iklan iwb

Mbak disini adalah kakak perempuan kalau boso jowo. Nah kalau bahasa padangnya uni. Terus….bahasa balinya mpok. Halah..koq jadi ngebahasas bahasa xixixi…….yup, memang unik mahkluk hawa ini ketika dijalan raya. Yang pasti kebanyakan bikin elus dada….

Saya sendiri berkali-kali menjumpai perilaku tidak lazim. Pernah satu moment ketika kita semua para biker beiringan dengan begitu padatnya. Eeee… didepan tunggangan yang seharusnya tidak bisa masuk dipaksain secara zig zag hingga nyentuh ban depan motor. Alhasil saya dibuat kaget karena harus melakukan penyeimbangan kalau tidak mau jatuh. Ketika coba saya kejar…..biker berjaket hitam itu adalah……..lady biker. Alamakkkk…..hanya geleng-geleng kepala saja. Itu hanya salah satu contoh. Ada lagi pernah melihat seorang pengendara berjalan cukup pelan tidak mengikuti arus yang ada. Konyolnya dengan kecepatan itu posisi motor berada ditengah jalan. Padahal jika kita menilik dari peraturan serta ilmu lalu lintas, wajib bagi pengendara untuk berjalan pada sisi sebelah kiri ketika kecepatan lebih pelan dari arus lalu lintas yang ada.? Alhasil banyak para pengendara kerepotan menghindari motor tersebut. Ada yang banting kekiri, ada juga yang manuver menghindar kekanan. Wis kacau tenan. Dan setelah ditengok…..walah…..mbak-mbak ternyata. Seperti yang diungkapkan oleh gugun (lagi..?!). Ketika doi nyemplak Beat menembus padatnya lalu lintas. Brother pasti tahu jika Jakarta macet parah para biker seringkali diharuskan pintar-pintar mengambil jalur disela mobil-mobil. Nah…menurut penuturan doi, hanya gara-gara satu cewek yang tidak berani mengambil sempitnya jalur maka biker-biker yang dibelakang (mayoritas pria) pada ngomel-ngomel nggak karuan. Soalnya akibat satu mbak yang menyumpal jalur motor-motor dibelakangnya jadi mengular tidak bergerak. Padahal menurut gugun posisi celah walau sempit masih cukup lapang buat masuk motor.

Hal ini berlaku juga berlaku buat pengendara bermobil. Kadang-kadang tidak ada perhitungan sama sekali. Saya sendiri pernah ketika jalanan macet, kaki turun dari motor…dilindas sebuah mobil karimun. Waduh sakitnya minta ampun. Edan nih mobil!! apa nggak lihat ada kaki didepannya?! Emosi langsung tersulut…tanpa ba bi bu geber motor ngejar mobil keluaran Suzuki tersebut. Setelah ditengok……ternyata mbak-mbak. Walah…..males sudah, emosi langsung saya tahan. Ujung-ujungnya hanya bisa elus dada. Pengalaman tidak sampai disitu. Beberapa kali kita harus ngerem mendadak akibat mobil yang asal potong tanpa dibarengi lampu sein belok. Walau tak jarang kaum adam juga seperti itu namun seringkali perilaku ini ditunjukkan oleh kaum hawa. Saya yakin hal itu tidak disengaja. Terus kenap bisa terjadi..??? kalau kita analisa rata-rata para biker cewek mungkin jam terbang kalah dibanding para pria. Sehingga feeling serta mental belum terasah layaknya laki-laki. Apalagi…maaf nih saat ini begitu gampang mencari SIM. Hanya tinggal negosiasi dengan oknum didalam….tidak kurang 1 jam SIM sudah bisa sampai ditangan. Jadi bisa dibayangkan skill serta kredibilitas berkendara masih dipertanyakan. Terlepas dari semua itu….bagaimanapun safety riding sangat diperlukan. Mencakup pengetahuan rambu serta etika dijalanan. Ayo dong sis….jangan kalah dengan para pria. Karena bagaimanapun dengan adanya lady biker akan menambah indah jalanan. Ya nggak bro…….(iw/25/10/2010)

iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!