iklan iwb

460x110

D-Tracker 150

Bro dan sis sekalian…sopo sing ora ngiler melihat tampang D-Tracker 150 terbaru racikan Kawasaki. Dibekali dengan ban velg ukuran 17 inch….IWB sukses jajal sang kuda besi melaju dijalanan. Suwun buat bro Izza Rohman yang sudi meminjamkan tunggangannya keIWB untuk dites dalam berbagai kondisi. Nah….apa plus minus dari D-Tracker 150 velg 17inch ??. Berikut hasil oprek IWB….
Mtx-440

iklan iwb

Secara umum ketika sampeyan melihat D-Tracker 150 V17 (velg)…..kita akan melihat tampang yang lumayan gagah. Aura ini beda dibanding generasi sebelumnya yang dicangkokin ukuran spoke wheel lebih mungil. Dijual dengan banderol 28,9 juta untuk versi standart dan 29,9 pada versi special edition….IWB berkesempatan jajal versi stock tanpa pendongkrak penampilan. Maklum mzbro…versi SE hanya beda secara visual. KMI menjejali legs protector, hand guard, engine guard serta dilabur warna hitam pada pelk almunya. Selebihnya sami mawon termasuk sisi dapur pacu. Nah…terus piye sensasi saat riding??….

Ergonomi

D-Tracker 150

D-Tracker 150 V17 memiliki tinggi jok sekitar 840 mm dan jarak ketanah 270 mm. Disini sampeyan bakal merasa posisi sudah cukup tinggi namun tetap pas dengan postur tubuh rata-rata Indonesia (170an cm). Saat nongkrong diatasnya…feel yang kita rasakan adalah….nyaman, terkontrol dan simpel. Kenapa nyaman?. Sebab walau mungil….jok terasa empuk. Selain itu akibat tanki yang kecil bak trail KLX150…..paha menjepit dengan sempurna. Didukung model stang fat bar…..IWB yakin gerakan sang kuda besi akan terkontrol. Untuk itu memang kudu kita buktikan dilapangan….

Yang ketiga…..simpel. IWB sebut simpel karena KMI menjejali panel speedometer yang sederhana banget. Tanpa indikator tendangan mesin (RPM)….speedometer bisa IWB katakan old fashion habis. Mungkin Kawasaki ogah mengubah desain secara ekstrim. Kemajuan yang dilakukan mereka ada pada indikator bensin sebab setahu IWB versi dual purposes lawas hanya dijejali lampu seperti halnya Ninja 150 ketika bensin tirus. Impressi awal ergonomi riding D-Tracker 150 V17….posisi cukup menyenangkan dan rileks….

Engine

D-Tracker 150

D-Tracker 150 dibekali mesin SOHC 4tak, 2 katup common part dengan KLX150. Untuk cooling sistem….sang kuda besi masih mengadalkan udara (air cooled), pengabut bahan bakar karbu serta transmisi 5 speed. Power diklaim tembus [email protected] dan torsi 11,[email protected] IWB yakin dengan melihat spek…sampeyan pasti bergumam….hhmm biasa wae mesinnya. Memang….jangan bandingkan dengan street bike lain yang kini sudah bermain dikisaran 15-17 hp. Credo peracikan motor sepertinya bukan konsen pada performa engine. Dan ini IWB buktikan saat test ride….

Wisss…ora sabar IWB langsung muter kontak, pencet starter dan…..menyala. Hhhmmm…..suara motor D-Tracker 150 ternyata cukup garing dan alus. Karakternya terkesan kurang gagah. Saat idle-pun….vibrasi engine sedikit terasa dibagian stang. Digeber-geber juga senyap tenan. Mulai menarik kopling…masukin perseneling dan….gas dibuka. Yang IWB rasakan adalah….kopling empuk pakde. Sampeyan nggak perlu menarik terlalu kuat untuk mengoperasikan clutch. Begitu pula puntiran gas….lha koq enteng bener yak. Dari sini IWB bisa membayangkan….sampeyan tidak akan terlalu capek saat menembus jalanan macet. Ora nyikso judule kangbro. Terus gimana dengan reaksi engine??….

Kawasaki D-Tracker 150 (14)

Bener prediksi sampeyan. Power nyaris tidak terasa njambak khususnya pada low hingga middle RPM. Karakternya linear tidak mengagetkan. Satu yang menjadi perhatian IWB adalah karakter mesinnya dimana getaran distang malah hilang saat masuk pertengahan dan nongol lagi pada high RPM. Walau vibrasi ini masih dalam tahap toleransi tentunya. Dari analisa IWB….karakter linear engine disumbang oleh sproket gear belakang. D-Tracker menggunakan ukuran lebih kecil dibanding KLX150. Jika D-Tracker 43…maka KLX 45/46. Responnya jelas….

