iklan iwb
iklan iwb

Malangnya Kawasaki Athleteku…

Bener-bener pengalaman buruk yang tak terlupakan. Niat hati dari rumah berangkat mau nyantai di tengah jalan malah kena musibah. Singkat cerita malam itu jam 09.30 malam….DownAngleDengan kecepatan sedang melaju menggunakan si ijo (Athlete). Cuaca lagi bagus tidak hujan dan kondisi jalan raya  sepi karena hari libur (Minggu) membuat semua biker rata-rata melaju cukup kencang. Hal ini  merepotkan bagi orang yang melaju pelan karena itu gue putuskan untuk mengikuti arus dengan menambah kecepatan di kisaran 80km/jam. Tiba-tiba dari belakang suara kenalpot cukup kencang menderu dari belakang nyalip gue dengan kecepatan cukup tinggi secara zig-zag. Ternyata motornya komeng (Jupie MX). Adrenalin yang tenang langsung terpompa naik, jadi tanpa melihat kondisi mesin yang masih tergolong baru (2600km) serta merta dari gigi 4 langsung gue kurangi ke gigi 3 diimbangi betot gas mentok. Pas kebetulan waktu itu jalan lurus tanpa hambatan (Petronas lenteng agung). Gigi 3 tembus 100 km/jam….karena si MX masih menang start jadi jarak masih sekitar 50m. Kebetulan ada hambatan mobil yang lagi pelan memaksa gue sama joki MX ngerem sejadi-jadinya. Nih ternyata anak kayaknya dah merhatiin dari spion kalo lagi di kuntit dan disusul. Kondisi ini membuat gue ama si MX sejajar satu row. Dia ngelirik ke gue….Seperti ada yg memberi aba-aba secara bersamaan gigi di kurangi ke gigi 3 terus langsung bejek habis. Dari situ si MX tampak melaju lebih dulu beda sekitar 4 body (Weleh-weleh emang payah punya postur tubuh tambun secara berat ane 85 kg…kacihan AX gue). kecepatan tembus 105 km/jam pindah gigi 4…perlahan naik tembus 120/jam. Yang gue salut ama si athlete raungan mesin gigi 4 kelihatan sekali naik terus secara gue lihat 120km/jam waktu itu pelan tapi pasti merangkak naik terus, cuma sayang trek sudah keburu habis. Gue tidak bisa nyalip, gap tetap terjaga 4 body. Dari sini bisa di simpulkan bahwa top speed dengan MX imbang cuma kalah tarikan di gigi 3. Bisa jadi kalau joki athlete bukan gue setidaknya sama posturnya dengan joki MX (Joki MX waktu itu kecil dan kurus) mungkin bisa kebalik hasilnya…weleh-weleh so exciting. Di depan stasiun lenteng agung si MX masih nafsu geber lurus ke arah pancoran….sementara gue belok ke arang ragunan.SideAngle

Sampai di mampang, mungkin karena masih terbawa sensasi balapan tadi, kecepatan motor melaju di kisaran 90 km/jam. Sampai di lampu merah yang ke 2, gue lihat jalanan agak remang-remang bekas tambalan dari petugas PU berbentuk kotak-kotak (Terlihat karena beda warna sama jalan itu sendiri). Dengan tenang gue libas tambalan jalan tersebut, kecepatan gue panteng di 80km/jam. Tambalan satu, dua, tiga smooth…tambalan ke 4 tiba-tiba motor anjlok diiringi suara duarrr!!!! ternyata itu bukan tambalan..tetapi lubang yang belum di tambal, sengaja di lubangi oleh petugas PU sebelum di tambal. Terasa motor anjlok terus membentur pinggiran batas lubang sama aspal yang mengakibatkan gua mental..pantat terbang dari jok motor. Sebisa mungkin stang nggak gue lepasin, terasa ban motor tidak di aspal karena daya benturan yang sangat luar biasa…kemudian beberapa ratus detik jatuh lagi ke aspal. Untung bisa mendarat secara lurus walaupun agak geol-geol. Lemes…kaget..dan shock rasanya waktu itu. Pelan-pelan gue minggir. Motor gue periksa, pertama kali komstir, dan shock braker depan….alhamdllah tidak kenapa2. Gue coba puter bannya…kayak mo pingsan rasanya. Gue lihat peleknya bunting kedalam. depan belakang sama-sama parah….Aduh mak pelk orisinalnya lagi. Bener-bener katrok petugas PU. Di kasih tanda kek kalau belum semua di tambal….pasti banyak korban selain gue. Gue yakin !! (Nggak henti2nya gue geleng2 kepala). Karena waktu itu sudah malam akhirnya motor gue bawa pelan-pelan yang penting bisa sampai rumah dulu.

Pada keesokan harinya gue bawa ke tukang press pelk Rengganis, cimanggis. Walaupun tidak 100 persen sembuh setidaknya bisa di pakai normal. Kata tukang press nya maaf mas kalau kondisi kayak gini harus di getok nggak bisa di press. Mirisnya hati ini melihat pelk motor kesayangan di pukul-pukul pakai palu. Nyesek dan nyeselnya nggak habis-habis kalau ngelihat bekas getokan hasil dari masuk lubang. Mau beli baru dana nggak punya (pelk 1 Athlete = Rp. 850rb). Biarlah pengalaman ini jadi pelajaran berharga buat gue. So sekarang kalau lagi naik motor, gue usahain lihat depan dan bawah (Emang repot jadi bikers di Jakarta), dan jangan pernah percaya pada jalan di depan anda. Begitu aja dan semoga bisa berguna buat bro-bro semua..(Iw/7/6/09)

iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb
iklan iwb
Suwun sudi sambangi warung sederhana ini. Jangan lupa subscribe agar sampeyan tidak ketinggalan berita tentang roda dua. Salam satu aspal, juoz gandozzz cakkk !!