iklan iwb

Bukan pekerjaan mudah melawan raksasa otomotif roda dua dunia seperti Honda. Butuh ekstra effort serta strategi brilian untuk menggoyang eksistensinya. Kendati sempat terlena, kini Honda banyak berbenah. Mulai dari produk serta jaringan dealer dirombak total. Jika dulu nelurin produk hanya sekedar facelift, sekarang loyal tanpa banyak perhitungan. Posisinya yang sempat terpuruk disalip Yamaha, secara meyakinkan mulai merangkak naik. Bahkan perbulan April 2012, sesuai data dari Eyang Edo….grup Astra sukses menguasai 54,75%. Sedang pabrikan garputala mengalami tren penurunan….

Dari segi produk….kualitas Yamaha tidak kalah. Namun Honda mampu melihat peluang pasar. Seluruh lini ditutup tanpa diberi ruang sedikitpun. Menyadari gagal menusuk dengan Vario, skutik anyar entry level diracik. Dan berkat Beat-lah market skutik yang dihuni Yamaha Mio mulai digerogoti. Tidak hanya itu…berturut-turut produk andalan diluncurkan. Mulai dari PCX125, Scoopy, Spacy, Vario Techno110 dan CW. Attacking dilanjutkan pada segmen bebek lewat new Blade, serta Revo. Sedang paling hangat….grup Astra brojolin skutik 125cc berteknologi ACG starter dengan banderol yang cukup terjangkau. Sayang….geliat mereka tidak direspon cepat oleh kompetitor….

Tahun 2010-2011 Yamaha tetap adem ayem. Kendati banyak informasi bahwa diamnya YIMM adalah untuk mengatur strategi….dalam pandangan IWB itulah kesalahan terbesar yang mereka buat sebab pada moment itu Honda bangkit. Ditahun 2010 mereka bebas bergerak menusuk kesana kemari tanpa takut dicegat lawan. Hasilnya?….market share pabrikan sayap mengepak tumbuh dengan angka yang mencengangkan yakni 42,46%%. ?Tren ini terus meningkat hingga tembus 50,35%. Bukannya susut…perApril 2012, market share Honda nongkrong diangka 54,75%. Sementara Yamaha harus puas mengisi posisi dua dengan gap lumayan besar yakni 36,86%. Penguasaan market share tersebut merupakan rekor tertinggi Honda dalam lima tahun terakhir….

iklan iwb

Untung Yamaha tidak mau terlena lebih dalam. Strategi offensif sudah mulai dilakukan lewat produk mutakhir mereka…Mio-J serta Soul GT YMJet FI. Ditahun 2012 berturut-turut akan menyusul varian lain yang disinyalir dari bebek dan sport. Kendati belum tahu apakah dengan manuver yang terkesan sedikit telat ini mampu memperbaiki posisi market share….ikhtiar Yamaha patut diapresiasi. Mereka butuh recovery secepatnya kalau tidak ingin semakin tenggelam. Bayangkan brosis….ditahun 2011 pangsa pasar YIMM masih nongkrong diangka?41,80% sedang kini hanya sekitar?36,86%. Opo ora mumet bos-bos diatas sana….

So…saatnya bangkit dan bekerja keras bagi tim Yamaha. Patut diingat…mereka bukan bertarung dari segi produk saja, namun satu hal yang kudu dihancurkan yakni “mindset” konsumen terhadap merek Honda yang begitu luar biasa. Inilah yang menjadi tantangan besar untuk Yamaha. Menariknya….pak Abidin (YIMM) sempat berujar bahwa mindset konsumen terhadap produk kompetitor memang sangat kuat khususnya dikota-kota kecil. Produk?? mereka confident bisa lebih baik. Tapi tentang mindset?? bukan hal mudah untuk merubahnya. So mau bertarung dengan Honda??…..kudu memenangkan mindset konsumen. Apakah bisa??

Memang berat bro. Perlu waktu yang tidak singkat….strategi berkesinambungan serta edukasi intens yang bakal menguras tenaga dan dana. Sementara sektor terakhir…..jujur Yamaha masih jauh dibanding Honda. Lawong otote kalah rosa, mau fitness atau olah raga juga butuh waktu lama untuk setara. Last…tidak diragukan kompetitor memang terlalu kuat untuk digoyang. Seiring perjalanan waktu, kita akan lihat apakah posisi tetap terpelihara seperti ini….atau bakal ada mukjizat serta gebrakan dari Yamaha??. Kita tunggu saja…….(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

156 COMMENTS

  1. “POKOK’E HONDA”, itu kata bapak tmen saya yg minta mtor Yamaha,
    itu ea mas iwb yg d’bilang mindset,

  2. mungkin pengaruh dari iklan yang kurang mendidik…. iklan yg tidak mengajarkan edukasi berkendara, yg ada hanya ini lho motor guwe lebih kenceng…….

