iklan iwb
iklan iwb

IWB mau tanya, gimana kalau sampeyan dihadapkan pada kondisi yang mengagetkan seperti judul diatas. Naik motor bertenaga 110HP…pada kecepatan 140km/jam, mendekati tikungan…kemudian hard braking namun ditengah proses pengereman kaki sampeyan tidak mendapatkan respon yang diinginkan….alias ngowos. Opo ora kondor rasane. Nah itulah yang IWB alami!!….

Tahu Ducati Superbike 749 Testatretta brosis?? motor ini merupakan cikal bakal seri Evo yang cukup terkenal dari pabrikan Bologna. Tenaga yang besar namun handling mantap membuat Testatretta sangat mudah diajak manuver rebah atapun beraccelerasi. Nah…pada saat pengetesan (artikel menyusul bro), IWB mempunyai pengalaman indah yang tak akan terlupakan (jiahh…lebay). Kenapa??…

Rencana dalam hati ingin berputar dikawasan SCBD sebanyak 3 kali. Pokoknya judulnya dipuas-puasin mumpung ada motor galak. Nah disinilah pada saat yang menentukan terjadi. Sebelum running test…mbah dukun sebagai owner sudah sempet ngomong., “ Sob…ati-ati, nggak ada rem belakangnya..” serunya. IWB menganggap, ungkapan hanya guyonan. Lha mosok Ducati nggak ada remnya…mana mungkin??. So..tanpa menggubris, IWB langsung menaruh bokong dijok…starter motor….upshift gear satu….puntir gas berlalu dari lokasi…

iklan iwb

 Singkat cerita….IWB sudah dlosor nempel ditanki, menunduk untuk menghindari hempasan angin berkecepatan sekitar 140km/jam….mendekati tikungan, mendongak disertai ancang-ancang braking, close throttle…tarik tuas rem depan…dan secara reflek kaki juga mencari tuas rem belakang sebagai balancing. Ujung jari dibalut boot sudah menjulur…maju kebawah, kiri kanan…..waladalah koq ngeblong nggak ada tuas?. Darah IWB seperti turun karena kaget. Sementara laju motor dengan bobotnya yang berat begitu deras mendorong maju kedepan. Disaat itulah, IWB tersadar bahwa mbah Dukun tidak bercanda. Hanya sepersekian detik….reflek memberikan porsi lebih banyak kepada tarikan tuas rem ditangan dilakukan, posisi motor diusahakan tegak lurus dibarengi downshift untuk mendapatkan bantuan engine brake, Dan akhirnya….horeee berhasil!! Laju motor berkurang sesuai keinginan….

Karena penasaran, satu putaran setelahnya IWB berhenti untuk cek silang ke-mbah Dukun memastikan drama yang baru saja terjadi. Jawabnya..” Iya sob, tuas sengaja gua copot. Terlalu pakem soalnya..” ujarnya santai. IWB langsung noleh kebawah. Hah…gantolane ora ono tenan mzbro. Ora guyon ki…waladalah. Yang kurang pakem aja pengen remnya makin juoz. Lha ini yang sudah pakem malah dilepas tuasnya. Yah…pasti ada alasan tertentu yang tentu IWB tidak tahu tentang siDucati. Jiaannn mbah Dukun ilmunya emang tinggi euy. Sakti mandraguna. Jadi motornya hanya mempunyai rem depan doang. Rossi aja putus tuh!!! :mrgreen: … Tapi top dah buat mbah dukun…..(iwb)

Update : Alasan teknis kenapa hal itu dilakukan…

Sebenarnya rem belakang pada Superbike memang dibikin bukan untuk digunakan sembarangan, yaitu sebagai “merubah trajektori motor saat fast cornering” tapi ini bukan perkara mudah.

Mbah matteo sendiri pernah ngejelasin pada mbah, bahwa rem belakang ditangan amatir bisa jadi bumerang. Khususnya pada kecepatan rendah – terlebih saat motor di posisi turunan. Rem belakang bisa saja nge “lock” dan menyebabkan hi-side.

Memang terasa aneh, tapi buat amatir, rem belakang memang di desain tidak pakem, terlebih bagi para biker harley-davidson yang baru aja minang ducati, kondisi ini kita tekankan.

Tetapi keberadaan rem belakang sendiri untuk penggunaan normal bukan tanpa fungsi. Hanya saja dikhawatirkan kalo “Refleksnya” salah – eg pake rem belakang di turunan, alamat jumpalitan. :mrgreen:

-Mbah Dukun aka Indobikermagz-

iklan iwb
Previous articleNew Yamaha Vixion dibekali pelk 3,5 inch??….
Next articleTentang BBM….DPR mau bikin dagelan!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!