iklan iwb

Jorge-lorenzo--kiri--dan-valentino-rossi

Iwanbanaran.com – Pakde…sepahit apapun kenangan bersama team mate, tidak menghapus kesedihan Jorge Lorenzo yang harus meninggalkan Yamaha tahun depan. Setelah hampir 9 musim meniti karir disana…meraih berbagai kemenangan…kini kebersamaan tersebut akan segera usai di balap Valencia pekan ini. Kesedihan dan ucapan terima kasihpun dibuat Lorenzo khusus untuk Yamaha. Berikut isi suratnya….

Dari surat yang dibuat sang mantan juara dunia, kita menangkap kesedihan yang cukup dalam. “Aku telah membalap bersama Yamaha selama 9 musim, namun minggu ini akan menjadi hari terakhirku diatas M1. Ini akan memberikan sensasi yang cukup aneh. Aku menghabiskan waktuku disini. Kita sudah melewati lebih dari 150 race…meraih 43 kemenangan….

iklan iwb

“3 juara dunia…terpuruk beberapa kali namun bisa bangkit bersama-sama…melewati pengalaman luar biasa. 9 tahun bersama Yamaha akan menjadi bagian penting dalam hidupku selamanya. Tidak bisa diulang dan dilupakan. Aku ingin berterima kasih kepada Lin Jarvis yang telah memberiku kesempatan untuk masuk ketim pabrikan langsung saat usiaku masih 19 tahun. Masa dimana aku malah belum meraih juara dunia 250cc sekalipun di 2006…

“Aku juga sangat mengapresiasi kepada seluruh mekanik yang bekerja keras dan berusaha untuk memberiku motor terbaik dari awal hingga akhir bersama Yamaha. Serta kepada engineering Jepang Yamaha yang selalu memberiku motor pemenang. Tentu seluruh prestasi ini tidak mungkin bisa diraih tanpa kalian, terima kasih semuanya…”

Jorge+Lorenzo+MotoGP+World+Champion+Jorge+TTtNOGTI6XMl

Yup…itulah beberapa potongan surat perpisahan yang dibuat Jorge Lorenzo untuk Yamaha. Wajar kangbro kalau sedih….sebab diakui atau tidak yang membesarkan Lorenzo adalah Yamaha. Langsung nunggang motor yang sangat kompetitif membuat prestasi rider Spanyol ini langsung meroket. Apalagi pada perjalananya doi beberapa kali berhasil mengalahkan Valentino Rossi….

Last…kepindahan Lorenzo ke Ducati sebenarnya masuk dalam masa yang tepat. Tidak seperti ketika Vale bergabung ketim merah, pendekatan tim Bologna ditangan Gigi D’Ilna kini lebih menyerupai pada motor Jepang. Mudah dikendalikan namun mesin powerfull. Perbaikan akselerasi keluar tikungan juga dibantu elektronik Magneni Marelli sebagai single supplier ECU Motogp. Tidak heran Dovi dan Iannone seringkali juara ataupun masuk podium. Kita lihat saja sepak terjang Lorenzo di Ducati merah musim depan……..(iwb)

surat-lorenzojorge (2)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!