iklan iwb
iklan iwb

460x110 (7)460x110_ok

cbr150vsr15iwb

Bro dan sis sekalian…….artikel ini sebagai finalisasi komparasi head to head Honda new CBR150R vs Yamaha YZF R15. Tentu saja bukan hal yang mudah untuk mengadu keduanya karena masing-masing produk mempunyai keunggulan sendiri. Namun sebisa mungkin setiap detil coba IWB rasakan…resapi serta terjemahkan kedalam bentuk tulisan. Mulai dari ergonomi, keampuhan braking, respon engine serta kemampuan handling dalam melibas berbagai kontur jalan baik normal ataupun agresif. Seperti apa??. Berikut detil komparasinya….
460x110REVSYOURBIKE

iklan iwb

Mewarisi gen YZF yang agresif, Yamaha meracik R15 dengan konsep racy dan sport murni. Bisa dilihat dari desain yang tanpa kompromi nungging habis dan bagian depan merunduk. Sedang new CBR150R bisa IWB katakan lebih mature dengan penggabungan antara sport serta turing bike. Tentu saja fell of riding-nya memang sedikit berbeda. IWB akan coba jabarkan satu persatu. Yang pertama yakni….

Ergonomi

R15-red

IMG_1949

Untuk ergonomi atau posisi berkendara….R15 terasa menukik kedepan. Sensasi menunggangi motor ini adalah “great” feeling serta bawaannya seperti nunggang diatas motor racing. Sampeyan akan merasakan sport murni disana….tangan menjangkau stang tanpa perlu menjulur jauh dengan posisi sedikit kebawah yang dikombinasikan foot steep yang ditarik mundur. Dengan ergonomi ini….kepala kita dipaksa mendongak keatas. Feel ergonomi R15 mirip dengan Ninja 2 tak series….

Sedang CBR150R…..posisi stang tidak serendah R15. Dengan tanki besar dan panjang…..ternyata jarak rider kestang lumayan jauh dibanding R15 sehingga tangan harus sedikit menjulur kedepan untuk menggapainya. Soal beban ditangan….tentu lebih rendah sebab bobot cenderung bertumpu diposisi central bukan pergelangan. Pressure yang dihasilkan pada tangan tidak terlalu besar. Nah….gimana praktek dilapangan saat dipakai jarak jauh??……

Jangan samakan dengan turing bike karena setelah jarak jauh….keduanya tidak murni terlepas dari rasa capek. Hanya saja beda dengan R15….pressure CBR150R tidak terlalu dominan dan hanya sedikit terasa pada telapak tangan kanan. Selain itu…dengan posisi riding yang ditawarkan, entah kenapa punggung bawah juga rada pegel. Analisa sementara karena jok yang kurang tebel mengakibatkan jarak foot step jadi lebih dekat bok**g. IMHO mungkin bisa diakalin dengan penebalan busa….

Sementara untuk R15…..punggung terbebas dari pegel. Namun yang diserang adalah bagian pergelangan serta telapak tangan. Khususnya saat hard braking dimana tangan dipaksa bekerja keras menahan bobot tubuh kedepan. Tidak heran kalau pergelangan serta telapak tangan bakal ngilu saat perjalanan jauh. Selain bagian tersebut….mirip dengan nunggang Ninja 2 tak, diawal-awal adaptasi….leher bagian belakang juga sedikit sakit. Posisi badan yang merunduk menjadi biang pressure pada leher lebih besar. lawong digandoli kepala sama helm je. Namun seiring waktu perasaan tersebut akan hilang. Gimana dengan boncenger?….

Ternyata komennya cukup menarik mzbro. Dua poin negatif yang sudah sering diangkat yakni susahnya saat naik keatas jok serta gaya dorong ketika braking bisa membuat badan melorot kebawah jika tidak memegang pundak rider didepan. Namun sisi positifnya…saat motor jalan konstan….ketidak nyaman tersebut tidak menghampiri. Malahan karena posisi split seat yang tinggi….kaki tidak dipaksa nekuk berlebihan ketika menginjak foot step sehingga testimoninya kaki jadi nggak pegel. Kuwi konstan….lek ngerem yo rekoso maneh :mrgreen: ….

