iklan iwb
AHM masih enggan membekali CBR250r dengan AHO sistem....

Sampai saat ini pro dan kontra masih menyelimuti kebijakan ATPM dan pemerintah memberlakukan AHO sistem. Ada yang bisa menerima namun banyak juga yang kurang berkenan dihati. Dari sisi pemerintah demi keselamatan pengendara….sedang biker merasa banyak cara selain harus memaksa dengan menghilangkan saklar lampu…..

Kalau kita analisa asal muasal keputusan ATPM memberlakukan AHO memang tidak terlepas dari campur tangan pemerintah. Lemahnya aparat dijalanan dalam menindak pengendara motor yang lupa atau sengaja tidak menyalakan lampulah biang keladinya. Sehingga akhirnya dari pihak berwenang menghimbau semua pabrikan membekali kuda besi mereka dengan AHO sistem. Alhasil lampu menyala terus tanpa ada kesempatan bagi biker bertindak mbalelo dari peraturan. Btw seberapa efektif sih menyalakan lampu disiang hari??. Iseng-iseng IWB coba testing. Caranya cukup simpel, yakni IWB berhenti dipinggir jalan dan memperhatikan pengendara yang melintas lewat spion motor. Hasilnya….memang beda!!. Motor lampu yang menyala lebih terlihat jelas dan eye catching. Mungkin ini maksud regulasi dibuat. Supaya pengendara lain menyadari kehadiran kendaraan lain disekitarnya. Tapi…memang aturan bukannya tanpa cela. Berikut pendapat IWB tentang kelemahan yang bisa didapat…..

Pertama….coba mzbro bayangkan, jika dalam satu hari…..jutaan orang lalu lalang dijalanan secara serentak menyalakan lampu disiang hari, betapa makin panasnya bumi ini. Pancaran lampu yang menyilaukan…dari sebuah kuda besi dimana rata-rata dibekali sinar dengan kekuatan antara 25-35watt dikalikan seperkian juta lampu…..pasti akan beda efek dari suhu lingkungan sekitar. Alih-alih ingin mendinginkan bumi tapi malah sebaliknya. Yang kedua hasil limbah dari lampu kendaraan bermotor yang membludak. Lho koq bisa?? yup!!…..lampu berdasarkan lifetime atau siklus hidup. Sebagai ilustrasi jika produsen mengklaim lampu mereka bisa menyala 3000jam, maka seandainya dihitung pemakaian rata-rata 12jam/hari (siang & malam hari hidup), hasilnya adalah 250hari alias satu tahun tidak genap. Bandingkan jika lampu hanya menyala malam hari (rata-rata berpijar sekitar 5jam/hari) maka lampu mampu menyala hingga 600hari atau hampir dua tahunan. Jadi dengan pendeknya umur bohlam otomatis bakal memperburuk banyaknya sampah. Dan ingat…sampah dari elektronik lebih susah didaur ulang ketimbang unsur lain. Hal ini diamini juga oleh salah seorang kepala mekanik Honda Cisalak yang mengatakan bahwa umur lampu disinyalir lebih pendek jika siang hari menyala terus….

iklan iwb

Yup…semua memang sudah diperhitungkan sedemikian rupa. Dalam satu keputusan atau regulasi tentu tidak ada yang sempurna…dan kekurangan bukanlah satu alasan untuk menentangnya. Sebagai konsumen kita tetap harus mengambil intisari dan tujuan positif dibaliknya. Sedang dari sisi ATPM, tantangan mensosialisasikan benefit AHO kudu digeber, disampaikan secara berkesinambungan lewat para sales mereka sebagai ujung tombak SDM yang bertemu langsung dengan konsumen. Tentu bukan hal merugikan buat ATPM…malah menguntungkan disebabkan intensitas belanja part lebih seringkan….lawong lampu lebih cepat ganti 😆 . Dari sisi IWb sebagai blogger tetap akan mendukung peraturan ini walau dalam hati kecil merasa beruntung mendapatkan kuda besi yang masih dibekali saklar pemutus headlamp. Soale sewaktu-waktu bisa dimatikan ketika kita tidak membutuhkannya, contoh melaju dipersawahan sunyi atau sedang diladang mengontrol tumbuhan yang kita tanam. Ya nggak bro………..(iwb)

