshaft berputar 180 derajat. Karakter mesin ini meledak-ledak dan powerfull….

Efeknya transfer tenaga sangat konstan. Namun sisi negatifnya ban belakang bekerja keras sehingga mudah sliding dan mengurangi keawetan ban itu sendiri. Karakter Screamer sempat digunakan Yamaha diawal pengembangan M1 sebelum Rossi mencoret dan memilih tipe big bang. Untuk mengakali kelemahan ini piranti elektronik mumpuni sangat penting agar ledakan tenaga mudah dikontrol. Namun karena menggunakan single ECU dari Magneti Marelli yang dianggap terlalu mundur ke belakang……sepertinya Honda mulai melirik pada konfigurasi big bang yang lembut….

Yup, untuk Big bang…jeda pengapian tiap silindernya lebih singkat yang membuat piston memiliki waktu istirahat sebelum pengapian berikutnya. Di MotoGP, diprediksi hanya butuh 90 derajat perputaran crankshaft untuk pengapian di 4 silinder. Keunggulan big bang adalah feedback power yang seakan-akan memberikan ban belakang waktu untuk mencengkram trek kembali karena transfer tenaga ada sedikit jeda. Karakternya lebih halus, tak meledak-ledak alias mudah dikontrol saat keluar tikungan. Dan Yamaha memilih mesin ini sejak era 990cc….

Last…jika terbukti benar, praktis hanya KTM RC16 yang memilih screamer dibanding big bang. Untuk Honda sendiri pasti butuh waktu mengingat revolusi tidaklah mudah. Hanya saja dengan berpindahnya Honda dari Screamer ke Big bang jelas memberikan pertanyaan cukup besar…apakah mereka ingin motor mereka sekuat Yamaha saat masuk dan keluar tikungan?. Soal ini perlu bukti lebih lanjut dimusim depan. Seruu kiiiiii…(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!