iklan iwb
iklan iwb

Maaf kalau judul diatas agak pedes…tapi saya kira memang pantas kita meragukan IQ para pejabat-pejabat yang bercokol disinggasana raja sana. Gimana nggak..?! motor yang hanya menghabiskan 5,76 juta kilo liter dari 21 juta kilo liter pertahun (bandingkan dengan mobil yang menghabiskan 15,24 juta kilo perliter/tahun) malah dijadikan kambing hitam sehingga bakal dicabut subsidinya dengan dalih jumlah populasi motor yang besar. Walah….anak SD kelas satu aja pasti semua tahu gede mana sih nominal 5,76 dibanding 15,24..???…lha ini malah yang kecil dulu dibabat. Mirisnya lagi mereka tidak pernah memperdulikan dampaknya jika wacana itu benar-benar digolkan!!!!

Saya yang berasal dari kota kecil diJawa timur sana tahu betul makna wong cilik. Orang yang hidup dalam garis kemiskinan. Beli sembako dibela-belain jalan jauh hingga 3km dari toko dekat rumah yang menjual 500perak lebih mahal.  Makan ayam goreng saja bisa dibilang sebulan sekali belum tentu karena menu sehari-hari adalah tahu dan tempe. Itupun saat ini sudah terlalu mahal buat mereka sehingga beralih kekrupuk dan parutan kelapa dicampur nasi. Hal ini dilakukan demi sekolah sianak  supaya kelak bisa memperoleh kehidupan yang layak dibanding orang tuanya yang hanya tukang ojek atau buruh tani kasar. Tidak ada keinginan muluk-muluk seperti kita. Sudah punya mobil Xenia pengen ganti ke Yaris. Atau sudah punya tunggangan Ninja150 L pengen upgrade Ninja250r. Jauh bro….jauhhhh banget. Jangan kaget kalau kita melihat masih banyak motor-motor lawas macam Honda GL100, Honda supercub C90 dll dipedesaan. Pernah dulu ada seorang bapak dapat hadiah Honda Megapro dari salah satu KUD. Langsung dijual dengan harga murah, waktu itu saudara yang beli. Ketika ditanya koq langsung dijual pak??…. jawabnya” Buat bayar SPP anak mas. Selain itu nih motor bensinnya boros banget, mending pake motor saya aja lebih irit,” Ungkap bapak itu sambil tersenyum. Tertegun mendengar alasan sibapak. Motor irit macam Megapro dianggap terlalu boros. Memang sih jika dibandingkan motor pak Sukirman kalah irit. Motor bapak Sukirman (nama bapak tsb) sudah berusia lebih dari 18tahun. Kumal dan butut. Bebek keluaran Honda (Astrea Star) tahun 1992 itu terawat cukup baik walau tidak bisa menghilangkan kesan umurnya  yang emang sudah renta. Pola pikir orang pedesaan memang seperti itu. Kesederhanaan karena serba kekurangan sudah seperti filosofi hidup. Itu hanyalah salah satu contoh saja. Kalau wacana pencabutan subsidi benar-benar dilaksanakan, saya tidak bisa membayangkan bagaimana dengan  orang-orang tsb. Tidak ada jaminan bahwa ketika subsidi dicabut harga barang nggak naik.  Dampaknya bakal sangat luas tentunya. Sungguh miris hati ini kalau memperhatikan wajah-wajah capek mereka harus dihadapkan dengan pilihan membeli bensin pertamax untuk motor bututnya. Bensin yang harus ditebus 2 kali lipat harga premium padahal itu adalah jatah buat beli 1 liter beras cukup untuk makan sehari.

Saya curiga para pejabat itu tidak pernah tahu kondisi masyarakat bawah yang mereka sebut sebagai rakyat. Sedikit-sedikit sesumbar demi rakyat!!!!…..menyedihkan sekali. Boleh-boleh saja subsidi dicabut tapi buat para pemilik mobil pribadi mungkin lebih cocok.  Logikanya mobil 1 liter hanya bisa buat jalan pol-polnya 12km sudah paling irit. Coba bandingkan dengan motor yang hanya membutuhkan 1 liter untuk menempuh 55km (Average). So sudah jelas…rencana ini salah sasaran!!! Jika mereka bisa ngitung pake logika pasti bukan motor yang seharusnya dicabut subsidi BBMnya. Wajar dong klo kita menyebut mereka dodol?!…tapi saya yakin mereka nggak koq. Masa orang lulusan sarjana IQ rendah?? nggak mungkin dong ya. Semoga aja semua itu salah. Kita lihat aja bro…(iw/28/05/2010)

iklan iwb

Note : Semua foto hanya ilustrasi

iklan iwb
Previous articleFakta tentang kemunduran prestasi Rossi….
Next articleGejala demam Honda scoopy sudah terasa…strategi AHM berhasil??..
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!