iklan iwb

rossi-iannone

Bro dan sis sekalian…walau tahun depan Iannone tidak lagi di Ducati, namanya jelas akan menjadi sejarah tak terlupakan bagi Ducati. Mengakhiri masa paceklik juara pertama sejak Casey Stoner ditahun 2010…..rider Italia memang membalap seperti didunia lain. Lorenzo sendiri mengatakan Ducati “In another world” di Austria. Sebuah pengakuan bahwa kali ini tim Italia memang bukan lawan mereka. Nah…pertanyaanya kenapa Iannone begitu perkasa dan malah torehkan best time kisaran 1 menit 24 diakhir-akhir lap?. Berikut alasan dan analisanya….

iklan iwb

Diluar urusan mesin yang sudah IWB bahas sebelumnya, tentu balapan tidak hanya soal speed. Ada yang namanya kontrol. Disinyalir itulah yang membuat Iannone sukses sabet posisi satu mengalahkan rekannya Dovisiozo.“Ya…aku kecewa dengan itu (pemilihan ban). Kita bekerja dengan sangat baik dan motor begitu sempurna. Aku mengerem lebih baik dibanding Iannone namun aku tidak memililiki level traksi yang sama….

Khususnya sisi kanan ban diakhir-akhir race. Bukan karena ngedrop karena degradasi (pengikisan) namun akibat?kurangnya traksi. Aku berusaha keras ngerem sedeket mungkin….ngepush dengan keras mencoba untuk mendekat agar bisa menyalip dia tapi tetap tidak bisa. Karena itulah aku kecewa...”tutur Dovi. Senada dengan Dovi, Lorenzopun ternyata cukup terkejut dengan performa Iannone…..

2016-motogp-tech-1

?“Diawal Iannone tidak terlalu kencang seperti dugaanku. Namun yang aneh bukannya melambat…dia malah makin kencang dengan ban tipe lunak. Tapi aku aku merasa posisi ketiga seperti kemenangan karena Ducati hampir seperti didunia lain baik saat tes, kualifikasi hingga race. Finish ketiga dengan jarak hanya 2 detik cukup mengejutkan dan kami puas oleh karenanya…“tutur Lorenzo…..

Last…Iannone adalah satu-satunya rider grup depan yang menggunakan kombinasi ban soft dibagian depan dan hard belakang. Sementara baik Dovi, Rossi serta Lorenzo masing-masing memilih ban depan medium dan belakang hard. Ternyata prediksi mereka ban lunak diakhir-akhir lap akan kedodoran tidak terbukti. Justru Iannone malah mendapatkan ekstra grip diaspal Austria hingga race usai sekalipun. Kemungkinan suhu tarmac ketika race lebih ideal bagi ban soft kompon dibanding medium. Bukti betapa trickynya sebuah balapan. So…race hanya ngomongin power??. Salah kaprah pakde. Pirelli wae wis ngomong….”power is nothing without control”….sik protes?. Dovi wae cekot-cekot kuwi :mrgreen: …..(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!