58 COMMENTS

  1. saya setuju lampu nyala siang hari,tapi jika harus AHO kayaknya g harus!! 🙄

    nitip bro>>>

    rudy052.wordpress.com/2011/05/20/jupiter-mx-dobel-shocbreaker/#comment-949

  2. seharusnya konsumen diberi pilihan,
    kalo malem hari masuk gang,
    banyak orang nongkrong gimana?
    secara norma kesopanan kan dah terlanggar,
    saya setuju AHO,tapi berikan konsumen pilihan dong,

  3. Waktu saya masuk ke tempat parkir salah satu rumah sakit, ada tulisan di dekat pintu masuknya yaitu “Mohon Matikan Lampu”. Waduh gmn nih, motor yg lain sih enak karena tinggal switch off lampunya, mesin masih nyala. Lah motor saya sudah AHO, mesin harus mati. Jadi pas mau parkir, motor harus didorong.

  4. @ Kangmase
    Yup…kita tetap harus dukung suatu peraturan yang tujuannya positif
    @ Rudy
    Itu maksudnya mzbro..
    @ Aryoningrat
    Betul bro Aryo. Tapi memang diJakarta norma seperti itu tidak ada. Tapi kalau diJawa sudah lazim kita matikan lampu jika masuk gang dan banyak orang nongkrong biar nggak menimpa muka mereka. Nggak sopan soale…
    @ Suzuki
    Walah…korban AHO dong bro xixixi…

  5. byk alasan lainnya lg mas
    wong yg bikin peraturan skrg lg sibuk dgn gedung barunya koq
    like or dislike tetep konsumen yg menentukan,mas iwan apa punya data penjualan tentang motor yg berAHO?mgkn laris ato malah tambah seret?

  6. Saya Bukan tidak setuju dengan Progaram AHO,, silahkan saja Pemerintah mau Bikin Program apa saja.. kos, meski banyak yang nentang PROGRAM Pemerintah tetep aja dilaksanakan (Gedung Dp nger dan wisata Gratis sekeluarga bagi anggota DEWAN PENGHIANAT RAKYAT).. 👿 👿 👿

    silahkan bikin peraturan..

  7. ane setuju aj sama AHO ini tapi, kebanyakan orang suka pk lampu jauh yg menyilaukan kalo lampu utama d hidupkan! Bahkan sangkin keselnya silau ane sorot tuh muka si pengendara pk lampu pass! Biar tahu rasa… Gimana kalo ini terjadi d siang hari?

  8. kl saya sih setuju2 aja, bebas tilang lagi karena gk mungkin lupa nyalain lampu pas riding siang hari.

  9. saya malah rada kesel sama yang siang-siang nyalain lampu, tapi kalo motornya emang AHO ya gimana lagi.. maklumin aja deh 🙁

  10. yup setuju mzbro..kebijakan yg aneh=premium mau dihapus, hanya bs menyengsarakan rakyat kecil tapi memakmurkan yg punya pabrik..

  11. Memang bro Iwan, hal tsb pasti bakal nimbulin pro kontra, tp kembali lagi..regulasi tsb dibuat tentu semata-mata sudah dipikirin + / – nya baik oleh ATPM maupun pemerintah sebagai pengambil kebijakan.
    So…ini pun khn baru sebatas kekhawatiran, sebaiknya perlu adanya trial error di lapangan sebelum ATPM pun mengeluarkan produk baru berfitur AHO-nya. agar bisa diketahui apakah fitur tsb benar-benar membantu atau hanya sekedar menuruti apa yang manjadi aturan pemerintah saja

  12. kalo semua pakai
    alias dipaksa
    bisa nggak analog dengan kasus becak di DKi

    maskurblog.wordpress.com/2011/05/20/ketemu-lexam-di-jalanan-cilacap/

  13. Kalo ane mah setuju, sekarang aja jangankan siang, malam pun tidak sedikit pengendara yang ogah nyalain lampu depannya, entah alasannya apa. Mereka lebih khawatir bohlamnya putus ketimbang nyawanya yg putus

  14. @iwb,
    nha itu masalahnya bro,ane hidup di jawa,jadi ya ane kudu pertimbangkan mslh unggah ungguh dan berbagai norma itu,
    AHO aho,bikin repot,tapi saya setuju sih

  15. Semua memang ada kelebihan dan kelemahannya. Namun kalo sudah mengacu pada peraturan pemerintah, ATPM pun tidak bisa menolaknya. Yg terpenting skrg adalah pengendaranya. Peraturan itu ada karena pengendara yg sengaja/lupa menyalakan lampu. Sehingga pemerintah mencoba bersikap tegas.

