Diungkapkan oleh Preziosi bahwa kendala yang menghadang tim merah mengakibatkan potensi Valentino Rossi dikebiri. Apa yang dipertontonkan The Doctor sudah cukup membuatnya tahu akan hal itu…

Tidak kunjung membaiknya performa Rossi membuat Filippo Presiozi (bos Ducati) angkat bicara…..

“The problem is not performance – the Italian engineer explained – in the opening laps at Misano, Valentino was just three tenths off the leaders, which is encouraging.  Towards half distance or the end of the race, however, his times became progressive worse, and the reason is that our current technical situation forces him to ride at 99%.  But at ninety-nine percent you aren’t going anywhere because you are losing a second per lap.  You need to be at 99.9%.”…..

-Gpone-

Dari situ bisa disimpulkan, ketajaman Rossi masih belum habis. Salah jika mengatakan The Doctor sudah terlalu uzur tidak mampu bersaing dengan pembalap muda. Presiozi mengakui, masalah teknislah yang mengebiri skill asli The Doctor. Simpel…ketika kamu membalap pada kondisi 99%, hasil tidak akan kemana-mana sebab kamu akan kehilangan setidaknya satu detik perlapnya. Jadi butuh 99,9% untuk memperbaikinya. Terus gimana bisa membuatnya 100%?….PR Ducati pastinya. Mosok Yamaha aja bisa membuat pembalap Italia tersebut membalap lebih dari 100%…..pabrikan Bologna tidak. Ya nggak bro….. (iwb)

iklan iwb

 

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!

31 COMMENTS

  1. Ayo Ducati. turuti The Doctor dong…. Dulu di Yamaha minta ganti ban Bridgestone bisa Jurdun. Kalo ban skrg 1 merk, top speed bejaban Honda. Berarti kurang lincah. Nah PR itu yg hrs di tuntaskan. Mudah2 an Rossi bisa bersaing lg…

  2. yg lagi HOT

    kyknya ninja RR facelift mo keluar
    silahkan diterawang

    a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/294088_2162561976741_1027339191_2487499_1932465229_n.jpg

    facelift ato modif ????
    silahkan diamati 😀

  3. emang balapan isa kenal uzur apa…. skill balapan mah beda ama skill bola yang kalau dah tuir bakal ngos2an larinya… lha kalo skill balap? lha yang lari kan motornya ….

  4. mnrt saya malah bukan 99% mas iwan, di ducati dia harus membalap 110% agar mampu bersaing, itu pun cuma bersaing di bagian papan tengah. klo di honda or yamaha dulu, cukup dgn 90% skillnya dia mash bs juara, setidaknya podium

  5. @11. pengepul – September 9, 2011
    yg lagi HOT

    kyknya ninja RR facelift mo keluar
    silahkan diterawang

    a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/294088_2162561976741_1027339191_2487499_1932465229_n.jpg

    facelift ato modif ????
    silahkan diamati
    ==============================================
    wanjir,.. itu KRR bneran facelift?? :O

  6. Kalo Ducati sdh selincah Yamaha. Ane jamin Jurdu lagi. Mental fight one by one. Yg mampu ngimbangi cuma Lorenzo (bkn Stoner). Tp Yamaha lemot top speed

  7. Setuju lah. Di honda Juara, di Yamaha Sukses, di Ducati melempem. apalagi klo bukan faktor motornya.

    Nitip : fncounter.wordpress.com/2011/09/10/james-toseland-pensiun-dari-dunia-balap/

  8. kasian dah ga pernah menang balapnya masih 99%. harusnya 100 persen biar bisa bersaing dg dovi spies n simon.

    kl menurut ane Rossi sudah 100% dengan ducati, melihat kemampuan rossi pake ducati dlam keadaan saat ini. buktinya Rossi banyak dlosor. tp dibandingkan kl pake yamaha atau honda hasil segitu belum 100%.

    kl benar balapan Rossi ga 100% ini penghinaan terhadap sponsor n tim artinya rossi ga niat, ane lebih percaya perkataan hayden kl rossi dah berusaha keras 100%, sampai sliding sana sini, bahkan crash lebih banyak dari stoner (walau tidak saat race).

  9. Gwe geli banget denger komentarnya Presiozi yg berkomentar kayak anak ingusan yg belum mau mengakui kekalahannya. Jika skill rossi gak bisa terlihat akibat di kebiri oleh motornya sendiri yang sedang bermasalah maka semua pembalap pun akan merasakan hal serupa, cuman perbedaannya adalah Stoner bisa menyatu dengan motor yang gak pernah sesuai dengan keinginannya meski pun sejak dulu stoner udah berulang kali ingin merubah motor sesuai keinginannya agar benar2 cocok dgn gaya balapnya. Gwe yakin banget kalo T Elias di berikan mtor bagus juga akan mampu bersaing di depan jadi gak ada alasan skill rossi terkebiri oleh masalh teknis motornya sendiri karena stoner pun pernah merasakan hal yg serupa pada saat di ducati & bedanya kemauan stoner gak pernah di turuti. Kebodohan ducati adalh melepas stoner & mengmbil rossi sebgai penggantinya, seharusnya Hayden lah yg di lepas dan biar kan stoner dan rossi merubah motor ducati sesuai keinginan mereka lalu akan terjadi persaingan dan perkekbangan di antara mereka yg akan menghasilkan juara. Gaya balap rossi itu sama seperti yg lainnya (gaya balap rider pada umumnya) dan gaya balap stoner gak ada samanya dengan pembalap lain n terbukti karena baru stoner yg mampu membawa ducati bersaing di depan di setiap sirkuit meski tanpa perubahan motor seperti yang di inginkannya sejak dulu. Menurut gwe biarkan stoner merubah motornya agar bisa juara dunia sebelum rossi bisa matching dengan ducati n lambat laun rossi akan berkembang karena pasti ada sesuatu yg bisa di petik rossi dari cara stoner memperlakukan Ducati dan setelah itu jika rossi sudah bisa matching 100% dengan ducati maka biarkan ke dua rider itu bersaing untuk menjadi juara dunia dengan begitu maka ducati gak ompong juara dunia bertahun2. Inilah yg di namakan team yg gak bisa mengatur strategi agar gak ompong juara dunia, jangankan bisa mengatur strategi memberi kebeasan kepada stoner untuk merubah motor sesuai keinginannya saja gak pernah terjadi apa lagi mau merngatur strategi. tanpa strategi yg baik maka sebua team gak akan bisa jadi juara dunia kalo gak ada kerja sama yang baik antara team dan rider. Presiozi i ni adalh orang yg gak pernah mau di salahkan jika terjadi masalh pada team mereka terbukti dari omongannya sebelum2nya di media masa.

Monggo sharing dibawah tanpa menghina Ras, Suku dan Agama