iklan iwb

Pengalaman selama lebih dari 2 dekade ngoprek motor kencang ternyata membuat Burgess dan krunya malah tersesat. Segala trik dilakukan untuk membuat GP12 gampang dikendarai, namun semua sia-sia. Satu tahun terbuang percuma tanpa perubahan berarti. Rossi tetap memble hingga akhir musim. Dan baru dimusim 2012…setelah Ducati mengikuti kemauan mereka untuk merubah sasis menjadi aluminium frame tidak kunjung mengalami perbaikan, Burgess serta kru sadar bahwa ada yang tidak beres disana. Mereka kudu merubah metode yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Hasilnya??….Rossi mampu berbicara banyak!!

” Kita dulu salah” aku Rossi. Yup, keras kepala untuk melakukan adjustment sesuai pengalaman Rossi dan kru tidak bekerja kendati dicoba berulang-ulang. Trik yang dipelajari Jeremy dan lainnya selama bertahun-tahun tidak berlaku dimotor Ducati. Lebih baik melakukan general reset….memulai dari set up dasar punya Hayden dan semua baru bekerja. Ducati Motogp memang sangat berbeda dibanding motor lain bahkan dengan sasis aluminium sekalipun. Dan kau tidak bisa merubahnya. Yang perlu dilakukan adalah….beradaptasi!!.

PR terbesar…..bagaimana mentransformasikan kekuatan wet GP12 ke dry. Ducati GP12 tangguh ditrek basah namun sebaliknya lemah pada kondisi kering. Namun keberhasilan balap Le Man Perancis membawa suasana berbeda dikubu Ducati. Vale dan Burgess tampak sudah menyadari kesalahan mereka. Kemajuan pesat mulai terlihat. Tidak ada lagi kebingungan dipaddock 46. Test Mugello kemarin membuktikan bahwa kerja mereka sudah menunjukkan hasil. Seperti pengakuan Alex Brigs, mekanik Rossi diGpone….

iklan iwb

Aku tidak bisa mengatakan dengan gamblang apa yang sudah kami lakukan…intinya semua bekerja bagus. Beberapa ada yang tidak kami perlukan, namun kita juga mencoba hal baru yang membuat kami tersenyum. Yang paling penting adalah kita bisa segera menemukan set up yang tepat. Kita belum terlalu senang. Akan tetapi kita semakin dekat….dan dekat dengan pembalap depan. Setiap perkembangan menjadikan gap makin kecil. Aku pikir kita sudah menuju arah yang benar. menurutku set up di Le Man kemarin bisa membuat Rossi kuat dilintasan kering (tidak hanya wet red). Mungkin bukan untuk merebut posisi dua….tapi tidak jauh dari posisi itu..” ujar Alex Briggs optimis….

Tidak diragukan sekaranglah tantangan terbesar Valentino Rossi dan kru. Bukan dari Honda ke Yamaha yang notabene sama-sama pabrikan Jepang. Dan jika mereka sukses….bukan tidak mungkin angkat topi serta dua jempol diberikan kemereka. Kenapa?? sebab Ducati Motogp memang beda dibanding motor Jepang. Artinya?? Burgess-Rossi memulai dari nol. Trik bertahun-tahun tidak bisa diaplikasi keDucati. Buta brosis…..hanya mampu meraba dan mengandalkan insting. Gimana kelanjutan perjuangan VR46??. Akan semakin menarik pastinya…..(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!