  16. setuju AHO…^^
    dengan adanya AHO juga demi keselamatan pengendara motor..
    emang sii banyak yg ga suka AHO..tp,ya namanya peraturan dari pemerintah kita sebagai rakyat hanya bisa mematuhi peraturan.

  17. tolak AHO, dukung lampu nyala siang hari

    smartf41z.wordpress.com/2011/05/20/tips-n-trik-pasang-cover-knalpot-tanpa-las-dan-bor/

  18. maju kesodok..mundur ketusuk..pilihan yg sulit
    asmarantaka.wordpress.com/2011/05/20/akhirnya-terbukti-honda-nmp-di-indonesia-kualitas-rangkanya-lebih-parah-dari-china/

  19. klw saya mah mikirnya simpel brp sih harga sebuah bohlam + Aki apakah sama dengan harga nyawa kita ???apakah kita hanya mw bertaruh dgn sesuatu yg tdk bernilai, Benar mmg kt pepatah ” Hidup itu Pilihan”.

  20. hmmm…
    klo ane pribadi setuju2 aja dgn kebijakan DRL.

    terbukti berdasarkan riset, menyalakan lampu di siang haru cukup efektif mengurangi angka kecelakaan.

    cuma klo pemaksaan dgn AHO, kayaknya entar dulu deh…

    persis dgn bro di atas, ada beberapa tempat yg mengharuskan mematikan lampu dan membuka kaca helm.

    nah klo udah AHO, mosok harus matiin motor dan ngedorongnya….??!

  21. bro, bohlam jadi gampang pedhot. aturan ini apa didanai produser bohlam? efektif kalo pengendara motor lebih sedikit dari mobil, supaya mobil awas akan kehadiran motor. tapi di jakarta??? malah mbingungi, ada jutaan motor. matanya driver cuma 2.
    harusnya yang ditertibkan dulu itu lampu malam hari, lebih bahaya, juga lampu yg bikin mata silau.

  22. Berhubung kesadaran pengendara motor yang masih rendah untuk menyalakan lampu di siang hari, maka diterapkan AHO, demi safety riding juga

  23. perokok juga ada jutaan, yg nyalain kompor jg jutaan, tp bumi gk smpe kebakar smua n gk berasap semua hahahaha.., piss bro

  24. setiap peraturan yg di buat pasti ada pro & kontra lah..
    keselamatan memang teramat sangat penting, tetapi menjaga agar tdk global warming jg tdk kalah penting..
    tp pemerintah pasti telah memikirkan dampak dari peraturan yg dibuatnya..

    sebagai riders yg baek, qt hrus mengikuti peraturan yg ada.. tp solusi agar pabrikan motor memberikan pilihan kekonsumen untuk memilih motor yg sudah memakai sistem AHO menurutku bukan ide yg buruk.. 😀

  25. bagi yg gx suka ama AHO bisa di buat saklar lampu sendiri kog !!
    😀 😀 😀

  26. hm…kenapa gk lampu senja ny dibuat lebih terang…dr pd lampu sorot (lampu utama), lampu senja di ganti led tpi yg lebih terang disinyalir lampu led gk lebih panas dr pada lampu pijar (lampu sorot) dan juga lampu led gk bgitu memakan listrik aki…
    *hmmm…

  27. @atas ane:
    setuju bgt! led lebih awet, hemat energi, dan nggak kalah terang kalau cuma untuk position lamp. Kalau untuk penerangan emang baiknya pake bohlam..

  28. DRL yes! AHO no!
    Saya SETUJU DRL. Biar lampu cepet ganti, aki cepet tekor, RPM berkurang,bumi makin panas, SAYA NGGA PEDULI, yg penting saya selamat di jalan.
    Tapi saya NGGA SETUJU AHO. Karena saya SANGAT PEDULI dengan adab kesopanan di wilayah tertentu.
    INDONESIA itu bukan cuma di jakarta bung!

