iklan iwb
iklan iwb

Dunia ini memang unik. Tidak ada yang bisa membantah akan hal itu. Kadang kala kita sendiri dipaksa untuk merenung akan segala hal yang bagi kita sedikit nyleneh. Seperti kejadian hari ini dimana seorang biker menganggap Yamaha Byson layaknya motor matic yang tinggal ngegas kalau ingin melaju…………..

Dengan ditemani blue angel melaju pelan diperbukitan gunung putri Bogor. Tidak lama sampai dikantor istri…leyeh-leyeh nongkrong sebentar. Dengan masih mengenakan helm jongkok disamping tunggangan menikmati hijaunya lapangan golf. Sekonyong-konyong datang rombongan pria berpakaian necis bersama teman istri (wanita) menghampiri tempat saya nongkrong. Semua mata memandang kemotor dan salah satu lelaki berbadan agak tambun, bercelana jeans dan sepatu boot kulit langsung teriak ” wahhh…Byson ya ini..??”. Karena jarak masih jauh sekitar 3 meter saya diam saja. Baru setelah dekat dia nanya lagi “ Yamaha Byson yah ini?”..tanyanya kembali seraya langsung nyemplak tunggangan yang parkir disamping. Jujur ada perasaan tidak suka dengan gaya pria yang kesannya kurang sopan untuk seseorang yang baru kenal. Apalagi suaranya keras sekali, tone tinggi disertai mimik muka pecicilan. Namun rasa tidak nyaman saya tepis jauh-jauh. ” Iya mas,”..jawabku singkat. ” Berapa duit nih?”…..gue suka motor model kayak gini,” celotehnya sambil menatap temannya satu persatu seperti minta pendapat. Rekan lainnya mengangguk senyum-senyum. ” mantep bro. Lu cocok dah..” kata salah satu temannya membikin doi makin semangat. Entahlah…kenapa ketika saya perhatikan muka pria tersebut langsung teringat Gayus. Miripppp banget bro. Saya analisa kemungkinan berumur sekitar 35 tahun. ” Pinjam kuncinya dong!!” pintanya. Saya terdiam sejenak. ” Bolehkan..??” ulangnya. Pikiran waktu itu hanya satu “mungkin dia seorang biker yang memang benar-benar ingin mencoba Byson. Maklum motor baru sehingga pasti ada rasa penasaran untuk mencoba. Saya pribadi soalnya juga sering seperti itu. ” Boleh mas,” jawabku sambil menyerahkan kunci kontak…….

Dimoment itulah sipria bermuka Gayus bertanya..” Ini matic bukan..??” tanyanya sambil nyengir. Sejurus saya tertegun dengan ucapannya. Ah…ini orang bercanda. Masak biker nggak tahu antara motor matic sama bukan.  ” Bukan mas..masak matic!” jawabku  ketawa. ” Tapi 4 tak kan..??” candanya lagi sambil menyalakan kunci kontak. ” Iyalah mas..” sahutku. Tuas kopling ditarik….elektrik starter dipencet dan….suara khas blue angel langsung terdengar. Untuk memantapkan hati saya perhatikan gerak-gerik orang tersebut dalam memperlakukan tunggangan. Perseneling satu dimasukkan…hhhmmm benarkan, dia memang seorang biker yang terbiasa menunggang motor berkopling. Lega rasa hati melihatnya.  Tapi ternyata plongnya hanya seperkian detik hingga didepan mata, my blue angel terlempar kedepan…ban ngangkat 70derajat. Didalam helm mulut sampai mangap dibuatnya. Begitu juga teman-teman doi kompak teriak berbarengan. Kaget…kagum…nggak terima menjadi satu. Kaget karena motor dibuat freestyle nggak ngomong-ngomong. Kagum karena ban ngangkat sampai 1 meter lebih (dibutuhkan keberanian dan skill tinggi). Tidak terima karena motor baru koq dibuat ajang urakan. Mata tak berkedip memandang demonstrasi yang baru ditunjukkan sipria pecicilan. Saat itu yang ada dibenak saya adalah, lelaki itu seorang freestyler ulung. Gimana nggak, lawong kendati ban depan ngangkat sedemikian rupa, motor tetap jatuh dalam posisi lurus  sempurna. Terlihat doi memutar motor dan kemudian mendorong memakai kaki. Lho mesinnya mati…?!. ” Wah…loe koq nggak ngomong sih kalau ini bukan matic?” ujarnya dengan muka sedikit berubah. Waladalah…ini orang stres kali yah. Saat itu saya sudah malas untuk menimpali celotehnya. Beberapa detik setelahnya…motor diserahkan. ” Gua mau knalpotnya nih.  Keren. Cocok nggak ya buat motor saya,” ujar sitambun lagi seperti tidak ada kejadian apa-apa. Seraya turun dari motor doi ngetok knalpot Byson memakai jari tangan ” Lho koq plastik..?? nggak asli ya knalpotnya??..bibir doi terus nerocos. Nggak tahu kenapa lama-kelamaan makin jengah akan polah tingkahnya. Pada saat yang sama istri datang. ” Emang motor lu apaan??..tanyaku sudah tidak memakai kata “mas” lagi.  ” Kimco…kimco matic,” jawabnya singkat. Oalahhhhh wong edan..!!!! Sejurus saya tatap muka lelaki itu. Masih pede dan pecicilan tanpa ada rasa dosa. Kesel dan emosi mulai tersulut. Jadi nih orang motornya Kimco matic! OOhhhhh tidakkkkkk!!!!!!….. Arrrggghhhh….geregetan jadinya!!!  Dari pada asah golok akhirnya istri saya ajak cepat berlalu dari  tempat itu….

iklan iwb

Diperjalanan saya coba menganalisa dan merenung. Akhirnya saya peroleh jawabannya. Oke..sedikit flashback, mungkin begini kira-kira. Ketika tuas kiri ditarik…bagi lelaki itu bukan sebagai kopling melainkan  rem belakang. Hal ini lazim dilakukan  sebagai standart safety cara berkendara matic waktu pertama kali distarter. Sehingga ketika gas dipuntir tuas kiri langsung dilepas (bagi silelaki diasumsikan melepas rem) maka motor langsung melesat dan ban ngangkat tak terkendali. Hanya satu yang menjadi pertanyaan kenapa dia nekat sok bisa naik motor laki??. Entahlah…disinyalir mungkin dia mau pamer keahlian keteman-temannya. Dan untungnya tidak ada yang terluka pada kejadian tersebut. Nylenehnya koq masih mikir buat pasang knalpot Byson di Kimco maticnya. Jan ora nyambung blas 😆 . So brother….berdasarkan pengalaman tersebut hendaknya jangan mudah memberi ijin pada orang yang tidak tahu background dan latar belakangnya untuk mencoba tunggangan sampeyan. Hilangkan rasa sungkan guna memastikan ability atau kemampuan sibiker supaya bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.  Biarlah saya yang pertama dan yang terakhir. Iyo ora bro. Mosok Byson koq matic?! ayak-ayak wae. Wong urip-wong urip…….(iw/14/12/2010)

iklan iwb
Previous articleHBD 2010 (part 2): Ikrar Honda Bikers menggema diKiara Payung Basecamp..!!!
Next articleSuzuki GW250 masuk Indonesia..?? sepertinya masih jauh mzbro!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!