iklan iwb
iklan iwb

GIF460x110px460x110_rev image

Sik-sik….iki ora salah mz Iwan?. Koq bahas Pilpres??. Sik tenang….ojo kaget mzbro. Yup….sebagai warga negara yang baik, IWB sedikit terusik dengan fenomena pilpres 2014. Mengandalkan kekuatan media…..trennya mirip dengan isu roda dua. Lha piye…..mosok ada dua kubu klaim menang. Berpijak pada hasil quick count…masing-masing capres sudah mengumumkan kemedia. Tidak heran presiden SBY serta pak Joko Suyanto….Menkopolhukam sampai berinisiatif melakukan press con dan menghimbau agar semua pihak bisa menahan diri serta tidak menjadikan hasil quick count sebagai referensi kemenangan yang berpotensi membuat suasana tidak kondusif…..

440x110(1)

iklan iwb

Ada beberapa point yang digaris bawahi menkopolhukam yakni :

1. Quick count bukan hasil resmi dan dihimbau untuk menunggu hingga hasil resmi penghitungan KPU tanggal 22 Juli nanti.

2. Tiap kubu dihimbau agar tidak membuat pernyataan yang tidak perlu dalam rangka melaksanakan proses demokrasi dengan baik.

3. Tiap kubu dihimbau untuk tidak mengerahkan masa atau relawan dijalanan karena pihak keamanan akan bertindak tegas

4. Mari kita sikapi perolehan sementara dengan bijak dan kepala dingin.

5. Hindari tindakan anarkis, merusak yang berpotensi mengganggu keamanan nasional.

6. Kepada timses, pendukung, simpatisan, rakyat agar tidak terprovokasi dengan berbagai berita yang tersebar.

7. Akan lebih baik menunggu hasil resmi KPU tanggal 22 nanti dan tidak melakukan manuver-manuver yang berpotensi memicu kerusuhan horizontal.

8. Rajut kembali persaudaraan, persahabatan yang dalam 6 bulan kebelakang sangat dinamis

Nah…..itulah beberapa poin yang diangkat oleh pak Joko Suyanto. Cukup bagus dan harus kita patuhi mzbro. Fenomena pilpres 2014 memang luar biasa. Perseteruan antar dua kubu terus terjadi didunia digital. Seperti ogah kalah dengan para fansboy otomotif…..masing-masing kubu berusaha saling menjatuhkan, menjelekkan dengan tujuan merusak image. Parahnya untuk pilpres lebih masif karena aksi pro kontra  dan perang urat saraf masih terjadi hingga quick count, melibatkan berbagai unsur dan elemen yang tidak bisa dibayangkan…..

Last….terlihat masing-masing kubu menggunakan media sebagai alat propaganda dan penggiringan opini. Tujuan jelas…supaya public menganggap kemenangan telah terjadi. Mirisnya media sebagai bahan rujukan kini juga terdistorsi kepentingan politik sehingga kita sebagai masyarakat bingung mencari berita yang sahih. So….perkara pilpres, mending mari kita tunggu hasil resmi kalkulasi manual yang akan dirilis KPU tanggal 22 nanti. Siapa yang akan memimpin negeri ini untuk lima tahun kedepan???. Semoga sosok yang sudi memberi perhatian lebih pada balap nasional :mrgreen: ….(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!