iklan iwb

460x110(3)

Yamaha Xabre 150 -iwanbanaran (4)

Bro dan sis sekalian…..tren yang terus bergeser membuat seluruh pabrikan berlomba-lomba memberikan lampu yang makin hemat dan energy dan terang. Namun….lampu LED ini ternyata bisa menjadi buah simalakama jika bertemu petugas. Alasan silau menjadi dasar tilang dilakukan. Pertanyaannya….benarkah petugas berhak menilang padahal lampu adalah standart dari pabrikan??…..
IWB-Banner-Animated

iklan iwb

banner-promos

Untuk menelurkan sebuah produk, pabrikan selalu menggandeng seluruh unsur terkait agar motor bisa dikatakan layak jalan. Karena itu muncullah namanya proses uji tipe. Dilalah pada prakteknya…teman-teman kadang masih saja ditilang walau semua standart pabrikan karena alasan lampu menyilaukan. Tentu saja IWB juga garuk-garuk kepala. Lha…pertanyaanne, kita kudu piye??. Mumpung bertemu dengan beberapa tim AHM HC3 dan tim teknis Pak Sarwono serta pak Edi (gathering Blogger)…IWB coba coba menanyakan perihal ini dan berikut jawabannya….

Motor sebelum dikatakan layak jalan selalu diuji oleh berbagai department terkait. Jadi kalau LED sebagai alasan seharusnya tidak...”ujar pak Nyoman. “Intensitas cahaya juga sudah diukur kekuatannya agar tetap aman untuk pengemudi didepannya…“tambah pak Edi. Artinya….sinar putih LED harusnya tidak bisa menjadi delik pasal untuk menjerat rider dengan tilang. Kecuali jika arah sorot lampu “ndangak” keatas baru petugas bisa melakukannya karena dianggap mengganggu keselamatan. “Betul…kalau menyilaukan karena sorot lampu terlalu keatas baru petugas bisa menilang…“seru pak Nyoman lagi….

Yup….baik LED ataupun halogen jika arah sorot lampu tidak wajar membuat silau, maka petugas berhak menilang. Biasanya mereka menggunakan pasal Undang Undang Negara Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 tentang keselematan berlalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 279 yang berbunyi…”Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah)..”. Nahh..gamblang to….

new cb150r tes harian (2)

Jadi konsennya “dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas”. Jadi bukan LED-nya mzbro….namun sorot lampunya. Lha terus piye kalau pabrikan menyeting headlamp terlalu”ndangak” keatas??. Ada baiknya kita sendiri mengecek ulang dirumah. Dan untuk pabrikan sendiri, IWB sarankan supaya ada divisi khusus atau bagian QC agar ketika motor dikirim kekonsumen dicek juga sorot lampu ini. “Biasanya bagian dealer sudah melakukannya. Tapi masukannya akan kami tampung dan teruskan kepihak terkait kang...”ujar pak Nyoman cukup melegakan…..

Yup….LED memang memiliki cara adjust yang unik tidak seperti bohlam biasa sebab arah tembakan sinar diatur dari dalam dinding reflektor. So….akan lebih baik pabrikan langsung yang mengatur secara detil supaya tidak harus konsumen yang melakukannya. Dengan makin bergesernya tren dan teknologi…IWB yakin, lampu LED akan menjadi perangkat standart seluruh pabrikan dimasa depan. So tidak ada alasan light emitting diode technology menjadi kambing hitam atas beberapa kasus tilang akibat sorot lampu dijalanan. Nah…wis mudeng kangbro?. Cek sorot lampu sekarang pakde !! (iwb)

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!