  29. say no to AHO
    AHO = pembodohan otomotif!

    aturan AHO dibuat oleh orang yang menggunakan mobil sebagai kendaraan sehari2. makanya mereka asal nyerocos aja. asal buat aturan seenaknya.

    (sekali lagi)AHO = pembodohan otomotif!

  30. 11. gcm – May 20, 2011

    tetep lebih baik terapkan sensor LDR aja, biar kalo cahaya redup lampu otomatis langsung nyala?
    —————————————————-
    ane lebih setuju ma yg ini…tp klo emang d aplikasikan ke motor mungkin jd agak mahal bro…barangkali ada yg tahu harganya brp????

  31. Ane sih msh setuju DRL tp klo AHO tidak.Produsen bisa mengklaim lampu dpt menyala 3000jam, itu bsa lebih pendek lagi krn suhu jga berpengaruh antara siang dan malam, lbh panas di siang hari jd umur bohlam lebih cpt mati dr klaim tsb & mika lampu jga bsa kena dampak dr kenaikan suhu. percuma klo kta manasin motor,service,keliling kampung,jalan ke pedesaan yg blm padat pengguna kendaraan, lampu terus memancar keknya mubazir (Apa itu cma akal2 lan aj biar lampu lebih laris?) contoh: helm,dulu sblum ad peraturan penggunaan helm SNI helm2 yg hrganya mahal jrg ada yg beli kan?. Percuma klo beli motor AHO klo rata2 masyarakat tdk menerima bsa jd klo kta mau jual motor mudah dibanting hrganya krn alasan tdk ad saklarnya kek,bikin aki cpat tekor kek,mika jd kuning kek dan lain sbagainya. Intinya saklar lampu msh perlu diterapkan drpada AHO.Smoga AHM & KMI tdk ikut2 pabrikan lain cz masyrkat bnyk yg percaya dgn produkmu jgn lunturkan kesetiaan masyarakat. Utk CBR series Ane acungin jempol cz AHM ngambil keputusan yg tepat utk tdk menerapkan AHO.

  32. mendingan tuh yg dibikin AHO lampu senja aja jadi ga silau dan lebih hemat, apalagi kalo pake lampu led jd ga ngeluarin panas berlebih

  33. Menurut saya: dengan adanya teknologi AHO memberikan keselamatan bagi pengendara, karena orang lain akan lebih waspada, karena kesadaran WNI masih rendah terhadap keselamatan berkendara

  34. ane setuju pendapat bro skips klo tuh motor AHO dipake pulang kampung yang yang masih sepi mubazir tuh lampu malah bisa buat perkara coz ga sopan siang2 buat silau orang yang jalan kaki. mending manual aja deh jadi dipake klo perlu aja.

  35. iya niyy,,,dipakenyaa kalo perlu aja dunxxx,,,selain lebih irit kan jg lebih menghargai pengguna lain,,,tp tergantung kebutuhan masing2 konsumen siy,,,mungkin perlu diberikan analisanya berdasarkan hasil survey knapa sampai keluar teknologi AHO. Dan dampaknya setelah digunakan teknologi ini,,,

  36. Semua itu keputusan pemerintah meskipun saya rasa juga menyalakan lampu dapat menimalisir kecelakan, hal teersebut tidak dapat dijadikan alasan dalam mewajibkan sistem ini, hal utama menimalkan kecelakaan yaitu kondisi si pengendara sendiri.

  37. AHO ATO NON AHO
    ya gak masalah..
    yang penting dikembalikan lagi ke kesadaran masing2 rider..
    saya yakin rider yg baek pasti akan terbuka pada suatu yg baik,
    baik buat dirinya maupun org lain..

    GRAZIE!

  38. tertib lalu lintas dulu aja dibenerin.
    ada aho maupun tidak kalau pengguna jalan masih nganggap jalanan sbagai arena balap yang aho juga gk ada gunanya.
    tertib lalu lintas dulu di disiplinkan.

  39. Habat nih sistem..tambah makin irit aja nih punya aki motor..sistem AHO jawaban buat pemerintah yg mewajibkan menyalakan lampu disiang hari..
    Mantabssss…

Comments are closed.