iklan iwb
iklan iwb

460-x-110-rev460x110(5)

IMG_20150107_190114-retouchbrigthnessJudul ini IWB ambil dari subject surel sang pengirim gambar….bro Sugito. Miris dengan pemandangan didepan mata doi sampai berhenti untuk motret guna dishare saking mangkelnya. Kenapa???….
460x110(4)

iklan iwb
iklan iwb

Menurut doi….skutik mungil tersebut diisi 5 penumpang termasuk sang ayah. Egoisnya….hanya siayah yang menggunakan helm…sedang sikecil tidak!!. Sayang gambar kurang terang karena kondisi yang rada gelap tidak fokus karena terburu-buru “ Itu 1 motor berlima mas Iwan. Cuma ayah yang pake helm. Mana yang depan ayahnya paling kecil tertidur. Maaf mas tadi spontan kirim ke mas Iwan karena saya gemes, podo le dadi wong tuwo je, mangkel nyawang wong tuwo koyo ngono (sama sebagai orang….kesel melihat orang tua kayak gitu red)”. Yup…..tindakan yang tidak patut dicontoh dan bikin miris…..

Last…..alangkah bijak ketika menghadapi situasi sulit….jangan paksakan tetap jalan dengan resiko nyawa sebagai taruhannya. Orang tua harus memiliki rasa melindungi…kasih sayang serta kalkulasi detil agar tidak terjadi penyesalan. Kalau sikecil mah pasti hanya nurut…manut disuruh ayahnya. Ibaratnya…. diperintah nyemplung kelumpur penuh belut listrikpun mereka pasti nggak menolak. Lawong belum bisa berpikir dewasa. Penyesalan selalu belakangan….ingat itu brosis…(iwb)

rpms-banner

Post by IWB. Follow us on….

Twitter : @iwanbanaran
FB Fanspage : Iwanbanaran.wordpress.com
Email : [email protected]
Youtube channel : Iwanbanaran
Path : Iwanbanaran
Google+ : Iwanbanaran
Blog Author : IWBspeed.com | Iwanbanaran.com

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

72 COMMENTS

  1. Kasihan …. tu polisi dari pada nindak yang ga penting, urusuin itu yang lebih kearah keselamatan, perketat sim, awasi penggunaan motor di bawah usia, atau usia lanjut jadinya ga merugikan orang lain dan dirinya. Sukanya hal yang kecil di besar2 Kn, yang penting di.biarkan… oalah

    • Jgn menjudge sperti itu bro…. emang siapa yg bisa bikin anak? siapa pula yg tahu nasib dan rezeki di masa datang??

  2. Harus ada larangan Peringatan di Dasbord bahwa keselamtan Jumlah pembonceng hanya satu lebih dari itu berbahaya, dapat mengakibatkan rangka patah, gitu buat pabrikan harus ada paduan dan tanda bahaya bila lebih dari jumlah penumpang dengan resiko mesin akan mati secara otomatis

  3. yang lebih parah yakamfret lek

    super egois

    la pie,,mosok curut got di jadikan acuan desain mongtor semprot andalan

    kan yo parah to

    akakakkkkk

    • Curut yg mana cung? Owh yg spancy pnya hondongkol itu ya, yg ky curut got kebanyakan mkn minum di got?
      Ah lu asal koar2.. Justru hondongkol yg parah habis, desainnya jelek2 gada yg sedap dipandang (meski jiplak yamaha dll) tetep aja malu2in lihat n makenya. Hondongkol yg suka ngaku2, yg hobinya jualan biar cepet laku dgn cara subsidi

      • Subsidi besar2an tanpa Dp n cicilan murah n potongan cicilan, nyebar pasukan salesnya dipinggir jalan, dkt dealer yamaha, masuk ke kantor, masuk ke area masjid, maksain orang baru punya disuruh beli/ganti lagi.. Kalo ga gtu mah sistem jualannya, saya yakin Ms hondongkol dibawah 25%..

  4. nah. buat dong tulisan soal ini. biar didengar produsen helm. enak aja ngasih judul ayah egois! enak aja yg moto bilang orang tua kaya gitu bikin gemes! lah emang ngaruh kl anaknya dipakein helm! orang helm anak2 kaya odong2. helm sekadar nyeplok dikepala. gk standar keselamatan. gk fungsi melindungi. kl sekadar aksesori apa gunanya bagi perlindungan keselamatan. bikin dong tulisan yg nyentil ke produsen helm. yg udah2, yang saya temuin di lapangan. tukang helm jualnya helm anak2 ya helm abal2. plastik tipis pake busa tipis, kasih gambar angry bird, ben 10, mickey mouse, barbie, dll. kelar… fungsinya? aksesoris tok!

  5. Nyowo kang..ora ono regane…saking larange..nak ono regane berarti tertera nominale to..hehehe *yups mari saling menjaga,alon2 ae sing penting banter..eah slamet maksud aku..

