iklan iwb
iklan iwb
Euro 4 bike
“Motor Euro 3 vs Euro 4…..”

Iwanbanaran.com – Sugeng enjing selamat pagi kangbro. Isuk-isuk judule koq wis sangar tenan :mrgreen: . Ora po-po cak….IWB kali ini mencoba menjawab banyak pertanyaan dari para pembaca mengenai regulasi Euro 4 terbaru di Eropa. Regulasi yang sukses membuat penampilan motor menjadi kurang elegan karena bentuk silincer knalpot yang makin gede….. serta yang paling tragis adalah hilangnya beberapa varian termasuk Honda CBR600RR. Nah…sakjane Euro 4 ki panganan opooo sihhhh??. Yuk…kita bahas sama-sama kangbro….

Dunia ini sudah makin tua, polusi juga semakin tak terkendali karena jumlah kendaraan yang cukup masif. Sampeyan bayangkan tiap hari bumi ini harus menerima serangan polusi emisi gas buang dari kendaraan yang berlalu-lalang di belahan bumi. Jumlahnya mencapai jutaan sehingga kondisi tersebut harus dikendalikan. Oleh karena itulah Eropa akhirnya meracik regulasi emisi yang dari hari ke hari dan tahun ke tahun makin diperketat. Jika dulu kita kenal dengan aturan Euro 1-3….yang paling baru adalah Euro 4…..

Euro 4 adalah sebuah aturan yang mengatur batas ambang emisi polusi pada motor baru. Aturan diberlakukan pada semua kendaraan produksi massal yang dijual di Eropa. Untuk kendaraan roda dua sendiri Euro 4 mengacu pada regulasi European directive called Regulation (EU) No 168/2013 yang konsen pada motor baru tidak hanya mengatur ukuran atau dimensi plat nomor. Namun mereka juga fokus kepada emisi gas buang, perangkat safety termasuk ABS…

iklan iwb

euro-4Regulasi melahirkan beberapa ambang batas emisi gas buang, polusi suara (tidak boleh lebih 90db). Termasuk Euro 4 yang sukses membuat penampilan motor 2017 semakin unik akibat bentuk knalpot yang semakin besar. Lha piye kangbro….bisa buat gebuk maling saking gedenya. Pertanyaannya….kenapa Euro 4 termasuk kejam hingga beberapa pabrikan sampai mematikan produksi motornya plus modikasi silincer yang terkesan makin gemuk??…

Jelas Euro 3 beda dibandingkan dengan Euro 4. Sangat berat untuk lolos dari sana Jika pabrikan tidak all out. Euro 3 sendiri diperkenalkan pada tahun 2005 dan mulai di aplikasi pada produk baru tahun 2006. Aturan yang mengatur ambang batas karbon monoksida, hidrokarbon serta Nitro Oxida yang lebih ketat dibanding Euro 2. Pada saat itu pabrikan sudah menjejali motor dengan knalpot catalic converter untuk mengendalikan gas beracun serta mengatur ulang pembakaran lewat teknologi fuel injection dengan tujuan mengatur  jumlah BBM yang dibutuhkan supaya makin presisi serta sesuai kebutuhan. Kuwi Euro 3 cak. Sementara itu pada Euro 4 aturan ambang batas lebih ketat lagi……

bDibandingkan dengan Euro 3, Euro 4 mengharuskan CO tidak boleh melebihi ambang batas 1.14g/km….sedang pada Euro 3 posisi CO masih diijinkan hingga 2g/km. Lalu Euro 4 juga mematok NOx maksimal 0.09 g/km. Bandingkan Euro 3 yang masih dikisaran 0.15 g/km. Jelas kondisi tersebut memaksa pabrikan makin mempertebal catalic converter pada bagian silencer knalpot. Semakin ketat emisi serta tuntutan udara yang makin bersih maka juga dibutuhkan sekat yang makin kompleks untuk menangkap gas beracun dari hasil pembakaran. Tidak heran bentuk knalpot pun makin nggilani. Tapi…. Sebenarnya bukan itu yang membuat beberapa produk mati klepek-klepek…..

Pada Euro 4, European directive called Regulation (EU) menambahkan 2 poin tambahan dan inilah yang paling berat. Yang pertama adalah emisi evaporative serta kedua diwajibkannya motor dibekali run onboard self-diagnostic systems plus bukti bahwa motor juga masih tetap ramah lingkungan kendati sudah menempuh jarak jauh. Sik..sik…emisi evaporative ki opo?. Jadi gini Pak De….saat BBM penuh, sebenarnya di dalam tangki terjadi penguapan bahan bakar yang dialirkan oleh pipa khusus (biasa kita sebut pipa pernafasan). Nah…pada Euro 4 mereka mengatur ambang batas jumlah penguapan yang diijinkan. Aturan berdasarkan penyelidikan bahwa penguapan dari tangki BBM bisa lebih ganas dibandingkan emisi gas buang itu sendiri….

NinjaOleh karena itu pada Euro 4 motor harus lulus uji SHED test (Sealed Housing for Evaporative Determination). Kemudian yang kedua motor juga harus sudah dibekali dengan onboard diagnosis (OBD1) sebuah fitur yang akan mampu mengukur serta merekam status emisi management system yang akan memberitahukan jika emisi gas buang tunggangan tidak sesuai ambang batas. Sistem ini sekaligus juga akan memberitahukan kepada teknisi jika motor memiliki jumlah gas buang yang tidak sesuai dengan regulasi dan harus dilakukan servis secara menyeluruh. Jiannnn ribet tenan kangbro emang….

Last…. tidak heran banyak motor berguguran dan tidak mampu dilanjutkan produksinya karena alasan biaya yang cukup tinggi sehingga pabrikan memilih untuk meracik mesin baru. Sementara beberapa motor yang sudah eksis terlebih dahulu dan memenuhi syarat Euro 4 contohnya adalah Honda Africa Twin, Yamaha MT10 serta new GSX-R1000. Beberapa produk yang menjadi korban Euro4 contohnya adalah Honda CBR600RR, Suzuki GSX1400, Yamaha XJR1300 (tahun depan discontinue) dan masih banyak lagi lainnya. Mungkin Aturan diatas terkesan kejam. Namun jika kita Sudi merenung dan berpikir, regulasi sebenarnya sangat positif yakni menjaga planet ini dari kehancuran. Dengan Euro 4…. jangan kaget jika bau bensin saat pagi hari di garasi juga akan hilang ke depan. Lawong uapnya diatur cak. Nah….wis dapat gambarankan mzbro?. Yo wis…saiki IWB adus sik…..keriting rek nulis panjang benerrrr :mrgreen: …..(iwb)

 

 

 

iklan iwb
Previous articleLady biker penunggang Yamaha R15 ini njepit boncenger dalam satu jok……
Next articleTips mengkilapkan casing non painting tunggangan….kreatif ki!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!