iklan iwb
iklan iwb
Jeffrey Polnaja – Paris 1 Mei 2012

Maling tidak mengenal tempat dan waktu. Bahkan negara maju seperti Belandapun tidak aman buat biker yang ingin memarkir motornya.Yup…misi berkeliling dunia mengalami gangguan brosis. Jeffrey Polnaja telah kehilangan tunggangannya…BMW R1150GS kemarin Kamis jam 8 waktu setempat. Herannya kejadian didepan kantor polisi yang diyakini cukup aman dari aksi pencurian. Namun dugaan meleset….

Jeffrey mengaku terakhir memarkir motor tersebut pada Kamis (3/5) tengah malam, tatkala dirinya ingin bermalam di Hotel BackStage, di jalan Leidsegracht 114, Amsterdam-Centrum. Hotel yang berada tepat menghadap sungai itu memang tidak memiliki lahan parkir yang cukup baik, karena terbuka di sisi jalan. Dengan alasan keamanan dan saran petugas di hotel, Jeffrey memarkirkan sepeda motornya di lahan parkir di depan hotel yang berada tidak jauh kantor polisi Lijnbaansgracht Distric 1. “Sewajarnya sebuah kantor polisi lebih aman dari aksi kejahatan. Namun di Belanda faktanya bisa terbalik. Saya berharap polisi bisa membantu menemukan, walau kerja mereka lebih lambat dari dugaan saya,” ujarnya.

Parahnya Sebuah sumber di kepolisian setempat menyatakan R1150GS kepunyaan Jeffrey sempat terlihat di Titus van Rijnstraat, dekat kawasan Andreas Ensemble. Meski begitu, media lokal menyebut polisi tidak melakukan tindakan apapun. Jeffrey menambahkan, menurut warga setempat kasus pencurian kendaraan bermotor tidak terungkap sudah sering terjadi di Amsterdam. Kenyataan tersebut membuat masyarakat apriori terhadap kerja polisi setempat. Hilangnya sepeda motor Jeffrey di Amsterdam juga telah diberitakan media-media lokal. Hal ini membuat sepanjang Sabtu (5/5) Jeffrey menerima banyak ungkapan simpati, baik yang disampaikan melalui telepon, pesan singkat, maupun surat elektronik.

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Jeffrey sangat berharap sepeda motor buatan 2005 yang telah menjelajahi 72 negara di dunia pada misi Ride for Peace pertama bisa kembali. “Saat ini saya masih terus menunggu kabar dari pihak kepolisian. Semoga ada berita bagus dan motor bersejarah bagi Indonesia itu dapat dikembalikan,” harapnya. Jeffrey sendiri akan menunggu selambat-lambatnya hingga dua minggu ke depan. Apabila sepeda motor tersebut tidak juga ditemukan, Jeffrey akan menggunakan sepeda motor pengganti dari model dan tahun yang sama. Hanya saja Jeffrey berharap dirinya masih diperkenankan menggunakan plat nomor polisi Bandung, yaitu “D 5010 JJ”, sebagai identitas. Seperti diketahui,  nomor yang bermakna “Solo JJ” tersebut telah dikenal di mancanegara dan digunakan pada misi Ride for Feace pertama pada 2006 hingga 2008.

Ditambahkan Jeffrey, kini dirinya telah dibantu pihak Pensosbud (Penerangan, Sosial dan Budaya) KBRI Den Haag (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Bonifiatus Herindra, dan atase Kepolisian Republik Indonesia Ary Laksama Widjaja yang secara khusus datang ke Amsterdam dari Den Haag. “Utusan KBRI dan Atase Kepolisian RI datang ke Den Haag, Sabtu (5/5) pagi. Sekarang kepolisian Belanda mulai serius menangani kasus kehilangan sepeda motor saya setelah pihak perwakilan turun tangan,” ungkapnya. Jeffrey sendiri optimis seharusnya pihak kepolisian Belanda mudah melacak sepeda motornya. “Di depan kantor polisi ada kamera CCTV yang mustinya bisa digunakan untuk melacak pencuri. Tapi kita tidak tahu, mungkin saja kamera itu tidak aktif.”

Jeffrey berada di Amsterdam dalam bagian uji coba kendaraan sebelum digunakan menjelajahi dunia tahap kedua yang akan dimulai dari Paris pada 13 Mei yang akan datang. Sejauh ini uji coba motor tersebut baru mencatat total jarak sekitar 1.000 kilometer menjelajahi Belgia dan Belanda. Perjalanan Jeffrey kali ini merupakan penjelajahan keliling dunia seorang diri yang kedua dengan sepeda motor. Pada kesempatan ini, Jeffrey mengemban misi “Ride for Peace – Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels.” Pelepasan Jeffrey telah dilakukan di Jakarta pada 23 April 2012.

Rencananya, Jeffrey akan berkelana sejauh 220.000 kilometer melintasi beberapa negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Australia. Penjelajahan kedua ini tak kalah menantang dari misi pertama, di mana dia melintasi negara-negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.Tak kurang dari 30 negara akan disinggahi, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste. Jeffrey direncanakan tiba kembali di Jakarta pada tahun 2014.

“Kabar ini tentu tidak menyenangkan, namun kehilangan sepeda motor tidak sedikit pun menyurutkan misi keliling dunia kedua Ride for Peace. Tekad saya jalan terus, api tak boleh padam,” kata Jeffrey. Tekad saya sudah bulat, walau kehilangan motor perjalanan Ride for Peace akan tetap berlanjut, seperti moto Wind Rider: The Road May End, But Not The Spirit of Brotherhood and Peace. Kita buktikan bahwa kita bangsa besar dan kita tidak akan berhenti walau rintangan besar menghadang,” sebutnya.

Last…sudah sepantasnya negara Belanda berusaha semaksimal mungkin untuk menangkap pelaku. Menjadi preseden buruk bagi mereka jika tidak berhasil meringkus sipenjahat. Buat….bro Jeffry, kami disini mendukung dan mendoakan dari jauh semoga misi berlangsung sukses dan motor bisa kembali secepatnya. Btw…baru tahu diBelanda banyak pencuri ya bro?!….(RFP PR edited/iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!