Mengurangi kemampuan torsi namun menambah nafas sang kuda besi. Jika KLX lebih nampol tarikan bawah namun bernafas pendek…maka D-Tracker torsi lemah tapi nafas pergigi lebih panjang. Kemampuan engine juga harus digandoli ban berukuran cukup gambot yakni depan 100 dan belakang 120. Hal inilah yang membuat feel linear saat kita buka gas dalam. Sayang pada test ride IWB tidak mampu ngetes konsumsi BBM karena keterbatasan waktu. Lha piye…jajal cuma sejam pakde. Btw….jangan tanya top speed yo, ora iso kang….

Handling

D-Tracker 150

D-Tracker 150 V17 dibekali suspensi model Uni-Track adjustable 5 tingkat (Showa). Dikawinkan dengan suspensi depan model USD 35mm…..digunakan melaju dijalan raya, D-Tracker 150 cukup anteng. Saat manuver zig zag-pun nurut untuk ukuran motor jangkung. Tapi jangan samakan dengan street bike pada umumnya ya kangbro. Sebab jika digunakan belok ekstrim…..gejala limbung masih terasa. Feel-nya kurang pede. Tapi beda cerita saat melaju dijalanan rusak atau tanah bebatuan…..

Reaksi suspensi depan mampu bekerja dengan sangat baik. Hantaman roda depan diredam suspensi USD sehingga tangan distang tidak perlu merasakan stress berlebih. Dipadu dengan monoshock Uni-Trak….goncangan pada tubuh tidak terlalu terasa. Wohhh….jain istimewa tenan ki soal redam meredam. Ora ngapusi (boong) komponen up side down yang dicangkkokan pada D-Tracker 150. Bobot sang kuda besi juga termasuk enteng yakni 118 kg. Dipadu tanki kecil berkapasitas 6,9 liter…..entengnya membantu rider mudah melakukan kontrol disegala kondisi….

Pengereman

Kawasaki D-Tracker 150 (21)

Nahhh….iki sing bikin ngilu pakde. Awal jajal IWB sudah dibuat terkejut dengan reaksi tuas rem depan yang super ringan dan pakem. Colek dikit langsung….sreetttt, berhenti. Sampeyan kudu hati-hati betot sebab takutnya malah roda mengunci karena kita tidak perlu menarik kuat untuk melakukannya. Dibekali rem depan semi-floating 300mm twin piston dan belakang 220mm single piston…..IWB harus berikan nilai tertinggi soal kepakeman braking. Pakemmm puol soale…..

Finishing

D-Tracker150 (2)D-Tracker 150 (6)

Jujur kangbro….untuk sisi ini D-Tracker 150 seperti meninggalkan ciri khas Kawasaki. Entah kenapa untuk finshing….IWB sedikit kecewa karena diluar ekspetasi untuk motor berbanderol 28 jutaan. Painting pada crankcase engine, material yang dijejalkan seperti bukan milik Kawasaki. Untuk memastikan…IWB sampai sempat meminta opini pada Doni apakah penilaian pribadi salah?. Tapi Doni ternyata memberikan penilaian yang sama. “Iyo mz….koyok duduk (bukan) Kawasaki ya..“serunya….

Yang paling kentara adalah sepuhan cat yang melaburi mesin dan sasis. Kemudian material pada trasmisi dan besi yang memegang USD (segitiga clamp bawah) yang terkesan kasar. Yah….mungkin Kawasaki konsen pada kekuatan bukan finishing. Sebab jika sampeyan mencari finishing dan kualitas…keduanya belum tentu jalan beriringan. Finishing alus…tapi komponen gampang prothol juga ada. Tapi finishing kasar dilalah tahan banting juga banyak. Dan bisa saja posisi D-Tracker ditaruh dibagian belakang….

Kesimpulan

D-Tracker 150 V17 menawarkan kehandalan dalam menaklukkan jalanan yang kurang bersahabat dewasa ini. Anti main stream karena terkesan laki banget. Sayang kita harus kesampingkan sisi engine yang memang terkesan biasa tidak terlalu menonjol. Justru yang menjadi nilai jual D-Tracker dalam pandangan IWB adalah kemampuan USD depan yang berhasil menunjukkan kinerjanya….handling mantap dijalanan rusak ataupun aspal mulus serta desain macho ciri khas street model dual purposes bike.? Nah…kini IWB kembalikan kesampeyan semua untuk memutuskan, apakah D-Tracker 150 pantas masuk dalam daftar belanja?. Tunggu mega gallery detilnya mzbro….(iwb)

D-Tracker 150 D-Tracker 150

Kredit : Bro Izza Rohman dan Doni TA

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!