iklan iwb
iklan iwb
135029_jenderal
Jazz bernopol B 1011 UKF ngotot minta portal Busway dibuka…(Doc. Detik)

Bro dan sis sekalian…tahukah sampeyan tentang isu hangat yang sedang dibahas dimedia tanah air akan adanya pengemudi mobil ngotot menerobos jalur busway dengan mengaku sebagai anak Kapolri….Jendral polisi Timur Pradopo?. Setelah menunjukkan kartu nama aktif polisi nomer satu tersebut…..pemuda berumur 18 tahun bernama Febri Suhartoni memaksa petugas membuka portal busway agar memberikan jalan untuknya. Karena yang jaga adalah petugas biasa….tampaknya mereka ciut nyali serta mempersilahkan jalan. Namun apes memang….foto yang dijepret oleh jurnalis disebar dan diangkat kepermukaan (Honda Jazz B 1011 UKF itu). Setelah dicek oleh polisi…jebule Febri bukanlah anak pak Kapolri. Doi adalah mahasiswa anak pengusaha karet dari Balikpapan. Kini…ayah Febri bernama Devi Suhartoni kudu berurusan dengan polisi akibat ulah anaknya. Jiaaannn….kebangetan tenan ki!!

Memenuhi panggilan kepolisian…..Devi Suhartoni (43) mengaku kecewa dengan ulah anaknya mencatut nama orang besar serta menerobos jalur busway (Selasa 30/7 di halte Galur). Karena itu apapun konskuensi dan hukuman yang akan diberikan ia terima termasuk kerja sosial membersihkan busway jika polisi menginginkan. “Dia akan saya hukum, 6 bulan tidak boleh bawa mobil. Harusnya dia disuruh bersihin busway, kasih sanksi sosial. Dan kalaupun Pak Kabid Humas (Kombes Rikwanto-red) suruh saya yang bersihkan busway, tidak apa-apa, saya mau. Saya tidak malu, jelas Devi di Mapolda Metro Jaya seperti dilansir Detiknews. Oalahh…melas tenan. Untungnya pihak kepolisian menanggapi dengan bijak masalah ini…..

Dari keterangan yang dihimpun…polisi hanya akan menggunakan pasal pelanggaran lalu lintas. Namun menurut pak Rikwanto….Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, pihak kepolisian tetap akan memeriksa Febri pasca menjalani semester pendek (SP) yang sebelumnya dipakai alasan doi menerobos jalur busway. “Setelah dia selesai SP akan dibicarakan terkait pelanggar apakah terkait tilang, apakah ada yang lain. Tapi setidaknya dia tahu itu salah,” ujar Rikwanto. Untuk sementara kasus dipending hingga Febri usai menjalan ujian semester pendek. Dan akan dilanjutkan hingga penyelidikan menyatakan gamblang bahwa tidak ada unsur lain selain pelanggaran lalu lintas. Hhhmm….pasti mumet tuh pak Devi…..

iklan iwb
125753_ayahfebri
Devi Suhartoni, orang tua pelaku minta maaf ke Polda Metro Jaya (Doc detik)

Last.…apa yang terjadi dan menimpa Febri bisa dijadikan pelajaran kita semua untuk tidak menganggap enteng persoalan apapun yang menyangkut hukum. Apalagi mencatut nama orang besar dan petentang-petenteng karenanya. IMHO…IWB yakin apa yang diperbuat Febry mungkin bukanlah yang pertama. Dengan cekatan dan lihainya menggunakan “kartu nama sakti” untuk menakuti orang lain memuluskan keinginan. Hanya saja doi kali ini apes karena tertangkap media dan diangkat kepermukaan. Jika tidak…yo wis bablas terus. Dan untuk petugas jaga…monggo kalau sampeyan benar dalam menjalankan tugas nggak usah takut sama orang-orang yang bangga dan sombong dengan jabatan bapaknya. Sikat aja…toh ada dasar hukum dan peraturan yang bisa dijadikan pegangan. Febri??. Le..le..nggak ngesakno (kasihan) bapakmu. Kebangetan tenan bikin susah orang tua. Tindakan yang tidak patut kita contoh….(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!