  6. Apa tidak sebaliknya,,,?

    pasti ada alasan knp ayah anak2 tsbt nekat melakukan itu. Yg bersangkutan sudah tahu resikonya, dan jika hal itu tidak dilakukan, yg bersangkutan juga sudah tahu konsekuensinya,,,ayah anak2 tersebut sudah memilih diantara pilihan yg ada,,,,dan opsi yg nampak digambar itulah yg paling masuk dalam kemampuanya,,,

    saya yakin, beliau punya pikiran jika sewa taxi pasti lebih aman, atau berpikir juga alangkah nyamanya jika naik mobil sendiri. Tapi pada kenyataanya hanya sekutik kecil yg mampu beliau tebus,,,

    saya adalah seorang ayah juga, jadi bisa mengerti alasan orang tsb melakukanya,,,

    jadi menurut saya, yg mengirim gambar ini tidak paham masalah hidup orang lain, dan tidak mengetahui atau bgmna bahwa hal demikian ribuan jumlahnya di negeri kita, bahkan ada kejadian yg lebih extrem lagi,,

  7. “Rapopo.. kl anak gw kenapa2 kan bisa bikin lagi. Kl gw pencari nafkahnya kenapa2 kasian anak istri mau makan apa” berikut adalah pemikiran sang ayah. Ada bener dan salahnya juga.

  8. Ketika satu jari telunjuk anda menuding orang lain tidak “safety riding”, tanpa ada sadari ada tiga jari lain yang sedang menuding diri anda sendiri, yaitu: 1. Jari kelingking (kesetiakawanan) sedang menuding anda tidak punya rasa empati. Akan lebih berpahala jika anda menyilahkan mereka yang kelebihan muatan untuk menumpang di kendaraan anda. Bolehlah anda upload kebaikan anda itu bukan untuk dipuji, tapi demi mengajak yang lain lebih empati terhadap sesama. 2. Jari manis (kepemilikan) sedang menuding anda pamer kekayaan. Kendaraan mewah anda lebih baik dari mereka dan tidak kelebihan muatan, serta anda punya fasilitas untuk memfoto dengan santai ditengah kemacetan kemudian menguploadnya ke dunia maya. Akan lebih bermanfaat kalau anda menyisihkan sebagian harta dan pikiran anda untuk membantu menyelesaikan masalah transportasi massal. Empat jempol kalau anda mau menyumbang angkot/bis umum. 3. Jari tengah (rasa malu) sedang menuding anda menyebarkan aib/kesalahan orang lain dan mengundang orang lain untuk mencaci tanpa mau tahu kesulitan mereka hingga nekad berbuat demikian. Alangkah baiknya jika anda berpikir sebelum bertindak, aktif mencari solusi daripada sibuk menyalahkan. Trims 🙂

  9. aku setuju karo “alessandro lukaku”

    ini salah pemerintah tidak bisa memberikan sarana transportasi umum yang aman+nyaman+murah…..

    bikin transportasi masal yang murah+aman+nyaman…masyarakat pasti akan sadar dengan sendirinya…

  10. ini tugas pemerintah untuk memperhatikan hal yg seperti ini, ayah tersebut tidaklah bisa disalahkan sepenuhnya, apalagi di cdisebut sebagai ayah yg egois,
    saya berani jamin 100%, apapbila ada angkutan murah pasti ayah tersebut akan milih angkutan murah tersebut,
    saya pernah melihat kejadian serupa, dan sy pernah ngobrol dengan orang seperti ini, mereka melakukan demian bukan atas keinginan
    mereka sendiri, tetapi karena keterpaksaan dimana situasi dan kondisinya hanya memungkinkan melakukan hal yg demikian,
    dan ini tugas pemerintah yg harus memperhatikan hal begini, buktikan janji2 disaat kampanye

  11. Tipikal orang begini yang tidak menghargai diri sendiri dan orang lain. Dibilang bodoh marah, Yang penting murah. perkara celaka nanti urusan belakang udah takdir.
    Biker di jalan sudah lama dibiarkan TANPA ATURAN! Kapan bangsa ini maju kalo perilakunya masih purbakala?

  12. Mirisnya sering liat beginian tapi sama pak polantas jarang disetop, masih mending bu polantas deh lebih rajin ngingetin, kalau saya udah brenti ngingetin karena kalau dikasih tau galakan yg bawa….

  13. ya gimana mampunya begitu!!!!
    Ayah NGGa cinta sama anak,pada kasus ini?? saya yakin tidak!!
    aturan TUhan saja ada kalanya diberi udzur,kalau darurat,
    lha ini aturan manusia,
    -biasanya pada kondisi tsb,bpk itu akan mengendarainya dengan lambat dan berhati2,
    -biasanya juga untuk jarak yang dekat,
    -biasanya juga mengambil jalur paling kiri.
    prasangka baik dululah!!!!!

