iklan iwb
“Gambar hanya ilustrasi….jepretan lawas ki cak…”

Diakui atau tidak…..peran para makelar dalam merontokkan suatu produk sangat besar kangbro. Dan saat ini IWB melihat trennya sudah kebalik khususnya untuk harga bekas skutik. Jika sebelumnya dikuasai Yamaha karena banderol Mio cukup tinggi namun sekarang posisinya betul-betul tergenjet oleh Honda. Baik harga baru ataupun bekas. Kondisi ini IWB temukan ketika ngintip harga skutik bekas di salah satu dealer motkas kota Depok….

Saat IWB sambangi dealer tersebut….berjejer line up yang didominasi merk Honda. Mulai dari Vario, Scoopy hingga Beat. Sedang sport terlihat CB150R versi SE dengan sasis dilabur merah. Yang unik..IWB hanya segelintir melihat produk Yamaha. Bahkan Suzuki malah blas nggak terlihat. Weksss….koq aneh yak. Namun karena kepalang tanggung IWB pun langsung masuk kelokasi untuk sekedar bertanya-tanya. Akting sebagai pembeli cak :mrgreen: …..

iklan iwb

“Mz….ini Vario 150 berapa?” tanya IWB. Si penjaga langsung mengintip price list. “18,6juta mz…”serunya singkat. ?IWB mengerutkan dahi. Wah iki ora beres ki banderolnya. “Lhooo….koq masih tinggi benar?” uber IWB. “Iya….ini kan 2016 mz..”?jawabnya santai. Mata IWB menyapu satu persatu jualan si abang dealer Motkas. Asli….sejauh mata memandang 80 persen brand Honda. Opo karena saking banyaknya populasi ya cak. Soal inipun IWB menanyakan ke doi. Jawabannya….

Ada sih mz…tapi agak jarang karena kita memang prioritaskan matic Honda. Lakunya lebih cepet...”tuturnya. Yup…sebuah jawaban yang hanya berpijak pada orientasi bisnis. Artinya mereka memilih motor yang cepet muter karena pengaruhnya pada profit. Sebagai informasi motkas ini banyak bermain dilevel bawah. Terbukti?IWB tidak menemukan sport 150cc keatas. Artinya yang dibicarakan doi pastinya model skutik pada range 18 juta kebawah.?“Ditahun sama…antara Beat vs Mio bedanya bisa antara 1,5-2 juta. Mio lebih murah..”serunya lagi membuat IWB tercengang….

Yamaha Mio M3 vs Honda Beat (1)

Dari penuturan diatas bisa kita simpulkan…peran makeler dan pedagang sangat dominan. Ketika mereka menganggap produk perputarannya lambat….maka nawarnyapun seenak udele dewe. Inilah yang merusak harga jual sebuah produk. Dan yang menjadi korban sekarang adalah skutik Yamaha. Cukup sulit memang mengintervensi mereka karena setiap tindakan berdasarkan keuntungan bisnis belaka. Sebagus apapun produk jika dianggap kurang direspon pasar dengan baik….siap-siap nasibnya kurang beruntung untuk resale value….

Last…Yamaha Mio yang sempat dominan dan memiliki harga pasar bekas tinggi kini tinggal masa lalu. Sebuah fakta mengejutkan mengingat gap banderol juga tidak logis. Tentu Yamaha harus bergerak dan berusaha membuat produk mereka kembali digandrungi pasar. Berat memang tapi harus dilakukan. Karena habit dan budaya konsumen dinegeri ini sebelum membeli produk selalu bertanya…“harga bekase duwur (tinggi) ora?“. Nah…kalau sudah begini kembali skutik Honda diuntungkan. Btw ditempat sampeyan sendiri piye kang…..sama dengan Depok nggak ki ? (iwb)

MVAI-Banner-1

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!