iklan iwb

Olah raga merupakan semua aktifitas yang berhubungan dengan tubuh dan otak. Entah itu tinju, lari sprint, renang, balap, basket, bola, catur, billyard dan sebagainya. Dalam sebuah kejuaraan diperlukan keahlian atau skill sehingga akan diperoleh siapa yang paling unggul. Kecuali catur yang lebih condong mengandalkan? otak dalam kompetisi. Semua ajang olah raga mempunyai masa keemasan dan biasanya prestasi akan mengalami kemunduran setelah usia menginjak 30tahunan. Lho kenapa..?? berikut kita sedikit kupas………..

Dalam olah raga tinju yang paling dikuras adalah fisik. Semua keunggulan diperoleh dari superioritas punch, hook ataupun pukulan-pukulan berat yang didaratkan pada tubuh lawan. Begitu juga Athletik….lari sprint, lompat jauh, renang dan lain-lain mengandalkan kelincahan serta kemampuan raga dalam mengekplorasi secara total. Cukup dimaklumi jika olah raga yang menguras fisik seperti itu akan berdampak signifikan terhadap prestasi jika berhadapan dengan umur. Walau ada kasus-kasus tertentu kemunduran fisik bisa diperlambat dengan olah fisik secara teratur tapi tetap pelan dan pasti masa itu akan tiba. Terus apa hubungannya dengan balap?? toh tinggal betot gas dan kalau fisik bisa melakukan gym rutin dijamin tidak kalah sama yang muda. Bisa benar bisa tidak. Benar…karena dengan latihan olah raga rutin akan memperlambat proses, tidak jika kita berbicara tentang faktor takdir alam.

Fakta menarik diulas oleh National Geographic Channel bahwa kemunduran ternyata tidak hanya dalam fisik. Usia 30 tahun adalah usia awal berkurangnya? semua kemampuan fungsi tubuh 1%nya tiap tahun (persentase bisa tergantung dari masing-masing individu). Pada usia ini kemampuan panca indera akan terus mengalami penurunan sampai menemui titik terakhirnya yaitu kematian. Dalam ajang lomba balap motor ataupun mobil dibutuhkan skill lebih kearah feeling serta reflek. 2 hal tersebut yang paling dominan selain ketahanan fisik serta intelijensi otak tentunya. Ditengarai faktor inilah yang membuat pembalap usia tua susah berkompetisi melawan pembalap muda. Pada rentang umur 20thn – 29thn merupakan masa produktif seorang pembalap karena pada usia itulah semua kemampuan fisik, feeling serta reflek berada dalam kondisi puncak. Apakah sama pembalap motor dengan mobil?… ternyata tidak bro. Pembalap mobil tercatat lebih bisa mempertahankan levelnya karena secara fisik pembalap? tidak terlalu terforsir jika dibandingkan dengan motor yang harus melakukan aktifitas fisik lebih karena? pergeseran posisi duduk terus menerus dalam satu race serta terpaan angin secara langsung ketubuh. Jadi apakah ini artinya Rossi bakal meredup prestasinya karena usia yang sudah menginjak 30an..?? bisa jadi dan kalau itu terjadi kita semua harus memakluminya. Ketajaman indera seorang pembalap mau tidak mau akan mengalami kemunduran karena faktor alam. Dan Rossipun pasti akan mengalaminya. Tidak ada yang bisa dilakukan selain mengasah terus menerus sehingga fase penurunan ketajaman feeling dan panca indera bisa diperlambat. Tapi masa itu akan tetap tiba hanya menunggu waktu saja……

iklan iwb

Jadi mybro…..tidak heran Yamaha Racing akhirnya memilih Lorenzo ketimbang Rossi. Faktor usialah yang menjadi pertimbangan utama. Masa depan Lorenzo masih panjang sedangkan Rossi paling mentok tiga sampai empat tahun mendatang sudah maksimal. Masa keemasan Rossi pasti bakal segera berakhir. Hal ini seirama dengan apa yang Rossi katakan bahwa dia akan tetap membalap sampai 3 atau 4 tahun kedepan tergantung prestasi. Digaris bahwahi disini…tergantung prestasi. Jika prestasi menurun pensiun akan lebih dipercepat pastinya. So apakah semua sudah siap mengalihkan rasa fans keRossi buat rider lain??….rasanya susah ya bro secara saya sendiri belum ada pembalap muda yang bikin hati terkagum-kagum seperti yang telah Rossi lakukan. …(Iw/25/07/2010)

Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!