Kalau sampeyan memperhatikan rangka motor besutan Kawasaki ini, semua pasti bakal setuju bahwa D’Tracker adalah motor keren. Mulai dari ban, suspensi, kaki-kaki  sempurna tiada cela. Namun kenapa banyak biker enggan meminangnya??…

Market segmented banget!! bisa jadi soale memang tidak banyak orang menyukai model yang ditawarkan plus banderolnya yang selangit. Tapi bukan itu masalahnya. Kawasaki D’Tracker saat ini dijual KMI pada angka sekitar 23,9juta (OTR DKI)…sebuah angka yang lumayan tinggi. Disitu bercokol berbagai produk premium dari masing-masing pabrikan seperti Honda Tiger, Yamaha Scorpio dan Ninja150L/M/N. Kemungkinan dengan pricing strategy yang dipasang memang bisa menjadi bumerang buat penetrasi produk. Namun faktanya doku 23,9juta ternyata bukan masalah bagi sebagian besar biker. Sebab dimarket segmen ini diisi oleh kalangan orang yang mengagungkan style ketimbang fungsi. Artinya apa?? jika secara fisik sudah sreg….dijamin tuh sisupermoto bakal dilibas tanpa ngelirik atau menimbang lagi. Tapi tahukan brother…..sebenarnya ada satu rongga kelemahan yang menahan minat orang untuk menebus sikuda besi…..

Dengan diplacement 150cc power yang dimuntahkan tembus 11,[email protected], torque [email protected] Walah…kecil dong!!. Eiitt…ingat, Motor trail ini berat kosong termasuk ringan. Yakni hanya 109kg…..wis dijamin hentakannya nampol tenan. Percaya nggak bahwa kebanyakan orang yang IWB tanya tentang D-Tracker 150……ternyata bukan masalah power harga ataupun model biangnya. Melainkan satu hal yang digaris bawahi yakni masalah dimensi.  Wujud sebuah motor supermoto identik dengan gagah dan besar. Dua unsur itu yang absen pada diri Kawasaki D’Tracker150. Malah lebih cenderung  berukuran mini. Yup….jelas selain masalah harga, dimensi sangat menentukan. Coba aja body sisupermoto dimelarin, pasti banyak yang mau (dengan catatan berat kosong masih sama). Apakah data yang IWB dapatkan selaras dengan pendapat mzbro semua??. Monggo dishare…..(iwb)

Advertisements