iklan iwb
iklan iwb

Iwanbanaran.com – Rada puyeng juga IWB saat ingin pergi ke stasiun. Tiba-tiba IWB langsung kepikiran buat jajal Gojek. Lho…koq jajal??. Kemarin kemana aja??. Pengakuan ki kangbro…sekian lama baru nyoba pakde. IWB memang lebih demen nunggang motor sendiri. Tapi karena terdesak kondisi…..aplikasi yang sudah tertanam di HP dipergunakan juga. Selesai….nongkrong….3 menit….HP berdering. “Pak…ini Gojek !”seru suara sosok diseberang sana. Weittttttt….cepet benerrrrrrrr. Tidak lama…tukang Gojek datang menggunakan bebek tua. Wah…koq feeling kurang enak ya…..
MBtech-iwanbanaran.com (22 Jun-15 Jul'16)

Setelah kelar kemas-kemas, IWB segera naik dijok belakang. Motor kecil yang sudah berusia ini langsung ambles saat IWB duduk. Byuhhh…tobat ki. Tapi tukang Gojek yang tidak muda lagi (estimasi berusia 54 tahun) ini cukup pede. “Stasiun Pondok Cina ya mz??” serunya memastikan. “Iya pak….”jawab IWB. Sebuah helm butut disodorkan. Jelas terlihat helm ini merupakan saksi hidup perjuangan si bapak mengais rejeki. Wis kumel tenan. Tali juga asal nyambung. Tanpa banyak protes IWB pun mengenakan dikepala. Motor melaju….

iklan iwb

Gemeretak rantai kendor membuat IWB makin nggak nyaman. Gas dibuka….motorpun melaju. Disinilah IWB mulai ciut nyali. Bebek tua ini digeber lumayan kencang. IWB hanya berpikir…ini rem benar nggak. Jangan-jangan dibetot nyelonong. Maklum bobot kita tidaklah ringan. Kinerja komponen pasti bekerja lebih berat. Menyusuri jalanan Pekapuran…..si bapak mulai terlihat style nyetirnya. Wusss….ada celah wusss…..sedikit ruang wussss. Wihhh…sambit kiri kanan pakde 😯 . IWB terpaksa menelan ludah karena jantungan….

Masuk jalanan cepat dijalan baru…speed motor makin menjadi. Gemeretak yang entah dari mana asal suaranya membuat IWB gelisah. “Pak…pelan aja pak. Saya nggak buru-buru koq…” celoteh IWB. Entah dengar atau tidak, sibapak diam tidak menyahut. Berubah??. Ora mzbro. Gaya nyetirnya tetap ngeri. Asli ora lucu ki IWB dlosor dibonceng. Biasa ngetes motor pada kecepatan tinggi tapi dibonceng rider model begini tak ayal membuat IWB sering tahan nafas. Lha piye….spion motor orang sering didekat muka IWB. Sobekkk njaran tenan. Rossi putus ki ama sibapak. Akhirnya IWB hanya bisa pasrah….

Masuk jalan Margonda IWB lega puol. Ketegangan mulai menurun karena jarak sudah dekat. Belok digang stasiun….jantung sudah berdetak normal. “Alhamdulillahhh…slamet ya Allah..”gumam IWB. Bisa sampeyan bayangkan siksaan yang IWB rasakan.  Tepat didepan stasiun…..IWB turun sambil membayar transaksi. “Terima kasih pak….ati-ati ya pak..”ujar IWB dengan senyum tertahan. “Sama-sama mz…”jawab sibapak sambil memutar balik tunggangan kesayangan. Tidak lama doipun berlalu dari lokasi. Legoooo rekkk…..

Last…dari kejadian diatas bisa disimpulkan, keberadaan Gojek, Grab bike atau apapun itu memang luar biasa sangat membantu. Kecepatan responnya membikin IWB bengong. Namun pada saat yang sama….gaya berkendara dijalanan masih menjadi PR bagi pasukannya dilapangan. IMHO akan lebih baik ada filtering baik dari motor yang digunakan serta skill rider….kira-kira layak tidak. Tentu saja tidak semua tukang Gojek memiliki gaya seperti bapak diatas. Hebatnya ki….IWB cukup jarang mendengar kecelakaan yang melibatkan Gojek ataupun Grab bike. Ilmunya tinggi-tinggi berarti cak. Btw…sampeyan sendiri gimana. Pernah punya pengalaman serupa saat menggunakan jasa mereka??…..(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!