iklan iwb
iklan iwb

460x110 (1)460x110_ok

YZF R25 test ride (2)

Bro dan sis sekalian…..walau hujan menerjang Jakarta, IWB bersama mbah dukun (Indobikermags) tetap melanjutkan perjalanan yang cukup bikin pening. Lha piye udah plus macete ora umum jabang bayi. Tapi macet akibat pengalihan arus lalu lintas serta curah hujan yang sangat tinggi disertai banjir dibeberapa spot tidak menghalangi rasa penasaran untuk mencicipi YZF R25. Akhirnya setelah tiba dilokasi…..bertemu rekan Blogger lain, keingian tersebut terkabul. Singkat cerita, duduk diatas jok serta menyalakan mesin, posisi motor ini ternyata senyaman CBR250R. Berikut sensasi dan impressi test ride singkat bersama R25….
440x110(1)

iklan iwb

Lupakan teknologi….sebab pembahasan perkara ini sudah IWB jabarkan secara komprehensif diartikel sebelumnya. Namun IWB akan lebih membahas pada riding feeling mesin serta handling. Setelah mempersiapkan jaket Respiro Free flow plus protector tambahan serta glove Respiro Racing one yang IWB bawa dari rumah….berikut impressi yang IWB rasakan….

Riding position

Untuk ukuran motor fairing…..YZF R25 sangat rileks. Dibanding Ninja250…..IMHO R25 sedikit lebih tegak, bahkan dengan versi nakednya sekalipun (Z250). Entah kenapa ingatan seperti diseret pada posisi riding CBR250R. Split seat dengan busa yang lumayan empuk membuatnya makin nyaman. Walau panjang…..stang dipasang dengan pas. Punggung tidak perlu banyak menjulur nunduk sehingga grip bisa diraih dengan gampang. Begitupun kaki. IWB yang bertinggi 170cm tidak perlu jinjit atau ngangkang. Great ergonomy riding. So…feel diatas R25 sangat nyaman. Mungkin dua hal yang mengurangi penilaian IWB yakni kontur desain tanki yang terlalu menjulang serta lubang area komstir yang kurang padat terkesan kopong. Selebihnya juozz. Mengamati…melihat serta merasakan, riding position R25 termasuk istimewa dikelasnya. Sayang dengan keputusan tersebut, kesan gagah sedikit berkurang. Racy identik dengan sporty??. Memang menyiksa tapi IWB setuju perkara itu….

Engine

Puas eksplorasi posisi riding…..IWB melangkah kesisi mesin. Kontak on dan starter dihidupkan. Coba digeber-geber saat idle……IWB bisa merasakan vibrasi mesin halus. Bahkan stang yang biasanya menjadi tumpuan getaran terhebat dari engine tetap anteng. Rubber mounting bekerja dengan sangat baik. Runningpun dimulai…..

Melibas permukaan parkiran Ancol yang licin akibat hujan…..pada awal accelerasi feelnya smooth tidak mengejutkan. Jangan heran karena Yamaha menjejali teknologi “progresive shape pulley” pada throttle body sang kuda besi. Alhasil tarikan tidak liar seperti nyemplak motor 150cc biasa. Tapi beda saat digeber. Disodori trek lurus pendek….IWB coba betot hingga mentok. Pada gear satu…RPM sangat cepat dan ringan. Bobot enteng membuat mesin gampang menarik body motor yang berbobot 166kg. Ditambah IWB 83kg…..hanya sepersekian detik jarum loncat kelimiter. Widihhh….sadis tenan. Speed terbaik red line pada gear satu R25 tembus 65km/jam. Disini IWB juga tidak merasakan vibrasi berlebih. Aluss kangbro. Sayang treknya nggak mendukung. Hanya bisa memakai gear 1 dan 2…..jangan tanya perkara top speed. Ngimpi judule :mrgreen: . Emang kayak apa sih akselerasi R25?….

Yamaha R25 speed

Mencoba membayangkan…..accelerasi awal CBR250R tetap yang terbaik disini. Namun lengkingan atas….R25 seperti tak terbendung. CBR ataupun Ninja sekalipun bakal kesulitan ngimbangi. Bobot yang hanya 166 kg merupakan keuntungan sendiri bagi baby M1. Memang cukup sulit menyimpulkan sebab aksi betot tidak rata pada semua gear. Apalagi sebelumnya IWB nyemplak MV-Agusta Brutale 675 sehingga butuh beberapa saat untuk mengembalikan feeling. Yang menjadi nilai plus lain adalah transmisi. R25 smooth tidak keras. Shifting tiap gigi ringan serta halus. Selain itu koplingnya…..jiann empuk tenan kangbro. Kayak tanpa peer euy. Makin lengkap setelah Yamaha menjejali segudang fitur yang tidak dimiliki motor lain……

