iklan iwb
iklan iwb

Kembali lagi ke Kawasaki Athlete, Sibebek nuansa underbone ini masih serasa kurang jika dilihat dari penampilan standartnya. Berbekal underbone merk Nui Project siijo berhasil didandanin supaya lebih galak. Mesin masih kayak aslinya alias tanpa dioprek apapun. Hanya penggantian pilot jet dengan ukuran satu step lebih besar (Punya Kaze) supaya tidak kering pengapian.

Hal ini dilakukan agar bisa mengimbangi knalpot free flow yang telah dipasang sebelumnya. Oke kita bahas tentang knalpot dulu. Knalpot CLD besutan Dodo Racing punya kelebihan disuaranya. Ngebas dan tidak pecah. Ketika gas dibetot baru keluar teriakan suara gahar. Karakter Athlete yang lemot pada rpm bawah juga tertutupi olehnya. Accelerasi jadi mantap apalagi buat menembus lalu lintas Jakarta. CLD khusus Athlete menggunakan sistem gasbul/gasswool sehingga suara empuk tidak cempreng. Lumayan terdongkrak sehingga top speed standart 120km/jam bisa tembus dikisaran 125km/jam plus tarikan per rpm lebih yahud. CDI unlimiter punya sumbangsih sangat besar dari segi ini. Herannya walau dipasang knalpot freeflow konsumsi bahan bakar tetap irit kira-kira dikisaran 1:45km.

Promosi Sinnob Gear ternyata bukan isapan jempol belaka. Tarikan motor serasa lebih enteng dan sunyi. Entahlah…hanya sugesti atau memang benar adanya. Tapi yang pasti serasa beda. Oh ya…sekarang menuju ketema judul..Foot step underbone. Pemasangan foot step underbone buat Athlete ternyata tidak terlalu ribet. Pertama-tama lepas foot step standart, rem serta cover sasis kiri kanan plus kick starter. Kemudian dibuat dudukan plat untuk tempat foot step underbone. Pengelasan sedikit dilakukan pada sasis dengan tujuan untuk lubang mur. Hal ini tidak merusak sama sekali karena mekanik mengikuti lubang yang sudah ada pada¬† sasis pabrikan. Pengelasan inipun hanya dengan tujuan membuat drat (ulir) sehingga plat bisa terpasang kuat kesasis. Sangat rapi pengerjaannya. Oh ya…karena tidak mau merusak handle gear standart, mekanik mengakalinya dengan mengambil gear bawaan supra seharga 30ribu yang kemudian dimodifikasi dengan penambahan plat agak memanjang supaya perpindahan gigi bisa ringan. Hal ini sangat penting mengingat Athlete bukan motor kopling terpisah, alias bebek tulen yang mengadopsi kopling otomatik. Overall puas banget…apalagi sekarang banyak orang pada ngelirik terus. Pernah ada bapak-bapak ketika habis dari apotik, nyamperin seraya nanya,” Dik nih motor apaan yah?” sambil megangin setang ngeliatin dari atas kebawah.” Kawasaki pak..” jawab saya. ” Wah bagus yah…..berapa harga belinya?” Nanya lagi penuh penasaran. “15 juta pak.” jawab saya singkat. ” Lho murah ya dik,…saya pikir 20jutaan.” selorohnya keheranan. “Bagus ya….” gumamnya berkali-kali. Wah…ada rasa bangga rasanya. Motor 15juta dikira 20jutaan hehehe. Ketika berlalu sibapak masih merhatiin aja dari jauh.Dari pengalaman tadi, ada dua kemungkinan. Sibapaknya nggak gaul atau ini adalah bentuk kegagalan advertising Kawasaki karena sampe orang domisili Jakarta aja nggak tahu tentang produk mereka. Kebetulan ketika itu saya tahu sibapak datang menggunakan Honda SupraX125.

iklan iwb

Last but not least (Halah kami inggrisen hagagag..) dengan pemasangan underbone sibebek Atlete makin pede memakainya. Walau mesin standart yang penting tongkrongan dulu deh hehehe…toh mau kenceng kayak apa sih diJakarta. Mau kiri kanan maju mundur juga mentok saking macetnya. So brother jika dana cekak tongkrongan lumayan eye catching bisa memilih Kawasaki Athlete plus modif ringan sebagai pelengkap tunggangan. Semoga berguna…….(iw/09/06/2010).

iklan iwb
Previous articleTiger sekarang punya dua varian!!..lho koq???
Next articleBusyeeetttt….Ninja 150rr buat jualan bubur ayam!!!
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!