iklan iwb

anak sd nunggang motor (2)

Iwanbanaran.com – Sampeyan pernah geregetan nggak jika melihat anak dibawah umur sudah pecicilan nunggang motor. Minimnya pengalaman?membuat potensi kecelakaan cukup besar. Dilalah dinegeri ini masih ada orang tua yang cuek dan tetap mengijinkan anaknya nunggang motor sendirian. Seperti anak SD kelas 4 di Banjarmasin berikut ini…….
MBtech-iwanbanaran.com (22 Jun-15 Jul'16)

 

iklan iwb

Kejadian dialami bro Arief yang nyaris kecelakaan karena ulah anak SD kelas 4 nyelonong keluar dari komplek tanpa menoleh…memelankan kendaraan ataupun menyalakan lampu sein. Bro Arief untung?memiliki reflek cukup bagus?sehingga kecelakaanpun bisa dihindari. Berikut surel bro Arief ke IWB…..

Assalammualaikum kang Iwan, semoga sehat, berkah dan sukses selalu.

Laporan fans IWB dari Banjarmasin, kota seribu sungai. hari ini (kemarin), selasa 19 juli, di hari ke-2 dimulainya jadwal anak2 bersekolah, Tadi siang barusan jam istirahat saya menuju kantor, hampir aja nabrak motor yang “selonong-boy” langsung blok kiri keluar dari komplek tanpa kasih sen ataupun memperlambat laju kendaraan, untungnya masih sempat reflek narik rem depan-belakang, hampir saja saya front wheelie (haha) dan untungnya lagi gak ada kendaraan lain dibelakang, bisa bisa saya yang disundul dari belakang.

Ajaibnya yg bawa motor ternyata kelas 4 es-de, tidak pakai helm, kaki masih jinjit, dan ajibnya motornya dilihat dari nopol sepertinya baru dibeliin emak atau babe di 2016 ini. setelah beberapa meter dari TKP saya ambil HP dan saya susul, dan abadikan gambar mereka sembari saya tegur baik2. alhamdulillah anak saya yang SD sudah saya beri pengetahuan tentang peraturan berkendara dan safety di jalan sejak dini sehingga emoh tuh coba2 pegang motor matic dirumah. *jadi ingat anak 🙂

Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota ini saja, saya yakin di beberapa pelosok atau kota lainnya di indonesia sangat banyak yang berkendara dibawah umur dan asal njeblak spt ini.

Namun semuanya dampak dari problematika yang rumit di negara ini, seperti di Banjarmasin jangan heran kalau angkot angkutan umum tersedia, karena angkot sudah punah dan termasuk “collector-item” (langka) disini haha, jadi istilah disini “satu-jiwa-satu-kendaraan-bermotor” atau “one-man-one-vehicle” itu berlaku. Taxi pun tidak diperkenankan beredar didalam kota, hanya rute luar kota dan bandara.

Dan pada jam jam sibuk dikota ini juga kemacetannya tidak mau kalah seperti kota metropolitan disana, bahkan sewaktu waktu sudah di level “MAMPET” tidak bergerak 1-2 jam dan bukan “MACET” lagi. persis kemaren 18 july hari pertama bersekolah, disini terjadi “MAMPET 2 jam” dan beritanya diliput media2 cetak.

Analisa saya, hal ini terjadi (disini) dikarenakan pertama populasi tentunya makin bertambah, kemudian pengembangan infrastruktur minim, pembuatan akses baru (jalan, new route) tidak ada, planalogi / tata kota yang tidak dikelola jangka panjang/pendek dengan baik oleh Pemerintah disini serta tidak ditertibkannya bangunan/tempat keramaian seperti toko/rumah makan dll yang “makan-jalan” untuk parkir atau menaruh reklame sehingga campur aduk yang berefek salah satunya pada lalu lintas yang semrawut. Jangan heran disini kalau menjumpai mobil yang berhenti dan parkir di badan jalan, padahal sisi bahu jalan masih lebar, dilalah dan entalah hanya bisa mengelus dada kang, motor pun tidak mau kalah demikian”. begitu juga “keunikan keunikan ” lainnya yang ditemukan dijalan, harus banyak2 sabar berkendara disini.

wah jadi melipir ke yang lain ya laporannya, btw semoga emak atau babe anak tadi baca artikel kang Iwan dan sadar, hehehe

Ya, Semoga kesemrawutan jalan dan lalu lintas ditempat ini dan tempat lain di negara ini segera usai dan semua aman damai nyaman sejahtera… aamiin.

Wassalam
Arief

anak sd nunggang motor (1)

Waallaikumsalam wr.wb. IWB sampai ngowoh ki baca surelnya…komplit tenan sampai ada opini juga. Tapi poin yang kita garis bawahi disini adalah masih kekeuhnya orang tua memperbolehkan orang tua anaknya yang masih dibawah umur nunggang motor dijalanan. Bukan apa mzbro….kan kasihan kalau ada apa-apa dengan mereka. Secara pribadi IWB nggak akan nyalahin sibocah. Tapi orang tuanya yang bersalah karena kunci sebenarnya dari sana. Tanpa pembekalan apapun…..jelas gaya berkendara sruntulan berpotensi menimbulkan kecelakaan….

Last…sudah sering IWB bahas artikel tentang ini tapi tetap saja terjadi hal konyol seperti diatas. Sampeyan bayangin wae kalau sibocah nyungsep irunge (hidungnya) ilang….lhak yo shock pakde. Wis ora pakai helm lagi. Hal-hal ini coba dibayangkan sebelum mereka akan nunggang motor biar nggak nyesel belakangan. Jika tidak ada angkot sebagai alat transportasi, mungkin ada baiknya sepeda onthel digalakkan lagi khusus buat anak-anak dibawah umur. Sebab semakin kencang sebuah kendaraan potensi nyawa melayang makin besar. Jangan pernah remehkan speed kangbro………(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!