  14. Janganlah IWB menghakimi seperti itu…. kalo tau kondisi sebenarnya pasti akan berkata lain….. Beruntunglah kamu IWB karena dikaruniai penghasilan yg cukup…. Seenaknya kamu ngomong tanpa memahami yg sebenarnya terjadi…. Kalo kondisimu seperti dia aku yakin kamupun akan berbuat serupa….
    Itu semua karena kondisi….
    Sombongnya kamu….. kamu bisa mengatakan seperti itu… kenapa tidak berempati? Kamu sudah merasa kaya ya? wis rumongso dadi wong sugih saiki Wan?
    Ojo dumeh….

    • tau angkot, metro mini n kopaja ga bro?
      lebih aman tuh, masa bayar angkot n kopaja aja ga sanggup…

      mo bilang saya sombong? situ yang egois ke anak istri…

  15. ga cinta anak istri? ya iya lah, emang bener.

    waktu saya kecil, orang tua saya bukan dari kalangan the haves, bahkan bisa dibilang keluarga yang kekurangan padahal keduanya sama2 bekerja.
    cuma ada 1 astrea grand butut di rumah. tapi ayah saya ga pernah bawa saya, adik dan mama naik motor itu.
    ya kalau ada uang lebih, bisa jalan2 ke mall naik taksi..
    kalo pas2an ya naik metro mini aja…

    kebiasaan ini bikin saya janji (ke diri sendiri) ga akan bawa keluarga jalan2 jauh naik motor.
    sesusah2nya saya dan istri sekarang, saya yakin orang tua saya lebih susah. masa saya ga bisa kasih yang lebih baik buat anak dan istri…

    • Benar bro,ortu saya dulu juga bukan dari keturunan kaya punya motor inventaris dari kantor dan Ibu saya bilang tidak pernah boncengin sekeluarga naek motor jarak jauh kecuali sekedr jalan jalan dekat rumah. Keselamatan keluarga JAUH LEBIH BERHARGA.

  16. gw juga gemes kalo liat cewek jilbaban yg pake helmnya cuman nempel doang,helm disamain kayak make topi. mentingin penampilan daripada kepalanya.
    Kalo ga rapi pas turun kan bisa dibenerin lagi. Kalo ane bawa keluarga (keluarga kecil) naek motor maksimal perjalanan 2jam, jadi sebelum jalan diancer2 dulu perjalanannya brp km, klo sempet buka google map kalo belom tau jalannya.

  17. Dari baju seragam sekolah & tas yang digonceng, kemungkinan anak2 itu ada kegiatan di sekolahnya trus kemaleman. Untung ada bapak yang baik hati (bukan egois loh!) mau ngeboncengin mereka, daripada gak bisa pulang kan? Di daerah saya, kalo malem angkot sudah juarang buanged coz orang pada kredit motor murah. Taksi juga jarang lewat kecuali arah dari/ke bandara. Trus anak2 itu mau naek apa coba? Naek mobil yang punya blog kali yah? Peace, he…

  18. inilah budaya kita. udah tau jelas2 gambar diatas it salah, msh ada pembelaan ini itu dari para komenter. apapun alasanya, sepeda motor ya maksimal 2 org dan harus pake helm dll. wong mmg it aturanya.
    taati dulu sebuah aturan. dan jadikan it kebiasaan. jangan dikit2 alasan inilah, itulah.

    • Saya heran membaca komentar” yang membela bapak itu,bukan masalah kaya dan miskin,ini masalah ego,orang cerdas bermoral tahu aturan tahu cara menyayangi keluarga,saya pernah waktu kecil hanya punya sepeda onthel untuk berpergian,kalau mau jalan” bisa memakai bemo atau bis kota,waktu memdapat sepeda motor butut pun saya tetap maksimal 2 orang,sikap egoislah yang menghambat Tuhan untuk memberi rizki yag lebih.

  19. Beli mobil napa…ga punya uang, hidupnya susah? udah tau susah kok punya anak banyak, kasian tu anaknya…ini salah 1 manfaat program KB

  20. lucu liat orang2 yg komentar banyak yg bela dengan alasan hidupnya susah lah, ga ngerti keadaan lah, hei! mikir tu punya otak, dimana2 klopun hidup dan keadaannya susah jangan sampe nempatin anak didalam kondisi bahaya kayak gitu lah, titipan tuhan kok disia siain, tukang kue aja mewek klo kue jualannya jatuh terus ancur, ini anak kok disamain sama kue sama kerupuk ditempatin numpuk2 gitu, kasih duit lah naik angkot kek sebagian, tumplak tumbleg kayak sepele gitu, gw juga punya anak, jangan disia sian gitu lah, masih banyak org yg pengen punya anak susah..

  21. yang ngebelain belum tau gimana sebagian orang tua berusaha mati matian untuk punya anak lewat bayi tabung. ini dikasih anak bukan dirawat dan disayang malah di anggap sepele kaya barang!

  22. jangan asal menjustice ayah egois tanpa tau latar belakang ekonomi orang lain. orang yang buang anak ke tong sampah atau ke sungai itu baru ayah egois.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here