iklan iwb

Pernahkah sampean melihat para pengendara luar negeri mengisi bensin tanpa dibantu petugas?. Hanya masuk ketoko…beli voucher dan langsung bisa ngisi sendiri. Nampaknya…sistem tersebut pelan-pelan akan dibawa ketanah air oleh Pertamina lewat SPBU berikut ini…..

Bro Wasit, via emailnya (thanks bro) menginformasikan sebuah berita berguna yang kemungkinan akan diberlakukan keseluruh SPBU Pertamina secara bertahap. Sistem yang memungkinkan kita ngisi sendiri atau disebut “self service”. Berikut penuturan doi….

Salam om IWB. Owe ada informasi menarik nih, entah om IWB udah tau atau belum, tapi buat Owe baru kali ini mengalami. Baru aja tadi Owe lewat Jl. Kh Hasyim Ashari Jakpus, dari arah Harmoni sebelah kiri sebelum perempatan Sangaji ada SPBU pertamina. Nah kebetulan, bebek tunggangan Owe dah butuh minum premium akhirnya Owe mampir kesitu. Begitu lagi ngantri, loh koq ga ada operator yg biasanya standby di unit pompa BBM?.? Yang ada cuma petugas yang melayani pembayaran. Setelah celingak plus celinguk ternyata baru ‘ngeh…. Oh self service toh….. Ya udah Owe coba ikuti para rider didepan Owe smbil memperhatikan tata caranya…..

iklan iwb

Langkah pertama kita diharuskan membayar dahulu di loket terbuka yang posisinya sebelum unit pompa tidak sperti umumnya yang bayarnya belakangan, lalu Owe kasih uang 10 ribu untuk membayar jumlah BBM yang mau Owe beli sejumlah 2.2 liter. Si petugas bertanya “Premium pak ?” Owe jawab “ya premium 10rb”. Lalu si petugas seperti melakukan input data pada komputer, tidak lama dia menyerahkan sebuah struk yang didalamnya tertera nama petugas bersangkutan, nomor PIN, jenis BBM, harga perliter, jumlah volume BBM, dan jumlah rupiah yang kita bayar….

Oke lanjut menuju pompa BBM, setelah didepan pompa Owe rada bingung apa yang harus dilalukan, nggak lama ada petugas bicara dari belakang “ketik nomor PIN yang ada di struk nya pak, lalu tekan OK” katanya. Owe ambil itu struk yang tadi owe masukan ke dalam tas, lalu owe lihat dan baru sadar ouw ternyata ini fungsi dari nomor PIN yang dikasih petugas tadi…… Ya langsung saja owe praktekkan dan ternyata benar apa yang dikatakan petugas di belakang owe yang ternyata dia bertugas sebagai pengawas dan juga membantu konsumen yg masih bingung….

Setelah selesai Owe ngobrol sedikit sama si pengawas. Ternyata ini program inisiatif dari si pengelola yang meniru metode luar negeri. Hanya caranya sedikit berbeda, dia bilang proses ini dah 2 bulan berjalan. Awalnya banyak konsumen yang mengeluh ataupun protes karena merepotkan dan membingungkan. Namun seiring waktu berjalan semua proses berjalan lancar. Sayangnya, baru diterapkan hanya pada antrian Roda 2, sedangkan Roda 4 masih pakai operator….

Yup…sebuah cerita menarik dari bro Wasit. Sebagai biker yang berdomisili diJabodetabek, IWB juga baru tahu sistem ini sudah diboyong ketanah air. Sayangnya pihak pengelola masih melakukan diskrimasi antara pengendara mobil dan motor. Mungin kedepan brosis. Btw, bagi yang masih bingung, berikut gambaran singkatnya…

Langkah-langkah? pengisian BBM self service

1. Membayar jumlah BBM yang kita mau beli di loket pada awal antrian, lalu ?Petugas loket menginput data jumlah BBM, jenis, dan jumlah uang yang harus kita bayar pada komputer yang kemungkinan besar terhubung ke unit pompa BBM

2. Petugas memberikan struk kepada konsumen yang isinya nomor PIN pembelian bbm

3. (gambar 3,4,5) Kita menuju unit pompa BBM, lalu kita diharuskan mengetik pada panel sentuh (touch screen) nomor PIN yang tertera di struk pembelian, lalu tekan OK, dan secara otomatis unit pompa akan terprogram untuk memompa bbm sesuai dengan jenis dan volume yang sudah kita bayar yang sebelumnya sudah di input oleh petugas loket

4. Lalu kita ambil gagang pompa dari dock sesuai dengan jenis BBM yang kita beli (Premium/Pertamax).? Buka tanki, tekan tuas pompa dan mesin BBM akan mengeluarkan sesuai dengan jumlah yang sudah di program. Setelah selesai kembalikan gagang pompa pada dock nya…..

