iklan iwb
iklan iwb

Sejak kita brojol didunia ini, kita disuguhi kendaraan yang biasa kita sebut motor ataupun mobil. Karena roda dua lebih merakyat maka kendaraan jenis ini begitu melekat dalam rasa dan jiwa. Seiring berkembangnya jaman dan kesadaran kesalamatan, maka berbagai forum dan diskusi blogger, ATPM ataupun komunitas roda dua tidak henti-hentinya menghimbau, mengedukasi para biker supaya selalu mengenakan proteksi maksimal untuk minimize kecelakaan. Berkendara selalu dalam koridor sopan santun alias jangan ngebut. Bahkan tidak sedikit yang menuding, lingkungan keluarga adalah biang mandulnya kampanye yang didengungkan. Apakah selalu seperti itu???…bisa iya bisa tidak!

Urusan safety memang betul…mayoritas masyarakat kita masih sangat rendah kesadarannya. Tidak jarang…helm dikenakan hanya untuk menghindari tilang dari pak polisi. Nah ini yang harus dirubah. Tapi jujur ada satu perkara yang  IWB sendiri kurang setuju yakni…urusan ngebut. Tidak benar jika dalam lingkungan terdekat kita cuek masalah ini. Sejak dahulu kala orang tua selalu mengingatkan anaknya supaya jangan ngebut naik motor. Begitupun Sejak IWB SMP….kata-kata tersebut selalu terngiang ditelinga. ” Ojo ngebut lho lek numpak motor..” ujar bapak. Nasehat itu tidak pernah absen setiap IWB keluar menggunakan sepeda motor. Tapi mirisnya setelah dijalanan…nasehat itu kadang buyar…

Ketika adrenalin terpompa….tidak perduli nasehat atau nyawa diujung tanduk, kebut-kebutan tetap dilakoni…yang penting tunggangan kesayangan bisa didepan. Apalagi kalau sudah ketemu musuh pecicilan dan belagunya setengah mati….wis hajar terus. Gara-gara itu pula IWB tidak diperbolehkan naik motor buah pengaduan tetangga rumah yang melaporkan perilaku buruk keorang tua IWB. Omelan pedas serta sita kunci motor dilakukan. Kapok?? iya..tapi hanya sebentar. Plintat-plintut sembunyi-sembunyi nunggang motor teman tetap dijalani. Adu kebut liar dulu menjadi favorit nomer satu. Malam minggu lainnya ngapel kepacar, IWB malah ngacir nongkrong dikomunitas anak motor. Gimana kalau ortu mergoki?? byuh….bisa digebuk sama tongkat kayu. Tapi entahlah…hentakan ngebut selalu muncul kembali. Seakan membuat candu…atau addict disanubari….

iklan iwb

IWB yakin…jika orang tua mendidik dengan keras malah tidak mempan. Yang ada jiwa muda kita akan berontak. Artinya…yang paling efektif adalah pendekatan secara persuasif…dari hati kehati. Kalau perlu beri contoh sesuatu yang bikin ngeri jika kita ngebut. Beri peringatan lewat contoh kongkret. Sedang IWB….penyakit hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia. Gedoran naluri untuk ngebut makin melemah. Sejak itulah….kontrol jiwa muda untuk kebut-kebutan bisa diredam. Nah…apakah naluri ini hanya ada pada segelintir orang??. Ternyata tidak mzbro. Mayoritas teman-teman IWB paling demen kalau tema cerita tentang speed atau kencangnya motor. Artinya…ngebut ada pada naluri setiap laki-laki. Selama ada yang namanya gaya G, jiwa itu pasti ada. Bahkan sebelum ada yang namanya motorpun…..adu kebut sudah bukan hal asing bagi nenek moyang kita. Monggo sampeyan intip kebudayaan kerapan sapi diMadura. Nah….adu kebut juga to.

Yang alay kayak gini nih jangan dicontoh mzbro....

So.. kita harus bisa mencermati dan mengalisa secara teliti. Tudingan seolah-olah pabrikan bertanggung jawab penuh atas banyaknya adu kebut-kebutan akibat motor yang mereka produksi…IWB pikir juga nggak fair. Sebab selama ada yang namanya speed, selama itu pula naluri ngebut pasti berjalan mengiringi (yang penting jangan alay mzbro :mrgreen: ). Tinggal gimana mengarahkan para speed freak tersebut lewat fasilitas dibelakangnya. Sirkuit contohnya?? dan itu adalah tugas pemerintah beserta unsur terkait….bukan blogger tentunya. Gimana mzbro, ada pendapat lain??….monggo share opini sampeyan (iwb)

iklan iwb
Previous articleWalah….jebule Yamaha raja eksport mzbro!!
Next articleNih dia motor lelaki tulen…!!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!