iklan iwb
iklan iwb

unnamed460x110_ok

Bro dan sis sekalian…cukup menarik mengamati pergerakan market roda dua tanah air khususnya skutik. Semakin menjulang susah disentuh…..posisi Honda kini makin berkibar menguasai hampir 62 persen dengan porsi skutik yang cukup besar. Ikhtiar Yamaha sebagai rival utama untuk menelurkan produk tandingan belum mampu menggeser posisinya. Jangankan menggeser…dekati saja susah bener. Pertanyaannya kenapa??. Apakah desain skutik Yamaha kurang ciamik?. Atau ada hal lain yang membuat skutik Honda lebih diminati??…..
440x110(1)

iklan iwb

Saat ini hanya ada 3 pabrikan Jepang yang terjun dikelas skutik yakni Suzuki, Honda dan Yamaha. Menjadi pemain minoritas, Suzuki memang belum mampu mencuri perhatian para biker. Masalahnya lebih kepada 3S serta brand yang tidak sekuat Honda-Yamaha. Padahal soal kualitas….tidak perlu diragukan lagi. Ternyata hal tersebut tidak berpengaruh. Konsumen lebih banyak berpikir logis dan enggan repot. Sales, service serta sparepart tetap menjadi acuan nomer satu. Lha terus kenapa jika 3S, Yamaha belum juga mampu ngrecokin skutik Honda??…..

Panjang ceritanya brosis. Honda-pun sebenernya butuh perjuangan dan waktu meyakinkan konsumen bahwa skutik mereka bagus. Mulai dari jaman Vario gen awal hingga Beat….tidak instan. Proses berkesinambungan tidak kenal lelah. Dari sanalah sedikit demi sedikit skutik mereka merangkak naik. Diiringi kekuatan jaringan maha luas plus tim yang solid……tren terus menanjak naik. Tapi tidak signifikan sebab dipasar Motkas….nama Mio masih merajai. Mindset sebagai first mover skutik Jepang melekat erat. Hanya saja…..Yamaha terlalu lambat merespon. Terlalu pede…..Mio akhirnya runtuhkan. Yup…digeser tanpa mampu merebut kembali, skutik Honda menjadi pilihan utama bagi mayoritas konsumen khususnya Jawa Timur. Kenapa IWB sebut Jatim??…..

Karena diarea inilah IWB mempunyai kampung halaman. Dan dari konsumen dikota kecil Tulungagung tempat IWB dilahirkan, IWB bisa menggali alasan kenapa konsumen memilih Honda ketimbang merk lain. IWB ambil contoh dari kerabat dekat dulu yakni Dewi. Sebagai adik kandung…..Dewi bukanlah sosok yang mengagungkan brand. Apapun merknya…..kalau memang cocok dan sesuai hati nurani maka dia akan ambil. Memilih Beat sebagai tunggangan….dia memberikan beberapa alasan sebelum menjatuhkan pilihan. Awal jatuh cinta pada Beat ternyata hanya berbekal test ride. Dari kesimpulan komparasi feeling saat test ride, inilah yang dirasakan pada skutik Honda…

1. Tarikan awal mantap. Sekali puntir langsung ngibrit tidak perlu nggerung

2. Suspensi empuk. Stang tidak bergetar ketika melewati jalanan rusak atau bergelombang

3. Ergonomi riding pas. Dengan postur tinggi 163cm…..menurutnya posisi jok serta stang memberikan kenyamanan lebih

4. Desain awal terkesan lucu. Tapi setelah diperhatikan ternyata tidak ngebosenin dan futuristik

5. Lebih irit

6. Resale value bagus. Pasaran diJawa Timur kini tertinggi.

Yup…itulah poin yang bisa IWB tangkap. Uniknya saat IWB singgung poin satu….”nggerung” ternyata dikomparasi dengan Mio awal (karbu). Dan walau pihak produsen sudah memperbaikinya diMio-J YMjet-FI…mindset Mio boros dan lelet sudah kadung melekat dibenak konsumen. Apapun itu…..yang dituturkan Dewi sebagai konsumen tentu saja polos tanpa ditunggangi tujuan dan maksud apapun. Tidak heran Honda menjadi raja skutik sebab secara produk…….skutik Honda mampu memberikan impresi positif hanya dari test awal. Desainpun tidak monoton karena mereka menawarkan perbedaan yang cukup signifikan dari varian satu kelainnya. Patut diingat….konsumen disegmen ini tidak butuh tawaran neko-neko. Mereka hanya suka kenyamanan (sisi ini nomer satu), tarikan enteng, irit dan tentu saja desain futuristik. Tidak perlu komunikasi tentang performa kencang atau handling juoz. Nah…menarikkan. so….apakah gara-gara itu skutik Honda lebih laris dibanding merk lain??. Entahlah. Toh sample diatas hanya satu contoh yang belum tentu sama dengan feeling biker lain. Atau sampeyan punya opini serta alasan lain brosis??….(iwb)

 

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!