iklan iwb
iklan iwb

Jangan tergoda atau terkecoh dengan penampilan plus harga…sepertinya berlaku terhadap beberapa produk. Kali ini pepatah ada harga ada rupa kudu direvisi ulang. Sebab saya pribadi membuktikan sendiri…..bahwa istilah tersebut belum tentu benar….

Baru sebulan lalu membeli jaket turing merk FLM. Semua berkat memandang, melihat dan membandingkan. Dari bahan memang lebih tebal dan bagus. Apalagi model serta desain bisa dibilang…jantan habis. Berbekal keyakinan itulah…tekad bulat untuk meminang sijaket akhirnya terlaksana. Oh ya…sebelumnya saya mendapatkan informasi dari adik bahwa jaket turing FLM biasa dibanderol sekitar 250ribu. Tapi ketika mampir ditoko accesories motor didaerah pasar Lenteng Agung banderol jaket FLM terbaru adalah 375ribu. Wihh….gede banget perbedaanya.Hampir tembus 400ribu. Simbak meyakinkan harga memang sudah dari sononya dan jaket turing yang datang adalah desain terbaru. Yo wis…karena sudah yakin dengan kualitas serta keblinger penampakan sijaket..langsung deh ditebus. Pasti ini FLM terbagus bahannya dari yang lain makanya agak mahal, pikirku. Apalagi membayangkan sijaket dikombinasikan dengan sikebo Byson pasti cocok :mrgreen: . Tapi inreyen pertama begitu sangat mengecewakan…

Yang paling terasa adalah bahan pelapis dalam yang terbuat dari parasit. Jujur saya sendiri kurang memperhatikan ketika meminangnya. Mengenakan sebentar saja (lebih kurang 15menit) keringat sudah langsung bercucuran layaknya didalam ruangan sauna. Padahal waktu itu cuaca Jakarta sedang mendung, tidak bisa membayangkan kalau musim panas sesungguhnya. Wis…bisa mzbro bayangin, dari Depok ke Jakarta yang lebih kurang memakan waktu 1jam…badan sudah seperti ikan pepes karena dehidrasi. Karena alasan itulah tercatat hanya 4 kali sijaket saya kenakan…dan itupun saya pilih hanya dimalam hari. Parahnya lagi ketika suhu dingin….jaket tidak mampu meredam hawa yang masuk alias ikut menjadi dingin (jaket yang bagus bisa berfungsi sebaliknya). Sambil menghibur diri sendiri…ora po2 sing penting keren, jaket tetap disimpan dengan baik. Tapi ternyata kekecewaan semakin menjadi setelah pengait resleting tiba-tiba copot….

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb

Kekesalan tidak bisa dibendung lagi. Hal ini terjadi ketika pemakaian yang kelima seperti normalnya orang mengenakan jaket, rel resleting diluruskan kemudian pengait bawah ditarik keatas dengan tenaga normal. Tidak tersangkut apapun…smooth, lancar tapi ditengah jalan…pengait tiba-tiba copot. Sejenak terdiam…memandangi pengait ditangan kanan yang copot sambil bengong tidak percaya. Emosi, kecewa, geregetan, kapok bercampur menjadi satu. Belum lagi tag FLM yang menggantung pada kepala resleting yang terbuat dari karet ternyata sangat getas dan mudah sobek. Duhhh gusti paringono sabarrr!!!!….Sekelebat teringat uang 375ribu yang melayang tak berbekas. Kini jaket FLM hanya teronggok tidak bisa dipakai. Mau dibetulinpun rasanya sudah malas. Dalam pikiran jadi terlintas….tahu begini ditambah dikit sudah bisa nebus knalpot freeflow merk NOB1 buat sikebo. Yup..penyesalan memang tidak ada diawal cerita….selalu belakangan mybro. So brother….sebagai sesama biker, saya wajib share pengalaman ini supaya brother semua jangan mudah terkecoh dengan jaket berharga mahal. Sebab sebenarnya masih banyak banderol yang lebih murah dengan kualitas lebih bagus diluar sana. Kepada manajemen pembuat jaket FLM, semoga keluhan ini bisa dijadikan masukan berguna sebab kepercayaan konsumen sangat mahal harganya sehingga wajib hukumnya untuk selalu mempertahankan kualitas guna bersaing dalam ketatnya kompetisi garmen dewasa ini. Btw…ada pengalaman serupa mzbro?? monggo dishare…(iwb)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!