  3. Jd inget sama ibu saya, kmrn mw bli vixi di cembetutin, eh minta NMP, langsung direstui.. kesimpulannya, motor itu honda, bukan yang lain….. *tepok jidat….

  4. salam hangat mas IWB

    justmyimage
    YIMM, yg anda perlukan adalah CREATIVE MARKETING untuk mencapai market share yg unggul. 💡
    bila anda (YIMM) perlu ManPower sperti itu, justcallme 😉 (iklan.co.id. :-D)

  5. Yang perlu dilihat kayaknya bukan hanya total unit yang dijual, tapi juga total rupiah yang diraup. Lebih keliatan berapa besar prosentase penguasaan market.

  6. Yamaha modelnya oke oke, yahud, tapi sayang di beberapa dealer. Leasing di utamakan, beda dengan honda, mau leasing, mau cash, semua di tangani dengan baik, yamaha utamain leasing, terkesan mengabaikan potential buyer. Itu kesalahan terbesar yamaha. Mungkin karena stok yang gak sebanyak honda. Tapi toh kalo semua orang dapet penyamaan dalam mendapatkan motor baik leasing atau cash, ya bisa aja orang rela antri di yamaha

    Inget loh, walopun disuruh antri produk 2 bulan itu ga masalah, tapi jika kita di bicarakan kalau kita orang pertama di urutan penunggu, tapi tau tau besoknya ada motor yang dateng, di tanya buat yg leasing, saat tanya yang dalet dulu ternyata datang setelah kita datang, apa ga mangkel?

  7. Kesalahan yamaha adalah pioner nya.. Si besar mulut Lorenzo. Yamaha motorQ, pembalapnya tak berkesan ?? hatiku

  8. saya pikir yamaha terlalu optimis dengan satu produk saja, ex: vixion n mio… merasa banyak peminat diawal2, lalu produknya itu… itu terus… ga ada variasi lain, ga ada jajaran lain untuk dipilih, yo tinggal tunggu waktu wae produk ke ora laku… YZF series, R15, FZseries, fazer series, dst… kok ra dijual ki piye…??? Pak Buambang bukan seles h*nda lho, hanya kecewa saja… YIMM ga brojolin sport R15 v2.0.. 😛

  9. ko mas IWB bilangnya mukjizat sih mas, seakan2 itu hal yg jauh dari kemungkinan, kasian kan YIMM hehe 😀

  10. sbenarnya powerful karna memang lebih baik dari Y :mrgreen:

    ane kasian aja ma sales2nya yg terlalu over talk n over actions :mrgreen:

    kalo mo bersaing gak cukup bacot… tp keluarin yg bener2 sesuai bacot dedengkot Y wkkwkkwkw.. :mrgreen:

  11. Kalo YIMM Masuk Astra Group kaya AHM, Pasti Ada perubahan!!
    coba perhatiin orang2 yg kerja di group RAKSASA ASTRA dengan anak nperusahaan ratusan dan karyawan ribuan mereka punya motor apa???????

  12. Mana bisa kalo produk yamaha aja makin kesini makin jelek, masih minim fitur, masih menyasar segmented.
    Keunggulan yamaha dulu itu adalah desain, dan kompetitor masih ketinggalan jaman soal desain dan fitur (contohnya astrea star masih pake sokbeker ayun, astrea grand nggak pake cakram depan, mesin itu-itu saja under 100cc, desain datar-datar aja).
    Sedangkan sekarang sepertinya agak terbalik, Dimana yamaha, fitur masih itu-itu aja, desain mengalami kemunduran, desain cakram bebek sejak jaman f1-z belum ganti juga, pasang cakram belakang ogah-ogahan. sedangkan kompetitor mulai memperhatikan desain, fitur/perangkat safety disematkan, kenyamanan diperhitungkan. Ya beginilah hasilnya.

  13. puluhan tahun astra jualan motor 4 tak merk honda, sekarang? suzuki dan yamaha di indonesia pun jualan motor 4 tak.

    nah… puluhan tahun honda mneguasai marketshare di atas 50% tapi akhirnya (tahun berapa ya?) yamaha indonesia bisa nyaris menyamai marketshare honda di indonesia. peluang masih ada bro!

    belum sebanding antara puluhan tahun dengan bbrapa tahun. tapi pencapaian yamaha indonesia tersebut luar biasa.

