iklan iwb

Kalau tanpa mencicipi, semua hanya berdasarkan katanya. Dan beruntung IWB bukan termasuk biker model begitu. Sebab sejak mengenal yang namanya jaran wesi….hasrat geber segala tunggangan sudah nongol sejak duduk dibangku kelas 4SD….

Pertama kali diajari motor waktu itu menggunakan Honda CB100 (sekitar tahun 1987). Motorsport legendaris yang tidak lekang oleh waktu. Maklum, bokap paling demen dengan pabrikan sayap mengepak. Dari bokaplah dikenalkan yang namanya kopling, perseneling serta cara oper gigi yang benar. Hingga beranjak SMA, tunggangan yang sering dipegang ngalor-ngidul menemani keluyuran adalah sebuah Honda GL-Max lansiran 1992. Mesin item yang larinya maknyoz. Kenapa tidak mau RXZ atau RGR yang lagi ngretrend ditahun 1990an?? soale bokap ogah selain merk favoritnya (selain itu lebih murah je :mrgreen: ). Tapi dilalah keterusan sebab irit diongkos dan enak dibuat turing. Walau Honda mengeluarkan seri Neo-Tech, iman tidak bergeming soale waktu jajal masih ngacir yang versi lawas. Sering tukar pakai dengan tunggangan teman dari Honda Tiger, Gl-Pro, NSR, Yamaha RX-Z, RZR, King/Special, Suzuki RGR, F1ZR, Force-One dan masih banyak lagi yang tak terhitung jumlahnya termasuk motor-motor keluaran sekarang. Dan atas pengalaman yang IWB rasakan berikut impresi perbedaan yang menonjol dari karakter mesin SOHC 4tak motor laki Yamaha vs Honda….

Yamaha….kalau sampeyan biasa nunggang Honda, pasti bakal merasakan kenikmatan torsi sigarputala. Accelerasi bawah berasa maknyus enteng tenan….sekali betot, wussss bertenaga tanpa jedah. Sedang sayap mengepak…weleh iso geleng-geleng kepala. Rpm bahwa lemot dan kurang garang. Makanya dulu punya Megy lawas knalpot langsung dibedel untuk mendongkrak accelerasi. Begitupun siTigy. Walau bercc besar…jangan kaget kalau tarikan bawah kurang gahar. Tapi sebaliknya…simacan terkenal dengan genjotan rpm atasnya yang mumpuni. Syukurlah seiring dengan majunya teknologi, Honda sudah memperbaiki kelemahan tersebut dengan produk-produk anyarnya lewat pemilihan low friction part sehingga kinerja engine lebih enteng. Apakah ini berarti lari motor Yamaha lebih unggul??..

iklan iwb

Eiitt..sabar dulu mzbro. Stop dan go…memang Yamaha jagonya. Tapi tidak untuk urusan geber-geberan. Selama mencoba dan mengkomparasi secara feeling, produk Honda mumpuni diputaran atas. Mayoritas engine 4tak sayap mengepak kalau sudah teriak….widihhh puasss. Berasa powerfull hingga limiter mencekik raungan mesin. Sedang Yamaha….bawahnya ngagetin tapi atasnya agak ngedrop. Jelas dengan kondisi ini produk garputala jago diperkotaan alias kalau turing jarak jauh bakal kedodoran. Yah memang semua tergantung pilihan pabrikan mau dibuat overstroke atau overbore (lebih jelas monggo intip artikel wak Haji disini). Tapi mau yang jenis manapun…Honda perasaan lebih nampol untuk putaran atas tapi bawah kalah nendang dibanding Yamaha. Maka jangan heran lewat Megy lawas dulu, IWb pernah membuktikan (klik disini). Hanya kalah gigi 1, 2 dan 3 melawan Vixy, tapi gear 4 imbang. Baru setelah menginjak gigi 5 bisa unggul nyalip SiVixion…

Yup….semua memang tergantung kebutuhan. Tendangan bawah maut atau atasnya yang nggilani sampeyan yang memilih dan menentukan. Artikel ini tiada maksud apapun selain share rasa dan pengalaman pribadi dengan menjunjung tinggi sikap netral. Kesimpulannya setiap motor punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya bagaimana kita bisa menghargai dan menyikapinya. Ada komentar mzbro??…..(iwb)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!