iklan iwb
iklan iwb

Memang susah kalau adrenalin sudah naik. Tidak peduli keselamatan jiwa ataupun resiko yang bakal menimpa kalau hati sudah panas pasti bawaannya betot gas jika ada yang nantangin balap liar dijalan. Mau celah sempitnya kayak apa atau mau ramenya kayak apa pokoknya geber gas sampe mentok. Ini adalah fakta dilapangan yang sering kita jumpai dijalan raya. Dan satu catatan….tidak patut dicontoh karena merugikan orang lain dan diri sendiri.

Hari ini berangkat kerja sekitar pukul 01.00 siang hari. Maklumlah saya sebagai karyawan swasta sebuah hotel didaerah Sudirman  Jakarta sedang mendapatkan schedule shift siang hari alias masuk jam 03.00 sore. Kebetulan adik juga seorang karyawan engineering didaerah slipi sedang mendapatkan giliran jaga sore juga so kita memutuskan berangkat bareng-bareng supaya lebih menyenangkan. Siang ini hawa cukup panas ditambah ruwet macetnya jalan margonda….wis benar-benar stres dibuatnya. Untung ketika kita sudah sampai dipasar lenteng agung setelah itu jalan lega alias lancar. Adik melaju dibelakang. Saya memakai motor  lawas  Honda Megapro 2002 sedangkan adik menunggangi Pulsar 200. Seperti yang pernah  diceritakan sebelumnya….motor butut inilah yang paling betah saya pertahankan karena beli dari hasil keringat sendiri. Tapi jangan salah..walaupun tua mesin termasuk yahud dengan kata lain tidak pernah rewel.  Berbekal knalpot bobokan plus jari-jari diganti aluminium merk champ tarikan bawah megy yang lemot sedikit tertutupi. Sengaja pilot jet  dibuat standart supaya bensin tidak terlalu ngocor.  Soalnya lagi jaman susah bro xixixixi……Hanya jarum skep saja yang dinaikkan. Toh ketika dicoba cek busi pembakaran masih bagus/tidak terlalu kering (indikator warna busi merah bata).  Dan kunci  lainnya adalah ganti oli mesin tidak pernah telat alhasil mesin selalu fit. Tapi kalaupun begitu usia renta tidak bisa bohong….tarikan sudah semakin berat karena turunnya kompresi. Ditambah….bocor oli dibak mesin kanan pada tempat  kumparan rpm. Sudah diganti sealnya masih bandel aja. Kata mekanik langganan, karena jarum besi telah aus kemakan umur sehingga seal tidak bisa bekerja dengan sempurna. Apesnya lagi pabrikan gede sekelas AHMpun kesulitan menyediakan sparepartnya pada komponen tsb alhasil harus inden sampai tanpa batas waktu. Ya udah jadi males ngurusinnya. Walah…koq jadi curhat..?! kembali ketopik….singkat cerita jalur sudah menuju daerah Buncit  mampang. Nggak tahu darimana asalnya sebuah motor Yamaha Vixion tiba-tiba nyalip dengan kecepatan tinggi secara zig zag. Wah…kaget dibuatnya. Kita masih tenang saja. Adik yang termasuk newbie dalam menunggangi motor gede juga tidak merespon alias tetap diposisinya yaitu dibelakang saya. Kecepatan sekitar 80km/jam…..

Nggak tahu gimana ceritanya nih siVixie ternyata dibelakang kita lagi terus ngejejerin kita berdua. Ketika gas saya tambah dia juga ikut nambah…dan ketika sedikit betot gas dia juga mengikuti. Wah….nih orang apa sih maunya? ketika saya lirik dia diam saja seperti tidak ada apa-apa. Walah reseh nih orang. Kayaknya nantangin!!. Dari gigi 5 langsung kurangi ke gigi 4, gas puntir sampe mentok. Suara knalpot bobokan langsung meraung, dan rpm naik kelevel 9000…siVixie ketinggalan dibelakang. Karena terhadang lampu merah pejaten semua berhenti. SiVixie langsung ngambil posisi disamping saya sambil geber-geber gas. Jan wedus gibas tenan nih orang. Badan cungkring kecil…..tapi belagunya minta ampun (jiahh…jadi kesel kan?!). melirik kespion siadik  berhenti dibelakang saya. Akhirnya penunggang Vixie mata menatap kemotor Megy sambil tak henti-hentinya geber gas. Motor Vixion tersebut keluaran tahun anyar versi headlamp lancip. Masih menggunakan knalpot standart  pabrikan. Cuma dilakukan sedikit modif pada foot step dengan model underbone dan tromol belakang telah berubah menjadi disk. Kemudian shockbraker depan diturunin dan stang sudah berganti model jepit. “Cakep juga nih motor,” batinku. Walah koq jadi ngagumin?!. Akhirnya lampu hijau menyala. Seperti ada aba-aba gas langsung dibetot berbarengan. Gigi satu, gigi dua dan gigi tiga oper setiap rpm 10000. Tarikan motor keluaran Yamaha itu saya acungin jempol. Mulai dari awal sudah kalah 1 body dan ketika masuk gigi empat posisi Vixie sudah didepan beda 3 body. Penunggang Vixion masuk kejalur busway berharap bisa melarikan diri dari uberan. Dijalur inilah akhirnya berdua seperti kesetanan. Melihat dari spion adik masih dalam posisi nguntit dibelakang tidak berusaha mendahului. Tercatat dispeedometer motor tembus 122km/jam, rpm diangka 9000 ogah naik. Joki Vixie terlihat piawai, ketika top speed badan nunduk mepet tanki yang akhirnya saya ikutin juga gaya tsb. Jarak 2 body tidak bergeser.  Ingat  trik balapan profesional motor saya rapatkan lurus searah dengan Vixie dan bekerja sempurna karena yang membelah angin adalah lawan,  pelan tapi pasti motor terdorong maju dan akhirnya berhasil mendahului doi. Keunggulan hanya tipis satu body hingga beberapa saat sebelum akhirnya motor terpaksa direm sejadi-jadinya karena didepan rute ketemu lampu merah lagi menyala . Gilanya sipenunggang Vixie, mungkin karena bernafsu pada kecepatan tinggi tidak mengurangi gas menerobos rambu lalu lintas. Edan tuh orang……!!! cukup sudah…dalam hati membatin.