Handling dan pengendalian

New CBR150R dibekali suspensi monoshok Pro-link, dikombinasikan sasis teralis yang disebut Honda sebagai truss frame. Untuk mengejar kelincahan….Honda juga memperpendek whellbase dari versi CBU. Alhasil…..new CBR150R memang nurut dan lincah tenan. Untuk manuver kiri kanan mudah serta gampang. Contoh kongret saat digunakan menaklukkan tikungan sempit kekiri dan kemudian lengkungan parabolic kekanan. Perpindahan posisi motor langsung bisa dilakukan dengan mudah tanpa mengeluh….

Sedang R15 mengandalkan frame deltabox yang dikawinkan dengan suspensi monocross. Secara sistem kerja sami mawon dengan Pro-link hanya beda nama paten. Dibanding wheelbase CBR150R….motor racikan Yamaha ini lebih panjang. Alhasil….manuver tidak selincah CBR. Melakukan manuver serupa….IWB butuh beberapa saat untuk berpindah posisi. Otomatis racing line tidak bisa sedalam saat menggunakan CBR150R. Jelas IWB akui soal kelincahan CBR150R sedikit unggul dibanding R15. Namun sisi positif dari R15 adalah traksi ban depan mzbro…..

Yup….secara feeling, pada saat melibas tikungan tajam….R15 terasa lebih antep. Efeknya traksi cukup menggigit dan menyenangkan. Dari analisa IWB hal ini dikarenakan distribution weight yang mengatur bobot banyak didepan ketika running. Desain menukik memberikan keuntungan ketika melakukan manuver belok pada high speed. Swing arm besar dan panjang (jangan ngeres :mrgreen: ) juga membantu daya redam goncangan ketika ban dipaksa menghajar lubang jalanan. Praktis pengendara diatasnya merasa tetap anteng. Lengan ayun ini juga banyak memberikan kestabilan ketika motor melaju pada kecepatan diatas 110km/jam…..

Performa dan engine

Honda new CBR150R (3)

IMG_1977Nah….ini yang menarik. Dibekali mesin DOHC 4 klep, engine pada generasi K45 mampu membuat IWB terkesima. Mesin racikan Honda ini halus serta bertenaga disegala rentang RPM. Sejak bawah hingga atas CBR150R nyaris susah dicari cela. Dan yang IWB garis bawahi lagi adalah….vibrasi. Sangat terjaga dari low hingga high RPM. Mesin seperti tidak banyak dibuat stres dan tetap rileks kendati RPM meraung hingga limiter. Top speed terbaik dipecahkan oleh bro Nunu dari Kediri lewat torehan 145 km/jam. Hal ini sedikit berbeda dengan R15…..

Mengadopsi engine SOHC 4 katup, karakter mesin R15 rada linear atau flat. IWB melihat, engineering Yamaha sepertinya mengejar top speed. Tidak heran saat turing diBangka Belitung…bro Goozy (jurnalis) dengan R15 sanggup ngintil kita pada kecepatam 144km/jam (IWB saat itu nunggang R25). Namun atas keputusan tersebut…..accelerasi sedikit dikorbankan. Makanya jangan kaget kalau torsi serasa dibawah NVL. Saat digeber……sendalan tarikan cenderung datar kurang memberikan efek jambakan pada rider diatasnya. Ngayun serta butuh trek panjang untuk mendapatkan top speed. Vibrasi engine juga cukup dominan khususnya ketika menyeberang dari 4500-7000 RPM. Dibanding NVL-pun, vibrasi R15 juga lebih kuat. Untungnya saat berputar tinggi diatas 7000, getaran malah hilang…….

Braking

IMG_1945

IMG_1979

Secara garis besar IWB bisa katakan bahwa kekuatan pengereman nyaris imbang. Sama-sama pakem dan mumpuni. Namun seperti biasa untuk sensasi saat tuas dibetot…..R15 lebih empuk ciri khas motor garputala.

Kesimpulan

Kedua produk masing-masing mempunyai kelebihan serta kekurangan. Jika Yamaha menawarkan handling dan desain….maka Honda lebih kepada mesin, kelincahan serta kenyamanan. Tentu saja semua terserah sampeyan untuk memutuskan. Apalagi keduanya memang sama-sama keren serta bikin iman ambrol. Akhir kata…selamat bermumet ria dan ikuti kata hati untuk menjatuhkan pilihan. Ada komentar dan pertanyaan mzbro??…..(iwb)

rpms-banner

iklan iwb
Previous articleGara-gara modem….artikel pending dulu!
Next articleDesain mirip dengan kompetitor….apakah haram hukumnya??…
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!