iklan iwb
iklan iwb

Web banner 460X110px

Michelin

Bro dan sis sekalian….para pembalap sudah kelar ngetes ban Michelin. Menggantikan posisi Bridgestone tahun depan…..ternyata banyak pembalap bertumbangan. Secara total ada 12 rider yang dlosor dan ini bukanlah jumlah yang sedikit. Terus apa yang salah dan kenapa bisa dengan mudah mereka crash saat menggunakan ban Michelin??…..

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

460x110 IWB

Y P 440

Secara total ada 12 rider yang harus mencium gravel. Diantaranya Marquez, Crutchlow, Pol Espargaro, Aleix Espargaro (2 kali), Laverty (2 kali), Vinales, Bautista, Bradl, Miller, Rabat dan Iannone. Menurut Marc…Michelin memiliki karakter berbeda dibanding Bridgestone. Ban ini memiliki traksi belakang jempolan…tapi depan kurang traksi khususnya saat digunakan miring ekstrim ditengah tikungan….

“Di Aragon kami memiliki banyak masalah dengan ban belakang. Setelah sepuluh lap kondisinya benar-benar hancur. Yang depan lebih baik tapi tidak begitu buruk. Sekarang [yang kami uji di sini] ban depan malah sulit untuk dipahami. Kami melihat banyak rider jatuh karena memang tidak ada peringatan. Kamu merasa baik, baik, baik, baik dan tiba-tiba kehilangan traksi. Bridgestone mantap bagian ban depan. Sebaliknya Michelin luar biasa pada ban belakang. Kita masih berusaha untuk mengerti karakternya..”tutur Marc. Anehnya beda Marc, Iannone mengaku cukup puas….

“Aku sangat senang dengan ban ini, feeling sejak awal benar-benar baik. Aku sedikit terkejut, karena begitu banyak orang mengatakan ban ini lebih parah dibandingkan Bridgestone, terutama grip depan, dan itu adalah bencana. Ketika aku mencoba pertama kali di Misano, perasaan tidak begitu buruk, tapi tidak seperti hari ini. Hari ini sejak awal benar-benar baik. Kecepatan dan juga motor….aku senang. Untukku ban depan saat ini sudah sempurna. Dengan Bridgestone, sangat penting kita mengerem ditengah tikungan, namun dengan ban ini tidak perlu. Karena ban belakang mampu mengurangi kecepatan lebih baik dibandingkan Bridgestone. Dengan Michelin kamu lebih banyak menggunakan ban belakang, sedang Bridgestone banyak menggunakan ban depan. Ini dua gaya yang berbeda…”tutur Iannone…..

last…..selain masalah ban, elektronik juga menjadi konsen para rider. Berbeda dengan milik pabrikan….ECU yang dibenamkan ternyata lebih kuno dalam hal kemampuan. Seperti traksi kontrol, anti spin dan banyak lagi lainnya yang membuat motor lebih liar dan susah dikontrol. Bahkan Marquez sempat punya ide untuk mengurangi power RC213V agar tunggangan lebih mudah dikendalikan. Hanya saja ide tersebut juga tidak gampang diaplikasi karena bagaimanapun ledakan tenaga menjadi ciri khas RCV yang harus tetap dipertahankan……(iwb)

Hasil tes ban Michelin Valencia 2015

1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 31.551s (Lap 10/47)
2. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 1m 31.639s +0.088s (30/61)
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 31.681s +0.130s (11/49)
4. Maverick Vinales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1m 31.720s +0.169s (36/59)
5. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 31.767s +0.216s (32/41)
6. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 31.911s +0.360s (8/54)
7. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 31.937s +0.386s (10/40)
8. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 31.997s +0.446s (32/67)
9. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 32.005s +0.454s (36/47)
10. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 1m 32.073s +0.522s (57/66)
11. Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Desmosedici GP15) 1m 32.214s +0.663s (30/52)
12. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 32.401s +0.850s (45/57)
13. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP15) 1m 32.442s +0.891s (46/47)
14. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 32.468s +0.917s (35/38)
15. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 32.594s +1.043s (33/47)
16. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 32.673s +1.122s (82/84)
17. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 32.721s +1.170s (34/46)
18. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 32.943s +1.392s (52/53)
19. Yonny Hernandez COL Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 33.046s +1.495s (31/57)
20. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 33.061s +1.510s (66/66)
21. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 33.253s +1.702s (39/46)
22. Takuya Tsuda JPN Suzuki Test Rider (GSX-RR) 1m 34.591s +3.040s (54/55)
23. Nobuatsu Aoki JPN Suzuki Test Rider (GSX-RR) 1m 36.338s +4.787s (12/24)
iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

60 COMMENTS

  1. Saya lebih setuju kalo motor moto gp dihilangkan ecu nya,biar kembali liar seperti era 2 tak. Cuma pembalap hebat yg bisa juara dunia,perangkat elektronik telah membuat para pembalap rendahan mampu juara dunia walaupun skill balapnya pas pasan.

  2. Andy Sanz – November 11, 2015
    Saya lebih setuju kalo motor moto gp dihilangkan ecu nya,biar kembali liar seperti era 2 tak. Cuma pembalap hebat yg bisa juara dunia,perangkat elektronik telah membuat para pembalap rendahan mampu juara dunia walaupun skill balapnya pas pasan.
    —————————————————
    ECU nya dihilangin ya ngga nyala dong motornya tongg

  3. imo, hampir smua pebalap blm menemukan set up yg tepat pindah dr 16,5″ ke 17″.
    Karakter 17″ sangat beda dg 16,5″, pelk lbh lentur, cengkeraman samping lbh dikit krn tapak ban cenderung melebar dibanding 16,5″, akan lbh parah kl treknya bumpy.
    Blm lg merk tsb kalah dlm segi durability dibanding brigestone, but jago dlm pembuatan ban scr instant.

  4. “Marquez sempat punya ide untuk mengurangi power RC213V agar tunggangan lebih mudah dikendalikan. Hanya saja ide tersebut juga tidak gampang diaplikasi karena bagaimanapun ledakan tenaga menjadi ciri khas RCV yang harus tetap dipertahankan……” segitu hebatnya kah.

  5. Michelin bagus untuk kualifikasi, ntah durability-nya kalo’ full race, semoga ada perbaikan untuk race 2016.
    Pada dasarnya semua hal bisa diperbaiki kecuali otak FBR akut.

  6. fanboy yamaha ngaca dululah ga usah ngatain dohc pabrikan lain, mending bantuin yamama bikin mesin dohc, biar ga gagal njeblug di test jalanan sumatra upppssss akakakkakaka #eluselussulingyamama

  7. FBY bilang ko Dijalan banyakan NVA dr pd NCB.

    satria vs SONIC150R.. Yh Larisan ALL NEW HONDA SONIC150R lah.. Tapi banyakan satria FU. lah satria FU udh jualan lama.. Udh laku banyak.. ALL NEW HONDA SONIC150R baru 2 bulan jualan. 2 bulan Aj dh bikin GERAH satria..

  8. pernyataan marc membuktikan bahwa dia tak memiliki kemampuan lebih bila tak disokong dg elektronik kontrol yg baik dri honda…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here