Handling

Nahhh….ini nih yang IWB demen. Percaya atau tidak nunggang R25 tidak seperti nyemplak motor besar. Handlingnya nurut dan ringan. Soal melaju lurus….IWB yakin seluruh motor 250cc top markotop. Tapi…untuk menaklukkan belokan patah-patah nan tajam tidak banyak yang bisa melakukannya. Disinilah R25 mampu menunjukkan kelebihannya. Saat melakukan slalom, dengan gampang body 166kg plus bobot pengendara dibawa zig zag kiri kanan. Tidak ada gejala ngebuang atau under ster. Kikuk dikarenakan aspal basah….R25 begitu gampang menaklukkan cone yang dijejer panitia. Weleh…koq kayak lincah R25 ya dibanding R15. Nilai jempol kembali IWB berikan ketika motor diajak melibas polisi tidur. Responnya….nyaris tanpa goncangan!. Suspensi depan ukuran 41mm plus swing arm besar membuat rider tetap nyaman…

Tanpa link cushion…..reaksi suspensi dan arm yang besar ternyata bekerja dengan baik. Setingan suspensi yang tidak sekeras Ninja membuat R25 unggul dari sisi kenyamanan. Apalagi setingan default pabrikan sepertinya memang dipasang  untuk harian. Makanya lembut dan nyaman. Tapi jika ingin digunakan turun race disirkuit…IWB sarankan diadjust ulang peernya biar lebih stiff. Untuk R25, Yamaha memberikan opsi 7 tingkat kekerasan. So kita bisa atur sesuai karakter yang diinginkan. Urusan handling IWB harus fair katakan….motor ini ringan, nurut dan stabil….

IMG-20140621-WA0059

Braking

Wis…perkara ini IWB nggak banyak khutbah. Pakem ciri khas garputala. Colek dikit langsung berhenti dengan sempurna. Apa lagi testing hanya low speed….

Casing dan finishing

Hhmm…disini nih Yamaha kudu berbenah. Entah kenapa kesan “cheap” IWB tangkap pada casing samping penutup aki dan filter. Untuk banderol 53jutaan seharusnya Yamaha bisa memberikan material yang lebih baik. Bahkan dibanding adiknya…..masih jauh lebih mewah R15. YIMM bisa mempertimbangkan dengan memberikan lapisan aksen karbon agar lebih keren. Begitu juga dibagian buritan tempat logo garputala. Polos tanpa painting membuatnya kurang menarik….

Yang kedua adalah desain area komstir yang terlalu ngeplong serta cover engine depan. IMHO jadi membuatnya “kopong” kurang padat. Jujur harus IWB katakan…..Kawasaki dan Honda masih lebih baik soal ini. Mungkin masukan untuk pabrikan pada next gen. Selebihnya tidak ada complaint baik tanki kondom yang katanya kurang kokoh. Btw….jangan disamakan tanpa cover alias full kaleng yang kalau ditekan bergeming mzbro. Memiliki Byson hingga 4 tahun….kondom baik-baik saja tanpa masalah. Dan saat IWB periksa…..material yang ditawarkan R25 mirip. Memang sulit merubah mindset yang biasa nunggang sport dengan model tanki kaleng. Bawaannya paranoid jika menekan model kondom. Asal tidak ditaruh bocah duduk disana aman koq. Btw…..MV Agusta Brutale dan F3 yang harganya 350jutaan saja pakai tanki kondom lho :mrgreen: . Kesimpulan dari test singkat…

Kelebihan :

1. Mesin halus minim getaran

2. RPM naik dengan enteng mudah meraih limiter

3. Posisi riding sangat nyaman dan rileks untuk ukuran dikelasnya

4. Handling nurut dan anteng

5. Sudut kemudi lebar (34 derajat) memudahkan manuver

6. Suspensi lembut dan nyaman

7. Rem pakem

YZF R25 test ride (1)

Kelemahan

1. Material casing sisi samping perlu ditingkatkan

2. Desain pada area komstir dan cover engine terlalu ngeplong sehingga terkesan kopong

3. Tidak ada opsi ABS

Yup…itulah beberapa poin yang bisa IWB jabarkan setidaknya saat short running yang dilakukan diTaman Mini kemarin. Test singkat yang rasanya belum komplit jika tidak menggeber maksimal. Lha piye…..motor paralel testingnya diparkiran, ya nggak puas rek :mrgreen: . Anyway….konsep “superbike for daily use” ternyata bukan hanya slogan. Mengambil kenyamanan CBR250R dikawinkan dengan mesin powerful seperti Ninja250R….insinyur Yamaha berhasil melakukannya. Btw…..berikut video testing saat merasakan raungan mesin YZF R25 hari Sabtu kemarin. Harusnya diSentul nih biar puas :mrgreen: . Ya nggak bro….(iwb)

Video test accelerasi dan handling Yamaha YZF R25

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=rMqmBwMSN8E&feature=youtu.be]

HP Klik disini

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!