iklan iwb
iklan iwb

Sudah bukan rahasia umum bahwa bumi kita makin tua. Gejala alam banyak keluar dari relnya. Cuaca morat-marit gara-gara pemanasan global. Manusia juga tidak kalah menyeramkan…anak membunuh ibu kandung, bapak memperkosa anak dan tindakan tidak berperikemanusiaan lain. Namun dilalah….gelagat tingkah laku aneh juga menjangkiti para binatang……….

Matahari terbit dari sebelah timur dan tenggelam disisi barat..itu sudah lazim dan hukum alam. Kelelawar mencari makan dimalam hari dan tidur jika disiang hari….itu juga sudah jamak. Tapi ini…..ayam berkokok setiap jam 12 – 1 malam. Hal ini saya temui  pada ayam disekitar rumah  kediaman. Pulang kerja dari Jakarta keDepok, kira-kira sampai rumah sekitar jam dua belas malam. Disaat itulah ayam berkokok. Pertama kali saya pikir…nih ayam stres apa yah. Baru jam setengah satu malam udah berkokok. Tapi kebiasaan tersebut ternyata telah menjadi adat istiadat ayam samping rumah sehingga lama-lama terbiasa juga. Nylenehnya kokok malah tidak terdengar ketika pagi Subuh tiba. Sunyi senyap tanpa terdengar pertanda khas dari umumnya ayam. Langsung teringat dongeng asal muasal candi Prambanan Jawa  Tengah. Konon…..Bandung Bondowoso melamar Roro Jonggrang.  Namun niat ini ditolak dengan halus.  Supaya bandung Bondowoso gagal untuk meminangnya maka Roro Jonggrang memberikan syarat yang maha berat yaitu Bandung Bondowoso harus membangun 1000 candi dalam satu malam. Misi akan gagal jika matahari terbit sebagai pertanda adalah suara kokok ayam. Singkat cerita berkat kesaktiannya…Bandung bisa menyelesaikan 90 % candi hanya dalam setengah malam. Gelisahlah siRoro Jonggrang dan memutar otak mencari akal supaya misi Bandung gagal. Akhirnya Roro Jonggrang bersusah payah mengumpulkan para penduduk desa supaya melakukan aktifitas menumbuk padi dan sebagainya guna membangunkan sang ayam. Ditambah lampu-lampu obor dinyalakan dekat para hewan unggas tersebut…dan berhasil. Alhasil ayam berkokok bersahut-sahutan. Mengira gagal, Bandung Bondowoso marah besar dan menghancurkan seluruh candi yang dibuatnya (candi yang tersisa terkenal dengan Prambanan)…….akhirnya Roro Jonggrang dikutuk menjadi patung dst. Kalau kita telisik dongeng dan cerita dari para pendahulu kita, sepertinya harus kita koreksi jika melihat fenomena jaman sekarang. Dijamin Roro nggak usah repot-repot ketompyangan mengecoh siayam….lha gimana nggak, jam 12 malam saja wis kluruk xixixixi……….(udah berkokok red)

Fenomena nyleneh kedua. Brother semua pasti sudah tidak asing dengan yang namanya kodok. Hewan amfibi ini  lazimnya suka hidup disawah atau tempat berair lainnya. Apalagi kalau lagi hujan…wihhh suara khasnya bakal menggema kemana-mana, layaknya ekspresi kegembiraan menyambut air yang dicurahkan dari langit. Tapi nih…sekali lagi saya dibuat garuk-garuk kepala. Ada apa gerangan..?? gini brother…kalau lagi hujan saya dibuat heran oleh tingkah laku kodok. Dirumah saya kalau hujan deras para kodok itu selalu masuk kerumah….berteduh menghindari air hujan. Padahal lantai rumah dari keramik porcelen bersih yang harusnya tidak disukai oleh para binatang sawah tersebut. Walaupun pintu ditutup…mereka masih berusaha masuk lewat kisi-kisi lubang pintu, sepertinya kedinginan. Tingkah laku aneh ini jujur bikin saya kesel. Habisnya masak tiap hujan sibuk mengusir kodok keluar rumah….geregetan nggak bro. Koq kalau dipikir-pikir dunia ini sudah carut-marut. Gejala alam tidak bisa diprediksi lagi. Begitu juga adat istiadat hewan….ora karu-karuan. Apa mereka sudah jengah…nggak mau kalah dengan polah tingkah manusia yang sering menabrak adat, moral dan mentalitas sebagai manusia. Wis…ora ngerti, aku dewe yo bingung.  Btw brother sendiri gimana. Pernah nggak menemui hal seperti itu. Apa cuma hewan dikediaman saya aja yang emang nyleneh. Monggo dishare………(iw/5/12/2010)

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!