  14. Masa sudah berubah, konsumen semakin pintar memilih kendaraan yang memiliki value lebih. mind set Y adalah motor kencang, H adalah motor fungsional.
    konsumen yang telah masuk kedalam masa mature, akan melirik fungsi dan keselamatan masa depan. jadi wajar jika orang tua lebih memilih fungsi untuk anaknya dari pada menjadikan anaknya seorang alay.
    ada sebagian orang menyebut motor H adalah motor jadul n lemot, maka mereka masih belum memiliki rencana masa depan, karena masih merasa cepat itu hebat, tapi ingat hebat itu ria.
    jika Y masih menggunakan strategi seperti sekarang, sepertinya akan semakin sulit untuk mengejar kompetitor. Y harus lebih dewasa untuk membaca pasar seperti yang sudah dilakukan di produk vega series, tangguh, irit, dan terjangkau. berikan konsumen pilihan, sporty ada, daily juga ada. remember masa abg lebih singkat dibanding masa mature.
    seperti yang sering kang haji bilang, Value ya value…

  15. yamaha terlalu
    menganggap enteng kompetitor…
    Ngeluarkan produk seadanya,tanpa melihat tren pasar,,,
    sekarang baru ngerasa,,,

  16. Makanya akhir2 ini udara semakin panas, ternyata setiap hari di Indonesia Roda 2 laku 20.000an (sumber detik.c0m)
    Belum Roda 4 nya….
    Mau tanya pada produsen, program tanam pohon kemaren2 itu, pohonnya masih hidup atau kering ?
    Ditengok ndak program tanam pohon nya ?

  17. Sementara yang lain baru mau masuk ke “Irit” & 4 Tak…Visinya honda sudah jauh kedepan ….dari jaman jebot aja udah Go Green (4 Tak ) dan Irit bahan bakar untuk semua kendaraan2 komuter yang di produksinya. …

    mengenai hal irit ngak bisa di paksakan masuk ke mindset pengendara , mereka harus bisa merasakan irit itu dari pengalamannya….dan irit itu juga harus konsisten artinya : bukan irit pada saat motor masih baru saja setelah itu boros…..mungkin konsumen bisa ketipu di awal karena brosur yang mengatakan motor yang dia beli irit, tapi jika yang dia rasakan sebaliknya di jamin akan terjadi kekecewaan dan info dari mulut ke mulut..

    Honda juga tidak menempatkan speed/balapan pada kendaraan komuternya . mereka tunjukan teknologi unggulan seperti speed/balap pada ajang Motogp dan F1 …dan mereka satu2nya perusahaan otomotif asia yang bisa juara di motogp dan F1 …dan sekarang mereka merambah ke robot,pesawat dan air space.

  18. memang berat..mindset trhdp merk tertentu itu pun lahir dari adanya kepercayaan trhadap merk itu sndiri…..percaya trhadap desainnya,performanya,daya tahannya,part dan ketersediaannya..dan lain2 sbgnya….maaf (imho) doank

  19. maz iwan salah…
    pkoknya yamaha tuh trennya selalu naik…kalo turun, itu kan cuman sandiwara..ngelawak bareng sule

  20. Waktu awalnya Yamaha menggunakan slogan: “Yang lain makin ketinggalan”, saya sudah merasa Yamaha menerapkan strategi beresiko. Strategi tersebut mengena pada saat: (1) Rossi masih mendominasi balapan Moto GP dan secara tidak langsung menunjukkan akurasi solgan tersebut dan (2) Yamaha menggebrak pasar dengan produk dan inovasi baru (Mio, Jupiter MX dan Vixion. Slogan tersebut kehilangan tajinya setelah: (1) Yamaha tidak lagi mendominasi Moto GP dan Rossi keluar dari Tim Yamaha dan (2) Honda mengeluarkan produk baru yang secara kelas dan teknologi di atas Yamaha (PCX dan CBR) serta (3) Honda memenangi Moto GP melalui Stoner. Slogan adalah cerminan strategi. Saat ini Yamaha masih menggunakan slogan itu padahal sudah kehilangan “greget” dan malah terkesan sebagai bumerang.

    Yamaha juga terlalu berani menantang Honda. Sumberdaya Honda global menang jauh dari Yamaha global. Yamaha hanya besar di Indonesia, 30% penjualan Yamaha global berasal dari Indonesia. Di negara lain kecil-kecil saja pangsa pasarnya. Dengan sumberdaya yang lebih kecil, Yamaha bersaing frontal dengan Honda. Siapapun yang membuat keputusan itu pasti geblek orangnya.

    Honda sebenarnya adalah pesaing yang santun. Kawasaki Ninja R250, tidak dilibas. Padahal, kalau memang mau, pasang aja mesin Honda VTR 250 CC ke Honda CBR 250 CC, pasti Kawasaki terkapar. Honda sengaja membuat spek yang berbeda, sehingga kehadiran CBR 250 tidak mematikan NInja R250, tetapi menciptakan segmen baru.

  21. @ 21. regikristanto
    Tuh…bener kan, masih ada yang begitu hehehe…
    @ 23. ken39
    Bener juga…tahun 2012 kayaknya mau bagkit tuh bro
    @ 33. Nu Kasep
    Kalau melihat dana dan manuver Honda memang berat bro. Soale kini mereka juga selalu waspada atas gerak-gerik Yamaha. Ogah terlena kembali kayaknya hehehe…
    @ 40. ujang lele
    Sssttt…siapa tahu habis ini R15 dibawa kesini bro :mrgreen:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here