iklan iwb

Setelah adrenalin turun akhirnya bisa berfikir jernih. “Tobatttt….wis tuwo koq sik pecicilan!” ujarku dalam hati. Ngeri menyeruak ketika membayangkan kembali jalannya balapan tadi. Sesuai janji dengan adik akhirnya kami mampir ke ATM buat ambil uang. Disitulah terjadi percakapan antara kami berdua ,” Kenceng juga Vixion tadi ya!” ujarku. “Iya…”, jawab adik singkat. ” Koq nggak nyalip tadi?” kembali bertanya. ” Ngeri ….!! jawab adik seraya  bersiap memakai  kembali helm full facenya. ” Emang motormu tadi lari berapa..?? tanyaku lagi sambil duduk dijok motor  menyalakan electrik starter. ” 110….”, jawabnya tanpa ekspresi. “Hah…??? 110????….dispeedometer kamu tadi 110? udah mentok belum gas situ tadi? pas dibelakang kita tadi lho??”…memberondong pertanyaan penuh penasaran. “Iya kak…dibelakang kalian berdua . Waktu kalian lagi nunduk-nunduk tadi. Gas belum mentok karena ngeri”, timpal adik dengan muka bersungguh-sungguh seraya berlalu dari tempat kita berdua parkir motor. Saya masih bengong.  Sumpah…rasanya malu campur heran. Tidak menyangka differensiasi speedometer begitu besar antara pabrikan Bajaj dengan pabrikan motor Jepang. Saya yakin sekali kita berdua sudah melakukan usaha maksimal untuk meraih top speed dikisaran 122-125km/jam. So….kesimpulannya speedometer motor memang tidak bisa dipercaya karena bakal banyak terjadi ketimpangan antara motor satu dengan lainnya. Seperti teman saya bernama Danang pemakai Ninja 150L. Ketika Megapro saya menunjukkan kecepatan 80km/jam, Ninjanya berada dikisaran 87-90km/jam. Nggak percaya..??? silahkan dicoba sendiri. Bahkan yang sudah terbukti secara kasat mata saja, masih ada aja yang bantah malah menuduh speedometer lainnya yang error dan speedometer dia sendiri yang paling benar. Yup….mungkin tidak ada habisnya kalau membicarakan mengenai topik satu ini. Sederhananya kalau Pulsar 200 mengklaim top speed yang mereka raih 130/jam…dimotor lain bisa jadi 140km/jam baru bisa ngimbangi siBajaj. 140km/jam bukanlah top speed yang gampang diraih untuk tipe motor cruiser standart pabrikan. Entahlah…..memang harus dibuktikan. Semua perlu bukti nyata baru percaya. Ya nggak bro..!! Setidaknya pikiran makin terbuka bahwa speedometer motor bukanlah alat ukur akurat dalam sebuah balapan. Lebih baik dijejerin secara head to head baru akan ketahuan real winner. Tapi teteup….berkendara alon-alon asal kelakon lebih safe ketimbang pecicilan kayak diatas. Jangan dicontoh…..sebagai share pengalaman saja. Maaf kalau tulisan agak panjang. Semoga berguna….(iw/23/06/2010)

iklan iwb
Previous articleFZ-S Varian lain dari FZ16….bisa jadi alternatif modif bagi Byson nih kayaknya!
Next articleMaaf….Blog rehat dulu sekitar dua minggu ya bro or sis….
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!