iklan iwb

banner-460x110460x110(2)

Tujuh puluh tahun lalu…..tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, ketegangan mewarnai suasana di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para pahlawan negara ini tidak tidur semalam suntuk. Perundingan antara golongan tua yang diprakarsai Chaerul Saleh, Sukarni dan Wikana dengan golongan tua termasuk Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta serta Mr. Ahmad Soebarjo sejak jam 02.00-04.00 pagi menghasilkan sebuah draft teks Proklamasi yang rencananya dibacakan pada pagi harinya sekitar jam 10.00 WIB. Menyerahnya Jepang ditangan sekutu lewat bom atom diHiroshima dan Nagasaki yang dilakukan pada tanggal 6 serta 9 Agustus 1945 serta kemungkinan Belanda kembali mencengkramkan kolonialismenya membuat seluruh pejuang negeri ini bertekad untuk memproklamasikan kemerdekaan apapun resikonya….
IWB-TMC-NAKEDVOLUTION
glove

460X160

iklan iwb

Akhirnya…..setelah penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia usai (02.00-04.00 dini hari), pada pukul 10.00….Soekarno mengumumkan kemerdekaan negeri ini. Setelah dijajah Belanda selama kurang lebih 350 tahun….dan Jepang 3,5 tahun, akhirnya Indonesia menjadi negara merdeka. Titik balik kebangkitan menjadi negara yang berdaulat lepas dari penjajahan serta kolonialisme. Untuk meraihnya tidak mudah mzbro. Perjuangan tidak kenal lelah baik dari para pahlawan era masa kerajaan hingga diatas 1900-an. Nama-nama pahlawan seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Tuanku Imam Bonjol, La Maddukelleng, Untung Surapati, Hamengku Buwono I dan masih banyak lagi lainnya begitu menancap dibenak kita. Rasa nasionalis yang cinta pada tanah air secara tulus, iklas jiwa raga tanpa ditunggangi tujuan golongan dan individu serta duniawi atau materi…..

Masih ingat…saat IWB kecil era 1980-an, almarhum kakek banyak bercerita betapa sengsaranya hidup dijaman penjajahan. Ketakutan mengintai setiap saat. Sebagai pejuang….kakek harus pandai-pandai lolos dari razia Belanda dan Jepang yang getol mengirim utusan melakukan pengecekan telapak tangan para pemuda. Mereka mengerti betul mana telapak tangan yang memanggul senjata atau murni petani yang hanya memegang cangkul. Karena perjuangan seringkali menggunakan taktik gerilya…maka para penjajah melakukan sweeping setiap saat dari rumah kerumah. Makan nasi sudah paling istimewa mzbro. Hanya orang-orang yang mempunyai posisi-lah (pejabat lurah dan sejenisnya) bisa mengkonsumsi nasi. So…rata-rata makanan sehari-hari adalah gaplek alias sejenis singkong yang dikeringkan. Tidak heran orang jaman dulu susah gemuk dan hanya berbalut kulit kering nempel ketulang….

Panglima Besar Jenderal Sudirman didampingi oleh Letnan Kolonel Suharto yang diutus untuk menjemput beliau setiba di Yogyakarta disambut oleh Kolonel Suhud pada bulan 10 Juli 1949 [ 30 tahun Indonesia Merdeka; 20000811 ]
“Panglima Besar Jenderal Sudirman didampingi oleh Letnan Kolonel Suharto yang diutus untuk menjemput beliau setiba di Yogyakarta disambut oleh Kolonel Suhud pada bulan 10 Juli 1949”

Belum lagi cerita dari nenek…..tidur tidak nyenyak tiap malam. Sebab setiap saat sirene meraung tanda pesawat pengebom berputar didekat lokasi. Belum lagi rentetan tembakan menggema dari darat menjadi makan sehari-hari. Jika itu terjadi maka nenek harus membangunkan anak-anak….tiarap lurus kelantai agar tidak terkena peluru nyasar. Tentu dengan cerita tersebut…..beruntunglah kita semua yang tidak melewati masa pahit tersebut. So…jangan heran sejelek-jeleknya pejabat jaman dulu, mereka betul-betul mencintai negerinya. Karena mereka sadar betul dan memang terlibat didalamnya…bagaimana beratnya perjuangan untuk membawa Indonesia dalam kemerdekaan….berdiri diatas kaki sendiri tanpa dibayangin ketakutan dan penjajahan fisik….

Sayang…dihari ulang tahun ke 70 negeri tercinta ini…cita-cita para pejuang jaman dulu seperti menguap. Para penguasa negeri ini yang rata-rata terlahir diera kemerdekaan dengan segala fasilitas sudah ada seperti lupa hakekat kemerdekaan sesungguhnya. Segala kebijakan yang seakan melupakan rakyat seringkali terlahir tanpa ada belas kasih. IWB yakin….jika mereka-mereka masih hidup……pahlawan yang mengorbankan darah demi merah putih pasti akan menangis sedih. Cita-cita menjadi bangsa yang besar, adil dan makmur masih jauh dari angan. So…..dihari ulang tahun kemerdekaan yang ke 70 ini…mari kita berdoa semoga negeri tercinta kita bisa bangkit dan merdeka pada arti yang sebenarnya. Kembali kepada amanah sesungguhnya yakni….”untuk” dan “demi” rakyat. Karena rakyat pula yang telah mengorbankan darah demi kemerdekaan ibu Pertiwi. Bukan untuk dan demi segelintir penguasa serta golongan. Dirgahayu yang ke 70 Republik Indonesia……bangkitlah negeriku, merdekaaaaa !!!! (iwb)

Foto-foto jaman perjuangan

presiden-sukarno-dalam-masa-peralihan-tri-menjadi-tni-di-jawa-tengah-1947 menjelang-perubahan-nama-tri-menjadi-tni-1947 Pertempuran semarang Sekutu mencari para pejuang Agresi militer belanda disurabaya 2.8 kaskus-hutRI688 Jendral-Soedirman-foto-militer-review1

pak-dirman-ditandu_3 tni-ketemu-tentara-belanda kaskus-hutRI689 POW2-1 Belanda.jpg-456x290 Bung_Tomo

foto_2_proklamasi_indonesiapetani tua

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!