iklan iwb
iklan iwb

Byuh-byuh….geleng-geleng kepala melihat berita akan wacana pengenaan pajak oleh pemprov DKI bagi warteg yang bertebaran diibu kota. 10% dari penghasilan….jumlah yang cukup besar bagi warung tradisional sekelas warteg…..

Makan nasi lauk telor, tempe dan tahu…..cukup 6000rupiah sudah bisa kenyang ketika makan diwarteg. Harganya yang tidak menguras kantong merupakan favorit para tukang buruh kasar, sopir angkot dan masyarakat kecil lainnya. Bandingkan dengan warung nasi padang dimana harga mencapai dua kali lipat. Sayang statusnya yang jual nasi murah meriah bakal terusik akan wacana pemprov DKI dimana akan mengenakan pajak pendapatan hingga 10%. Mereka berdalih hal ini hanya ditujukan bagi warteg yang omzet mencapai 60juta setahun. Katanya tidak fair dengan para restoran yang diberlakukan peraturan sama. Lah….ini yang ngomong pakai nurani nggak sih. Berapa gelintir warteg sukses ditanah air. Kalau sukses tidak mungkin mereka mau menjadi pedagang warteg. Selain itu saya yakin teori hanya tinggal teori namun ketika peraturan ini benar-benar gol….semua warteg pasti bakal kena dampaknya. Otomatis jangan berharap untuk mendapatkan harga murah jika kita makan diwarteg lagi. Ujung-ujungnya pembeli sepi…dan warteg gulung tikar…wabah pengangguran kembali¬† mengemuka.¬† Rajin berburu pajak tapi kalau uang sudah ngumpul memble tidak jelas juntrungannya. Mendingan nih ya….. sebelumnya nyuwun sewu buat bapak-bapak pintar disana…..monggo buat sistem yang lebih bagus supaya dana pajak tidak bocor kepada orang-orang seperti gayus. Peraturan koq makin aneh-aneh. Ayak-ayak wae.……(iw/5/12/2010)

 

iklan iwb
iklan iwb
Previous articleOoohh Kawasaki D’Tracker 150….kepriye nasibmu nak..?!
Next articleBerkat duet R15 & FZ series penjualan Yamaha India meningkat pesat!!..
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!