iklan iwb
iklan iwb

Judul diatas pasti akan dengan mudah kita temukan jawabannya. Kopaja atau angkotkah?? bisa jadi tapi masih kalah dengan yang satu ini. Populasinya yang gila-gilaan apalagi kalau sudah keluar berbarengan, ibarat lebah siap tempur menyerang lawan. Kemruyuk bikin pening siapapun yang melihat.  Betullll….jawabannya kuda besi alias kendaraan roda dua aka motor. Tapi jika kita ciutkan lagi secara spesifik, maka akan kita dapatkan satu varian yang bener-bener bikin geleng-geleng kepala. Mau tahu??…..

Boleh saja motorsport ngaku paling kencang. Power mesin rata-rata diatas 12hp terbukti digdaya jika menempuh perjalanan luar kota. Tapi bobotnya yang lebih berat ketimbang varian lain memang menjadi titik lemah kelincahan jika menghadapi padatnya lalu lintas. Dan faktor inilah yang membikin motor laki tidak berkutik menghadapi sibebek ama matic. Dijakarta para joki kedua varian tersebut mayoritas bernyali besar. Srunthal-srunthul udah seperti hantu. Sambit kiri-kanan tidak peduli spatbor belakang nyenggol ban depan motor lain. Jujur saya sering dibuat kaget atas manuver siitik sama simatic. Knalpot “telo” freeflow memekakkan telinga menambah pede para penyemplak bebekers. Kendaraan roda empat acapkali nyerah oleh goyangan maut yang dipamerkan.  Berbahaya?? pasti!!….

Contoh pengalaman pribadi.  Saya pernah melaju pada kecepatan 75km/jam….cukup kencang jika melihat padatnya lalu lintas. Eeee…tiba-tiba dua kuda besi menyalip dari samping kiri kanan,  begitu dekat jaraknya mungkin hanya sekian cm hingga hembusan angin terasa menerpa kulit. Satu bebek dari merk H dan lainnya Matic merk Y….perkiraan  pada kecepatan 90km/jam, saling adu tenaga mesin tidak mau ngalah. Apakah itu pengalaman pertama?? tidak!!!…..secara personal sudah sangat sering melihat pemandangan tersebut. Uniknya rata-rata pamakai kedua varian itulah yang sering melakukan demonstrasi kebut-kebutan berbahaya….

iklan iwb

Bobot enteng, serta body kompak adalah kelebihan bebek dan matik. Mau kecilnya seperti apa celah yang ada akan dilibas.  Bahkan iring-iringan kendaraan yang sempit tidak menghalangi laju sikuda besi untuk ngebut mencari kesempatan masuk disela-sela kepadatan. Yah…memang betul semua tergantung dari bikernya sendiri. Tapi realitanya mayoritas bebekers dan matikers yang bernyali besar. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan. Semua kudu mengakui….diJabodetabek merekalah rajanya. Ora setuju..?? coba test tiap hari pulang pergi Depok-Jakarta selama satu tahun. Pasti mzbro semua bakal percaya setelahnya. Ninja??? lewatttttt!!!!…….. :mrgreen: (iwb)

 

iklan iwb
Previous articleGile…sudah 5 bulan ban tidak minta isi angin!!
Next articleTahukah ABS pada TVS ternyata bukan kacangan?!..
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!