Banyaknya merk motor dimarket tanah air kadangkala membuat kita bingung untuk menjatuhkan pilihan. Maklum semua produk mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang dipakai ampang alias ngambang tapi tetap laris manis akibat sparepart dan 3S mumpuni. Tapi ada juga yang antep dan mantep handlingnya namun kurang bersinar penjualannya. Sebab nunggang motor bagi masyarakat kebanyakan dilihat dari ekonomis serta tingginya harga jual kembali. Lha Kawasaki??? ya nggak masuk!! lawong harga sparepart mahal-mahal…!!

Kestabilan genk ijo tidak diragukan. Bagi yang belum pernah nyemplak, mungkin bakal merasakan stang lumayan berat ketika kuda besi berhenti. Tapi kalau sudah jalan….anteng tidak ada goyang sama sekali. Tipe sport sih tidak heran. Lha ini motor kecil aja juga stabil habis. Seperti testimoni teman bernama Sugiyanto. Doi hanya meminjam siAthlete sebentar…balik-balik langsung bilang ” Motormu koq enak…stabil banget!!” ujarnya sambil geleng-geleng. Apa yang diungkapkan Sugiyanto bukan tanpa alasan. Sebab kendati bobot hanya 104kg, kestabilan Athlete serasa seperti motor laki. Mungkin begitulah karakter sasis Kawasaki. Besinya tebal serta desain dibuat sedemikian rupa tanpa memikirkan cost yang dikeluarkan. Yah…ibarat dagangan buatnya tidak grusa-grusu. Lain jika pesanan barang membludak….

Khusus untuk Athlete, jika diperhatikan desain sasis secara keseluruhan memang kuda besi underbone tulen. Terlihat ketika kita bongkar, tipe rangka full frame dengan tanki bahan bakar didepan membuat center gravity lebih terarah. Belum lagi sasis swing arm yang ditopang oleh stabilizer¬† menempel dari ujung lengan ayun mengarah kecenter monoshock horizontal. Jelas efeknya akan membuat gerak motor lebih anteng sebab swing arm menjadi kaku, kuat tidak mudah bergeser pada kecepatan tinggi (jarang lho pabrikan lain memikirkan hal-hal seperti ini).¬† Kemudian ukuran teleskopik alias suspensi depan. Walau sama-sama ayago, ukuran teleskopik Athlete lebih besar ketimbang Satria FU sekalipun (pernah dijejerin). Sayang engine yang dibenamkan hanyalah mesin bebek bertenaga 9,9ps…terlalu mungil untuk sasisnya yang besar. Gimana kalau ZX130?? Kaze?? atau Ninja???. Judule sami mawon. Rangka tebal dan kestabilan diatas rata-rata…..

So…jelas bahwa sasis Kawasaki memang yang terbaik (klik disini). Sumbu roda rata-rata lebih panjang dengan geometri serta desain diperhitungkan sedemikian rupa. Mau kata orang purna jual anjlok, sparepart mahal…tidak menyurutkan seseorang untuk meminang genk ijo. Mau ngejual Kawasaki Athlete??? mikir 1000kali. Selain harga secondnya kalah dengan produk kompetitor….rasanya susah untuk mencari penggantinya dalam hal sensasi berkendara. Ora percoyo?? monggo dicoba wae.….(iwb)

Noted : Foto paling atas nyomot dari Byson FC

Advertisements