Nah….terlihat simpelkan?. IWB yakin jika sistem tersebut sukses, pengelola SPBU lain bakal mengekor. Lawong lebih murah brosis. Mungkin mahal pada awalnya karena mereka kudu menyediakan perangkat software serta hardware tambahan. Namun….ketika biker melakukan pengisian sendiri, praktis pengusaha bisa menekan cost untuk tidak terlalu banyak memperkerjakan petugas. Hhhmm….dilema juga ya kalau kayak gini, berarti lapangan kerja berkurang. Kemudian kebiasaan mengisi bensin full tank secara presisi kayaknya akan sulit kita lakukan bro. Kenapa? sebab kita kudu bisa estimasi jumlah liter dari awal. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan kecuali ilmu terawang sampeyan mengalahkan Dedy Corbuzier :mrgreen: …..

Last…..teknologi serta sistem dibuat dengan tujuan mempermudah umat manusia. Begitu pula “self service” yang kini mulai datang keIndonesia. Akan tetapi menilik cara ini adalah hal baru,? pihak SPBU memang wajib melakukan sosialisasi secara berkesinambungan. Self service fuel refill??. Gimana menurut brosis semua? monggo berikan komentarnya….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

130 COMMENTS

  1. wahh, kayanya lebih enak yang begini yaa, jadi ga berprasangka buruk sama operatornya, yang katanya suka maenin handle lah, ato apalah… mantaabbzzzz… kira2 kapan di berlalukan ke seluruh jakarta mas iwan…???

  2. Betul mas iwb, lahan kerjaan jadi berkurang’ 😐

    Agk ribet,kadang kecapean naek motor bensinnya harus ngisi sendiri..
    Klo menurut saya jangan di aplikasikan di indonesia lah, wong pengangguran ajh msih banyak.. Beda sama eropa bro,. Yang tingkat kesejahteraan lebih tinggi dari kita

  3. ruginya 1 bang iwan,ane jadi kagak bisa ngobrol2 sama mbak2 operator yang cakep pas isi minyak kalo ditempat ginian :mrgreen:

    ane pilih yang masih dilayanin mbak2 operator aja dah 😆

  4. Bagus ! Yg kasian para pekerja operatornya , dirumahkan trus mau krja apa.. Perlu socialisasi dulu nih, pelan2 sambil cari jalan keluar yg baik u/ pekerjanya yg mau di PHK

  5. Negatif :
    1. berkurangnya kayawan SPBU he he . . . banyak pengangguran
    2. Antrian semakin panjang, tau ndiri kalo ga disuruh antri pada berebut he he . . . mungkin karena baru pencet kode vocher msh binun
    3. Enakan ada petugas lebih humanis he he . . . .

    Positif :
    1. owner semakiin untung karena berkurangnya tenaga
    2. meminimalisisr kecurangan

    monggo dikunyah-kunyah terus dilepeh

  6. klo menurut saya kalo sistem ini diterapin diindonesia ribet kayaknya mas, disamping populasi motor n mobil banyak bisa memperlambat antrian juga karena mkin ada yg belum tahu cara penggunaannya juga kurang safety

  7. full tank mbak….
    gundul mu…

    kalo antriannya banyak bukanya malah bikin ruwet yak…

    wawwiwiwaw.blogspot.com/2012/09/bagaimana-jika-desain-new-xeon-fi-masih.html

  8. sudah jelas pemilik spbu mau mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengurangi tenaga kerja, kalo kita salah mengitung ingin isi fultank tau2 kebanyakan duit ga bisa pulang.

  9. ke tempat gw hal macam ginian kaya nya masih lama,maklum kota kecil :mrgreen: dampak negativ nya salah 1 lapangan pekerjaan d delete euy 🙁

  10. sebenernya habis masukan pin, tekan ok untuk konfirmasi pin.
    masih ada pilihan lagi mas, isinya
    “cetak struck ?” ya / tidak.
    baru deh tuh bensin bisa keluar.

    di SPBU daerah jalan panjang, kebon jeruk jakbar, juga udah ada dari 2 bulan yang lalu koq mas.

    yang bikin sebel dari self service ini, layar sentuhnya yang kurang responsive.
    harus neken agak barbar baru nongol deh tuh angka. 😀

  11. pendatang baru ni bang..salam hangat..
    boleh brcoment mungkin ni bagus juga menjadi terobosan baru agar para pengguna bisa berlatih hemat dan mandiri. yg terbiasa isi full pun gak bisa krn hanya mengira.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here