iklan iwb

Pirelli_diablo (3)

Bro dan sis sekalian…..mungkin tidak banyak yang tahu bahwa status line up Ninja 250 FI sudah tidak lagi didatangkan secara CBU (completely built up) pertahun 2016. Untuk menekan beban pajak….KMI sukses melakukan import dari Thailand dengan sistem CKD (completly knock down). Dengan kondisi tersebut banyak pembaca yang mempertanyakan pricing….kenapa dengan sistem CKD Ninja 250FI tidak lebih murah dan tetap manteng pada harga sebelumnya???. Untuk menjawab pertanyaan tersebut IWB langung bertanya kepada?Michael C. Tanadhi serta Sucipto (Marketing Deparment PT KMI). Dan berikut jawabannya….

Seperti yang kita tahu, mayoritas produk Kawasaki diproduksi di Thailand termasuk Ninja 250 FI. Sejak awal motor ini dipasarkan secara CBU…yakni import utuh dari negeri gajah putih. Namun seiring waktu berjalan….PT KMI akhirnya memutuskan untuk mendatangkan secara CKD (complety knock down). CKD sendiri berarti barang dibawa dari Thailand dalam bentuk terurai lalu kembali dirakit ditanah air.?Dari sistem import CKD ini jelas pajak dan bea masuk jauh lebih murah….

iklan iwb

Jika tidak salah PT KMI sukses melakukannya pada Ninja 250FI sejak awal tahun kemarin. Namun pertanyaannya….kenapa banderol paralel cylinder ini tidak lebih murah?. Kenapa Ninja 250 FI masih nongkrong diposisinya seperti banderol CBU yang dianka 58-68 jutaan?. Itulah pertanyaan pembaca yang banyak mampir ke newsroom IWB. Nah…ketimbang banyak berspekulasi…IWB pun akhirnya berinisitif menanyakan langsung ke?Michael C. Tanadhi serta Sucipto (Marketing Deparment PT KMI). Jawabannya adalah….

Kan inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar berbeda. Jadi seharusnya harga Ninja 250 FI sudah naik kalau status CBU. Namun dengan CKD kita bisa pertahankan ?diharga lama dan tidak ada kenaikan...”ujar Michael. OOOooooo ngono to (panjang bener rek O-nya :mrgreen: ). Artinya…jika saja Kawasaki tidak meng CKD-kan Ninja 250FI, pasti motor fairing ini sudah naik signifikan kangbro. So…dengan sistem import CKD yang sudah berjalan, maka banderol Ninja dari dulu hingga sekarang jadi relatif stabil. Ngono cak….

Last…status CBU ke CKD pada prakteknya ternyata tidak serta merta membuat banderol produk jadi turun signifikan. Beberapa pengalaman masa lalu menjadi bukti kongkret tak terbantahkan. Ambil contoh saja Satria F150 gen awal yang import utuh (CBU) dari Thailand lalu di CKD-kan PT SIS.?Sekarang Ninja pun demikian. Jadi sampeyan jangan tanya lagi pakde…kenapa nggak turun….nyapo banderol tetap…kudune mudun dan bla-bla terhadap Ninja 250 FI CKD. Sebab jika tidak di CKD…..banderol Ninja harusnya sudah naik. Gitu kira-kira. Wis mudeng ya cak…..(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!