iklan iwb
iklan iwb
Era 2 tak...era mesin liar

Brother sekalian…tidak bisa diingkari masa 2tak adalah masa paling liar yang pernah ada. Kalau sampeyan sempat menikmati balap Motogp era 1990an, dipastikan sering tahan nafas akibat manuver-manuver berani dari pembalap. Sliding, nempel ketat, geal-geol akibat besarnya tenaga plus adegan salip menyalip hingga bersenggolan sudah bukan hal luar biasa. Tapi masa itu sudah sirna……

Pembalap jaman sekarang bisa dibilang paling nyaman. Mulai dari traksi kontrol, penyaluran tenaga bahkan elektronik mengatur sedemikian rupa membuat kuda besi prototype begitu lebih mudah dikendarai. Ketika semua setingan elektronik sempurna, jangan harap motor bisa disalip. Bahkan ban habispun traksi kontrol bakal terus meminize adanya sliding supaya rider tetap mampu mengoptimalkan kemampuan motor hingga 100%.  Gimana dengan Motogp 2tak 500cc???….

Berbeda jauh mzbro!. Pembalap dituntut untuk pintar mengatur ritme agar ban tidak cepat habis. Sebab sekalinya teledor perkara satu ini, dipastikan handling kuda besi akan susah dikendalikan. Accelerasi raksasa tidak akan mampu diredam karet bundar yang sudah habis. Sisi ini diungkapkan secara khusus oleh Rossi ditahun 2006 lalu…

iklan iwb

” Butuh waktu untuk mengerti motor 500cc. Kamu harus sangat sensitif. Aku juga butuh waktu untuk memahami semua itu. Sekali kamu menguasainya, kamu harus berhati-hati dan jangan terlalu percaya diri. Kalau kamu sombong, motormu akan menyiksamu. Dengan kata lain kamu harus rendah diri. Aku jatuh bangun dan menghabiskan nyaris sepanjang musim pertamaku memahami motor 500cc dan mengubah caraku mengemudi…

Honda RCV211v menggantikan NSR500..segalanya menjadi jauh lebih mudah

“Segalanya cepat berubah saat kami pindah keMotogp 4tak 990cc. Motogp dapat dikendarai dengan banyak cara, masing-masing pembalap dapat mengemudi dengan caranya sendiri. Itu karena mesin 4tak memberi kamu banyak ruang gerak, sehingga jauh lebih mudah untuk mengendalikan penyaluran tenaga dan pergantian gigi. Rahasianya terletak dimesin 4 tak, elemen-elemen elektroniknya juga sangat bermanfaat. Motogp jauh lebih mudah dari motor 500cc. Jarang jatuh karena pengendalian distribusi tenaganya lebih mudah. Motor itu juga mudah direm. Kalau kamu jatuh diMotogp, sebabnya selalu akibat selip-hal yang jarang terjadi pada kelas 500cc. Bukannya bilang kalau Motogp lebih cocok untuk semua orang, atau aku lebih senang motor-motor itu dijumpai dijalan-jalan. Walau begitu, motor itu memang jauh lebih mudah untuk dikendalikan, dibanding motor 500cc (2tak). Dan itulah sebabnya Motogp kurang selektif.

Menurutku ada banyak pembalap yang bisa memaksimalkan potensi motornya hingga 95% diseri Motogp. Sementara di kelas 500cc, mayoritas pembalap hanya mampu memaksimalkan potensi motornya hingga 75% saking susahnya. Itulah sebabnya balapan menjadi lebih ketat hingga akhir….”

Penuturan Rossi diatas jelas menggambarkan betapa susahnya motor 2stroke era 500cc. Doi padahal mengungkapkan pendapatnya ketika balapan masih diera 990cc 4tak dimana notabene power lebih besar dibanding 800cc sekarang. Nggak heran sih mzbro kalau melihat engine 2 tak Ninja yang hanya 150cc aja jambakannya nampol bener. Lha ini 500cc…NSR lagi. Ora iso bayangne….(iwb)

iklan iwb
Previous articleKawasaki akan menanggalkan huruf R dibelakang Ninja250r. Wah…ada apa nih??
Next articleTidak diragukan…modif Vixion memang paling gampang!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!