iklan iwb
iklan iwb
Kalau kayak gini mah ngaruh kali yak...

Kenapa IWB buat artikel ini?? sebab banyak pertanyaan yang mampir kewarung menanyakan halal tidaknya jika itu dilakukan. Tujuan jelas untuk saving cost biar tidak terlalu banyak biaya ketika memodif tunggangan….

Era sekarang lekat dengan ban gambot. Sadar atau tidak pabrikan sudah menempatkan ban bukan hanya sekedar fungsi belaka namun juga kearah estetika. Coba mzbro lirik motorsport- motorsport keluaran anyar….hampir semua sudah meninggalkan ban berukuran kurus. Tercatat Honda CBR250r, Yamaha Byson, Ninja 250r dan Bajaj Pulsar series adalah kuda besi yang identik dengan ban besar. Tapi uniknya apa yang diberikan pabrikan tidak serta merta membikin puas para biker yang doyan modif. Ban belakang 120/70-17…..diperbesar hingga 160/60-17. Kemudian 100/80-17..diganti dengan ban 120/70-17 serta masih banyak ulah lain dengan tujuan membikin gagah tunggangan. Nah…pertanyaannya, boleh nggak sih jika ban belakang dipindah kedepan biar tidak usah beli baru?? Kan lumayan bisa ngirit pengeluaran…..

Nih yang membedakan ban depan dengan belakang....

Jawabannya sangat tidak disarankan!!. Lho kenapa??….sebab desain tread front dan rear tire  berbeda. Coba sampeyan intip kembang ban depan. Disitu akan terlihat alur lurus pada bagian tengah melingkar memutari ban. Fungsinya apa…?? sebagai hydroplaning ketika kondisi trek basah. Maksude..?? yup…alur tersebut berfungsi menyibak air ketika kita melaju dijalanan hujan atau basah. Tanpa hydroplaning cengkraman ban bakal berkurang drastis sebab unsur air tidak mampu dilibas sempurna oleh tapak ban. Lha terus kenapa ban belakang tidak dikasih alur tengah?. Lewat berbagai penelitian ternyata kinerja rear tire tidak terganggu karena tugas menyingkirkan genangan air sudah dilakukan oleh ban depan. Bisa diilustrasikan perahu yang membelah air laut…..moncong depanlah yang menyibak gelombang sedang bokong nyaris aman tanpa tersentuh ombak….

iklan iwb
Ban belakang......

Apakah ini artinya jika kondisi kering tidak masalah?? yup…begitulah kira-kira. Namun tidak menentunya cuaca tentu akan membuat kita was-was. Kecuali satu…kalau sedang hujan monggo nyetir motor alon-alon dibawah 40km/jam. Bisa jadi semua teori diatas tidak berlaku. Namun siapa sih yang sudi nunggang motor tersiksa. Lek aku sih emoh…mboh lek sampeyan 😆 . Btw…semoga berguna (iwb)

iklan iwb
Previous articleBebek Honda masih menjadi favorit para tukang ojek…
Next articleSupraX125 paling keren nih!!….
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!